Momen "Minggir Lu" di sepak bola 😂
Drogba sudah ancang-ancang, Lampard sudah arahin temen2nya untuk cari posisi, eh ada Geremi yang diem-diem nendang bola 😅
Untung aja gol. Untung aja bagus🦵⚽️
Cristiano Ronaldo SPRINTING back to DEFEND in the 110th minute of the Champions League final which allowed Bale the score the winning goal.
And there’s people thinking that Mbappé’s job is to only score goals.
🥹 Cada 1 de junio me acuerdo de nuestro añorado José Antonio Reyes
Su gol al Mallorca, el que nos dio la Liga del Clavo Ardiendo, es uno de los que más pudimos celebrar los madridistas en nuestras vidas
Hoy se cumplen 7 años sin él, pero Reyes es eterno
Raditya Dika : "Kenapa laki-laki jarang cerita kalau ada masalah?"
dr. Aisyah Dahlan : "Karena dia mikirkan dulu.
Menganalisa dulu.
Cari solusi dulu.
Baru cerita."
Raditya Dika : "Makanya kalau ditanya kenapa, jawabnya sering cuma 'gak apa-apa'?"
dr. Aisyah Dahlan : "Iya."
Laki-laki, emang gitu ya? 🤔
Menurut dr. Aisyah, banyak laki-laki tidak langsung bercerita saat ada masalah.
Bukan karena tidak percaya pada pasangannya
Bukan juga karena tidak peduli.
Tapi karena mereka cenderung ingin memikirkan semuanya sendiri terlebih dahulu.
Mereka mengumpulkan informasi.
Mencari solusi.
Menyusun rencana.
Baru setelah itu siap untuk bercerita.
Sementara banyak perempuan justru merasa lebih lega setelah mengeluarkan isi pikirannya.
Makanya sering terjadi salah paham.
Perempuan merasa diabaikan.
Laki-laki merasa sedang menyelesaikan masalah.
Padahal keduanya sama-sama sedang berusaha
menghadapi masalah dengan cara yang berbeda.
Kalian kalau lagi ada masalah, tim langsung cerita atau tim diam dulu?
from; hallolalalah threads
minuman ga sesuai orderan tetep gw minum, ada rambut di makanan gw singkirin tanpa hrs protes, kembalian kurang gw ikhlasin etc
bukan krn sabar banget atau apa tapi semoga ketika gw lagi ada di titik hidup yg berat, serba salah, semoga ada orang yg memaklumi jg.
Arsenal - 🇪🇦 Mikel Arteta (44)
Man City - 🇮🇹 Enzo Maresca (46)
Man United - 🏴 Michael Carrick (44)
Liverpool - 🇪🇦 Andoni Iraola (43)
Chelsea - 🇪🇦 Xabi Alonso (44)
Tottenham - 🇮🇹 Roberto De Zerbi (46)
Era baru.
No, el Atlético de Madrid nunca haría algo así. Sin embargo, en los últimos meses venimos sufriendo una campaña de acoso y derribo sobre uno de nuestros jugadores. Filtraciones interesadas, 'fake news', faltas continuas de respeto, la versión culé de la maquinaria inventando historietas, llamadas antes de enfrentamientos directos... Pero claro, a nosotros tampoco se nos ocurriría tener a sueldo al vicepresidente de los árbitros o recurrir a favores políticos para inscribir a jugadores. RESPETO y VALORES.
Katanya pelatih Italia, itu-itu aja, buktinya banyak nih. Cuman emang pindah-pindah aja 😂🙏🏻
Tapi dari daftar ini siapa yang paling terbaik di Serie A? 🧐🇮🇹
#seriea#milan#inter#napoli#roma
Tau gak sih, ada kiper yang pernah bikin Iker Casillas jadi cadangan permanen?
Namanya Diego López! 😱
Tinggi 1.96m, produk La Fabrica, dan momentnya bareng Mourinho ikonik banget.
Yuk kita bahas, izin tag ya temen-temen.
Banyak orang yang cuma ingat backheel Guti ke Benzema di Riazor karena emang se-absurd itu, tinggal nendang malah di-umpan, tapi assist ke Zidane lawan Sevilla ini punya level estetika yang beda banget.
Mirwan Suwarso, Presiden Como 1907, dalam wawancara terbarunya bareng Helmy Yahya, cerita kalau ia membangun Como pakai konsep Moneyball: pendekatan manajemen tim olahraga yang dipopulerkan Billy Beane di awal 2000-an.
Idenya simpel tapi revolusioner, pakai analisis statistik untuk nemuin pemain yang undervalued di pasar, terus bangun tim kompetitif dengan budget terbatas. Konsep ini biasanya jadi andalan klub-klub kecil yang nggak bisa bersaing di bursa pasar melawan klub-klub tajir. Di Premier League, Brentford dan Brighton adalah dua contoh paling terkenal yang berhasil jalanin filosofi ini.
Yang bikin menarik, Mirwan nggak cuma belajar teorinya doang. Dia ngaku pernah ketemu langsung sama Billy Beane untuk bekerjasama soal ini, dan juga sama Tony Bloom, pemilik Brighton, buat pelajarin sistemnya dari orang-orangnya langsung. Habis itu, dia sama timnya mulai bedah sistem tersebut, menganalisa apa yang bagus, apa yang kurang, sebelum akhirnya bikin versi Moneyball mereka sendiri. Prinsipnya satu: semua keputusan sepak bola harus berbasis data.
Tapi Mirwan juga menegaskan satu hal penting: Como dibangun di atas sistem, bukan individu. Siapapun yang duduk di kursi pelatih nggak boleh jadi figur yang nggak tergantikan. Makanya, ia bentuk yang namanya “Dewan Sepak Bola” yang terdiri dari head of recruitment, head of development, head of football strategy, head of performance, tim pelatih, perwakilan pemilik, sport director, sampai tim keuangan. Semua keputusan sepak bola harus lahir dari kesepakatan bersama.
Nah, konsep ini paling keliatan nyata di proses rekrutmen pemain Como. Mirwan Suwarso menjelaskan prosesnya yang berlapis dan cukup ketat. Mulai dari tim rekrutmen yang nyaring kandidat berdasarkan data. Kalau lolos, nama itu diterusin ke tim scouting buat dikonfirmasi langsung, apakah datanya akurat atau nggak, gaya mainnya cocok sama filosofi tim atau nggak. Kalau cocok, lanjut ke tahap behavior analysis, di mana sikap dan karakter si pemain dinilai. Baru setelah itu diserahin ke tim keuangan buat ngecek apakah nilai pasarnya masuk budget atau nggak.
Kalau semua tahap itu udah dilalui, baru deh nama-nama kandidat yang lolos diserahin ke tim pelatih, biasanya 5-6 nama. Tim pelatih bebas milih siapapun dari daftar itu. Tapi kalau mereka punya kandidat sendiri di luar daftar, nama itu tetap bisa diajukan, dengan syarat harus ikutin seluruh proses rekrutmen dari awal juga.
Melihat betapa sistematisnya Como dijalankan, proses rekrutmen yang ketat, semua diselaraskan dengan visi pelatih, dan ujungnya bermuara pada hasil nyata di lapangan, rasanya nggak heran kenapa mereka bisa bicara banyak musim ini di Serie A.
Dan untuk kita sebagai orang Indonesia, ada kebanggaan tersendiri melihat klub yang paling dibicarakan belakangan ini, pemiliknya adalah orang Indonesia. 🥹❤️