FULL-TIME: Manchester United 3-2 AS Roma
58' Bruno Fernandes (Pen) β½οΈ
83' 86' Matheus Cunha β½οΈβ½οΈ
-----------------
11' Matias Soule β½οΈ
18' Donyell Malen β½οΈ
FOOTBALL BLOODY HELL! WHAT A COMEBACK! π₯Ήβ€οΈπ
#utdfocusid
40 years of Sir Alex Ferguson at Manchester United. A legacy that shaped generations, inspired legends and will forever be part of football history.
Some legends are simply irreplaceable. π
#MUFC
Manchester United tidak harus memenangkan trofi untuk tetap menghasilkan uang. Setidaknya, begitulah cara Avram Glazer melihat klub yang dimilikinya.
Dalam sebuah konferensi investasi Deutsche Bank di London, co-owner Manchester United tersebut menyampaikan bahwa klub sebesar United tidak sepenuhnya bergantung pada prestasi di lapangan untuk mempertahankan kekuatan bisnisnya.
Argumennya sederhana: lihat saja New York Yankees dan Dallas Cowboys. Keduanya sudah cukup lama tidak memenangkan gelar tertinggi di kompetisinya, tetapi tetap menjadi salah satu brand olahraga paling bernilai di dunia.
Dan kalau bicara soal Manchester United, Glazer memang punya alasan untuk cukup percaya diri.
Warisan era Sir Alex Ferguson, jutaan penggemar di seluruh dunia, dan nama besar yang sudah dibangun selama puluhan tahun membuat United tetap punya daya tarik besar di mata sponsor maupun investor.
Tapi ada satu hal yang perlu digarisbawahi: tetap menghasilkan uang bukan berarti bisnisnya terus berkembang.
Pendapatan komersial United memang masih mencapai Β£317 juta pada musim 2025/26. Namun, pertumbuhannya mulai melambat. Di saat yang sama, total utang finansial klub sudah menyentuh Β£689 juta.
Di sinilah perbedaan cara pandang antara pemilik dan suporter mulai terlihat.
Bagi Glazer, Manchester United adalah aset global yang tetap punya nilai jual tinggi, terlepas dari apa yang terjadi di lapangan. Sementara bagi suporter, kekuatan finansial dan komersial seharusnya menjadi modal untuk membangun tim yang kompetitif, bukan sekadar sesuatu yang dibanggakan.
Bagaimanapun, kekuatan brand Manchester United hari ini tidak datang begitu saja. Sebagian besarnya dibangun dari kesuksesan dan kejayaan klub di masa lalu.
Pertanyaannya, sampai kapan Manchester United bisa terus mengandalkan kejayaan masa lalu jika mereka sendiri tidak mampu menciptakan kejayaan yang baru?
#utdfocusid
Apakah JJ Gabriel benar-benar berpikir peluang menembus tim utama akan lebih mudah di Real Madrid?
Keputusan JJ Gabriel meninggalkan Manchester United disebut-sebut dilatarbelakangi frustrasi karena minimnya kesempatan untuk menembus tim utama. Namun, jika melihat perkembangannya di United, situasinya tidak sesederhana itu.
Pada usia 14 tahun, Gabriel sudah dipromosikan ke tim U-18. Setahun kemudian, ia dipanggil ke skuad utama untuk pertandingan pramusim melawan Atletico Madrid. Bahkan, namanya sempat masuk dalam rencana skuad untuk laga Carabao Cup melawan Brighton sebelum akhirnya meninggalkan Old Trafford.
Artinya, United bukan tanpa rencana untuk mengembangkan Gabriel. Memang belum ada jaminan debut kompetitif, tetapi jalur menuju tim utama sebenarnya sudah mulai terbuka.
Kini, Gabriel memilih Real Madrid dengan harapan baru. Namun, keputusan tersebut justru memunculkan pertanyaan: apakah persaingan di Santiago Bernabeu akan lebih mudah?
Di Madrid, ia harus bersaing dengan sederet pemain elite seperti Kylian Mbappe, Vinicius Junior, Jude Bellingham, Rodrygo, Arda Guler, hingga Endrick. Bahkan, untuk mendapatkan menit bermain secara reguler, Gabriel mungkin harus terlebih dahulu membuktikan kemampuannya bersama Real Madrid Castilla, tim cadangan klub.
Situasinya semakin menarik karena ia akan berada di bawah arahan Jose Mourinho. Meski dikenal sebagai salah satu manajer elite dunia, Mourinho juga bukan sosok yang memiliki reputasi konsisten dalam memberikan menit bermain kepada pemain akademi.
Pada akhirnya, persoalan Gabriel bukan sekadar soal memilih Manchester United atau Real Madrid. Ini tentang apakah ia dan orang-orang di sekelilingnya memahami bahwa menjadi talenta besar tidak otomatis membuat jalan menuju tim utama menjadi lebih mudah.
Meninggalkan United mungkin memberinya kesempatan untuk memulai dari awal, tetapi di Madrid, ia justru bisa menghadapi persaingan yang jauh lebih berat.
π¨ BREAKING: Cristiano Ronaldo menyampaikan surat perpisahan kepada rakyat Portugal setelah 23 tahun membela tim nasional.
Melalui sebuah surat terbuka, Ronaldo mengenang perjalanan panjangnya bersama Selecao yang dimulai pada Agustus 2003. Sebuah perjalanan yang telah mengubah hidupnya, dipenuhi kemenangan, kekalahan, rekor, hingga berbagai pencapaian bersejarah.
Berikut isi surat yang dimaksud:
Untuk seluruh rakyat Portugal,
Hari ini tiba saatnya bagi saya untuk menyerahkan kembali jersey dan ban kapten tim nasional yang selama ini menjadi milik kita semua.
Selama 23 tahun, saya mendapat kehormatan dan tanggung jawab untuk mengenakan, membela, serta membawa jersey ini ke berbagai stadion di seluruh dunia. Kini, saatnya saya menyerahkan tongkat estafet kepada generasi berikutnya.
Ini bukan keputusan yang mudah. Sebab, ada keputusan yang tidak hanya dibuat dengan logika, tetapi juga melibatkan perasaan.
Perjalanan yang dimulai pada Agustus 2003 ini telah mengubah hidup saya selamanya. Ketika mengenangnya, saya tidak hanya mengingat pertandingan, gol, rekor, atau trofi, tetapi juga jutaan orang yang selalu menjadi bagian dari perjalanan ini.
Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Portugal. Ada kemenangan yang tidak akan pernah saya lupakan, tetapi ada pula kekalahan dan kegagalan yang masih terasa menyakitkan hingga hari ini. Meski begitu, saya tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti merasa bangga mewakili negara ini.
Gol akan berlalu, trofi akan tersimpan di museum, dan rekor suatu hari akan dipecahkan. Namun, ada satu hal yang tidak akan pernah terhapus oleh waktu: tempat yang telah saya miliki di hati banyak orang.
Jika saya pernah membuat kalian bahagia, membuat kalian saling berpelukan karena sebuah gol, melupakan sejenak masalah, atau merasa bangga menjadi bagian dari Portugal, maka seluruh perjalanan ini benar-benar berarti.
Terima kasih kepada seluruh rekan setim, pelatih, staf, dan keluarga yang telah menemani perjalanan ini. Saya mendapat kehormatan menjadi kapten kalian, tetapi seorang kapten tidak pernah berjalan sendirian.
Dan untuk seluruh rakyat Portugal, ada satu momen yang akan selalu saya kenang: ketika lagu kebangsaan mulai berkumandang, kita semua berdiri bersama. Tidak ada perbedaan klub, warna, status sosial, profesi, ataupun pandangan.
Yang ada hanyalah satu gairah yang menyatukan kita semua: PORTUGAL. β€οΈπ΅πΉ
Bang Hanif bikin sayembara tuh!
Yang bisa nemuin pemilik akun roni barji di tiktok bakalan dikasih 10 juta!
Harusnya sih gampang yaaa, warganet Indonesia kan mantep banget dalam membongkar yang kaya gini nih.. π
FULL-TIME: Manchester United 3-2 AS Roma
58' Bruno Fernandes (Pen) β½οΈ
83' 86' Matheus Cunha β½οΈβ½οΈ
-----------------
11' Matias Soule β½οΈ
18' Donyell Malen β½οΈ
FOOTBALL BLOODY HELL! WHAT A COMEBACK! π₯Ήβ€οΈπ
#utdfocusid