449 HARI DIKRIMINALISASI
Sejak 30 April 2025 ketika Joko Widodo melaporkan perempuan ini,
Sejak itulah dia harus menjalani,
DIPERIKSA dan di BAP berkali-kali mondar-mandir ke POLDA
Naik menjadi TERLAPOR
Lalu naik lagi menjadi TERSANGKA
Disuruh Wajib Lapor seminggu sekali artinya menjadi Tahanan Kota
Lalu
Ditangkap tepat pada saat Ujian S3
Di tahan dalam Tahanan POLDA
Menjadi TAHANAN
Masuk sel penjara
Dipaksa berbaju orange
Diborgol
Dilimpahkan ke Kejaksaan
Disuruh Wajib Lapor lagi seminggu sekali
Mulai masuk Pengadilan.
Disidang menjadi TERDAKWA
Duduk di kursi pesakitan sendirian
Menghadapi tuntutan Jaksa dengan pasal berlapis-lapis, 8 tahun, 12 tahun
Dan akhirnya
Setelah 449 hari semua ini dijalani,
Dengan sabar, syukur, ikhlas
Allah SWT membebaskan perempuan ini
Membebaskan dari seluruh dakwaan.
Agar perempuan ini bisa melakukan banyak tugas lain,
Meneliti
Mengajar kesana kemari
Menulis banyak buku
Dan berhikmat
Bagi bangsa dan negara ini.
dr Tifa Usai Sidang: 10 Tahun Jadi Presiden, Jokowi Gak Pernah Diundang UGM! Ia kemudian membandingkannya dengan Ganjar Pranowo, Mahfud MD, Anies Baswedan dan dirinya yang disebut pernah mendapat undangan dari kampus tersebut..
*Bener juga ya apa kata dokter tifa, jokowi nggedabrus sebagai alumni UGM sejak Bambang Tri buka identitas jokowi 🤣🤣
Siapa yang makin yakin klo ijazah jokowi palsu? 😝
SIDANG KE-3 DR TIFA VS JOKOWI
Sidang hari ini agendanya mendengarkan tanggapan JPU atas Eksepsi dr Tifa.
Selain normatif dan mainstream, intinya ya memohon Yang Mulia Majelis Hakim menolak. Eksepsi dr Tifa.
Namun,
Hal paling menarik justru perdebatan Tim Advokat dr Tifa. (TPDT) dengan JPU.
Pasalnya,
Sampai sidang ke-3 berjalan, ternyata JPU belum juga menyerahkan SELURUH BAP ke TPDT.
Padahal berkas BAP adalah HAK sepenuhnya Terdakwa untuk menerima seluruhnya sebelum Sidang berjalan.
Parahnya lagi, yang tidak diserahkan JPU ke TPDT adalah jantung dari perkara ini, yaitu
26 BAP yaitu:
Satu klaster BAP Ahli yang dihadirkan POLDA
Satu Klaster BAP Ahli Digital Forensik plus BAP Puslabfor!
Dalam perdebatan panas tadi, sangat tampak JPU bersikeras tidak mau menyerahkan berkas BAP yang super penting itu.
Pertanyaannya:
Kenapa JPU mati-matian tidak mau serahkan BAP?
Ada Apa Denganmu Cinta?
MAHFUD MD: SAYA TERKECOH!
BERITA MENGATAKAN PELIMPAHAN PERKARA DARI POLISI KE KEJAKSAAN, P21.
TERNYATA BUKAN!
PELIMPAHAN HANYA BISA APABILA TERSANGKA (FEBRIE) TELAH DIPERIKSA POLISI!
TAPI TERNYATA INI PENGALIHAN PENYIDIKAN DARI POLISI KE KEJAKSAAN!
TERSANGKA (FEBRIE) BELUM PERNAH DIPERIKSA POLISI!
INI MELANGGAR HUKUM ACARA PIDANA!
Pesan straight forward dr Tifa kepada pak Joko Widodo.
Pesan ini untuk pak Joko Widodo yang tidak pernah berkacamata, tidak pernahberkumis, dan rambut selalu belah pinggir.
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
Mohon doanya
Tiga bulan menyendiri
Istilah di kalangan Para Ilmuwan adalah Sabbatical leave. Bersendiri untuk mendalami, merenung, dan mempelajari.
Naskah - apapun adanya - insyaAllah sudah siap.
Mengingat 30 tahun yang lalu masa-masa menuntaskan Pendidikan Dokter. Saling bertanya dengan teman
"Kok bisa ya kita selesai kuliah Kedokteran dan syukur ngga jadi gila"
Kuliah Kedokteran sangat sangat berat. Meluluhlantakkan tubuh, jiwa, dan mental.
Kini perasaan itu terasakan kembali.
Disertai tentu dengan beban dan tanggung jawab yang jauh lebih besar.
Disertasi ini tentang Diabetes, penyakit yang diderita 20 juta orang di Indonesia, dan itu angka gunung es. Faktanya jauuh lebih banyak.
Dan disertasi ini mengangkat Kitab Suci Al Quran dengan ayat-ayat As Syifa, atau ayat-ayat penyembuh.
Berat, berat sekali pertanggungjawabannya.
Karena itu, saya mohon doa sahabat semua, sebangsa dan setanah air.
Wajib Lapor Setiap Minggu
Hari ini Sabtu, 14 Maret 2026
Hari libur bagi banyak orang, tetapi tidak bagi saya, karena Wajib Lapor saya harus datang ke POLDA setiap Minggu, hari Senin sampai Jumat karena saya sibuk menyelesaikan persiapan ujian Doktoral, sehingga yang tersisa adalah hari Sabtu ini.
WAJIB LAPOR menjadi kewajiban yang harus saya jalani sebagai Tersangka sejak ditetapkan tanggal 7 November 2025 lalu.
Tanpa terasa sudah empat bulan berlalu, tanpa ada tanda-tanda kapan kewajiban yang sesungguhnya adalah nama lain dari Tahanan Kota ini selesai saya jalani.
Ruang Pemeriksaan KAMNEG DITRESKRIMUM menjadi ruangan yang akrab buat saya.
Seperti hari Sabtu ini, ketika saya ketok ketok pintu yang sepi seperti kamar hantu, setelah lima hari hingar bingar dipenuhi Tahanan dan Polisi dan Reserse dan Pengacara.
Setelah pintu dibuka tampaklah sejumlah Polisi Muda yang wajah kuyu kucek kucek mata. Oh rupanya mereka lembur periksa tersangka dan baru tidur melepas lelah siang ini.
Ada satu hal yang mungkin tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.
Bahwa pada suatu hari, setiap minggu, saya harus melangkah menuju kantor polisi untuk wajib lapor.
Seperti hari Sabtu ini,
Pagi-pagi sekali saya sudah bersiap. Jalanan Jakarta masih lengang. Banyak orang menuju tempat rekreasi, tempat ibadah, atau sekadar menikmati sarapan bersama orang yang mereka cintai.
Saya melangkah melalui gedung bertuliskan Tahanan Polda Metro Jaya setiap Minggu, dengan satu pikiran yang sama :
Ini bukan tentang saya.
Ini tentang harga dari sebuah keberanian untuk berbicara.
Saya tidak pernah mencari jalan ini.
Tetapi ketika kebenaran memanggil, kita tidak selalu diberi pilihan untuk hidup nyaman.
Ada rasa perih, tentu saja.
Ada rasa lelah, pasti.
Ada juga saat-saat ketika hati bertanya dalam diam:
Apakah semua ini akan dimengerti suatu hari nanti?
Tetapi setiap kali pertanyaan itu muncul, saya mengingat satu hal yang jauh lebih besar daripada rasa takut.
Bahwa sejarah selalu ditulis oleh mereka yang tetap berdiri ketika tekanan datang.
Setiap minggu bagi saya sekarang bukan lagi sekadar hari Wajib Lapor.
Setiap Minggu menjadi pengingat.
Pengingat bahwa jalan kebenaran tidak selalu mudah.
Pengingat bahwa suara hati kadang harus dibayar mahal.
Dan pengingat bahwa ketegaran sering lahir dari tempat yang paling sunyi.
Saya datang, saya melapor, saya pulang.
Lalu hidup berjalan lagi seperti biasa.
Karena pada akhirnya saya percaya satu hal:
Kebenaran mungkin bisa ditekan,
Tetapi tidak pernah bisa dihentikan.
Dan selama napas ini masih ada,
saya akan tetap berjalan.
Setenang mungkin.
Seteguh mungkin.
Setegar mungkin.
Karena banyak doa dan harapan bertaburan dan memberi saya kekuatan.
Hasbunallah wanikmal wakil.
Nikmal maula wanikman Nashir.
La haula wala quwwata ila billah.
Ketika kami bertiga masih memilih menjadi manusia yang seBERANI-BERANInya.
Perjuangan memang berat dan melelahkan.
365 hari. 8.760 jam. 525.000 menit.
Tidak semua orang sanggup.
Rismon,
bagaimanapun kita sudah pernah berjuang sama-sama buat memutihkan hitamnya sejarah bangsa ini.
Semengerikannya JUDOL !!
tetangga gua (persis depan rumah), dia karyawan pabrik..
nyandu banget sama JUDOL, yang didapet :
-sama isterinya cerai
-motor di gadai
- pacaran lagi terus nipu pinjem setifikat tanah lalu di gadai 80jt
- sekarang kabur dari rumah krn banyak yang nagih
-keluarga bibinya jadi korban karena harus membayar hutangnya.
kalo kata gua sih ini mengerikan, tapi heran masih banyak peminat JUDOL walopun udah ada contoh buruk.
Abu janda : Dengan senang Hati Gue pergi
Beberapa saat kemudian.
Aiman : KELUAR!!
Abu janda : Dia yg ngomong duluan (x6)
Abu janda ini udah kayak bocil brandalan
Besok demokrasi diuji.
KIP akan membacakan putusan sengketa informasi publik terkait Penyetaraan Ijazah Gibran R.R. dan dasar pertimbangan Kemdikdasmen dalam menerbitkannya.
Ini bukan soal politik.
Ini soal hak publik untuk tahu.
Keterbukaan informasi adalah pilar demokrasi.
📍 11 Maret 2026 – 10.00 WIB
Wisma BSG Annex, Jakarta Pusat
KeterbukaanInformasi #Demokrasi
>Beliau jabat walkot Solo 7 tahun
>Anak beliau jabat walkot Solo 3 tahun
>Beliau jadi Presiden 10 tahun
Tp selepas menjabat, bahkan di kota asalnya sendiri, masih bnyk warga miskin mengharap sumbangan dan justru terus dieksploitasi
Sebagai pemimpin harusnya malu atau bangga?
Benjamin Netanyahu’s brother Iddo Netanyahu has lost his life after Iranian missile strikes on Netanyahu’s family home.
Apparently the Iranians now have this family squarely in their crosshairs......