SERET NAMA BESAR, SEMBUNYIKAN FAKTA
Ada satu fakta yang tidak bisa dihapus begitu saja dari ruang publik: saya dr. Tifauzia Tyassuma bersama Dr. Roy Suryo telah melakukan kajian serius terhadap keaslian ijazah melalui karya mereka JOKOWI’S White Paper.
Itu bukan opini kosong. Itu adalah hasil pembacaan data, analisis forensik digital, dan pendekatan ilmiah yang disusun secara sistematis.
Narasi ini penting untuk diletakkan secara jernih: Jika memang ijazah tersebut asli, valid, dan tidak bermasalah, maka secara logika sederhana, bahkan logika paling dasar, tidak akan ada kebutuhan untuk: memperpanjang polemic dan mengaburkan data.
Menyeret nama besar seperti Pak Jusuf Kalla justru menimbulkan satu pertanyaan yang lebih dalam:
Apakah ini upaya memperlebar isu, agar inti masalahnya, yaitu pembuktian ijazah palsu, menjadi kabur?
Jika memang ijazah itu ada dan sah, maka membuktikannya di ruang publik dengan metode ilmiah justru akan: mengangkat legitimasi dan menutup ruang fitnah.
Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, penundaan, pengalihan isu, bahkan kriminalisasi terhadap pihak yang bertanya, maka publik akan membaca itu bukan sebagai klarifikasi, tetapi sebagai sinyal adanya sesuatu yang disembunyikan.
Ketika substansi sulit dijawab, maka isu diperluas, termul mulai menyeret nama-nama besar, ditarik masuk dalam pusaran perkara, menciptakan kegaduhan baru, sehingga perhatian public terpecah.
Dan akhirnya, orang lupa bertanya pada satu hal yang paling penting:
ADA ATAU TIDAK IJAZAH ASLI JOKOWI?
Israel tiba-tiba minta sidang darurat ke Dewan Keamanan PBB, menuduh Iran pakai cluster munitions senjata yg dilarang.
Tapi dunia juga belum lupa selama bertahun-tahun Israel juga menggunakan bom fosfor putih di Palestina, yang juga merupakan senjata yang dilarang dalam perang.
MISI SOLO TERUS BERGULIR, SEJUMLAH MAKELAR RJ TERUS MEMBURU PARA PEJUANG AGAR MAU DAMAI DENGAN JOKOWI
Hingga semalam (15/3), sejumlah pihak masih terus menghubungi klien kami, melalui sambungan telpon dan komunikasi WA hingga yang meminta untuk bertemu. Narasinya sama: mengajak untuk menempuh jalan RJ (Restorative Justice) dengan modus intimidasi dan atensi. Intimidasi dilakukan secara halus, sedangkan iming-iming (atensi) disampaikan dengan berbagai variasi dari tawaran pekerjaan hingga pergi umroh ke tanah suci.
Narasi yang diangkat selalu demi kepentingan para pejuang sambil terus menakut-nakuti akan ada yang ditangkap. Makelar RJ yang satu menyampaikan akan ada penangkapan sebelum Lebaran, sementara yang lain menyebut pasca Lebaran.
Para makelar ini, umumnya sudah kami ketahui orangnya. Sebagian pemain lama, sebagian yang lain adalah orang baru yang mencoba memburu THR dari JOKOWI dengan menghadirkan para pejuang sowan ke Solo. Bahkan, ada yang dikenal aktivis tapi main belakang.
Dalam kasus ini, kami ingin sampaikan kepada klien kami selaku pejuang baik Roy Suryo, Rizal Fadillah, Rustam Efendi dan Kurnia Tri Royani, sejumlah fakta dan analisa sebagai berikut :
*Pertama,* Kendati Rismon Sianipar telah berkhianat dan siap pasang badan untuk JOKOWI, ternyata kubu Solo masih tak percaya diri untuk bertarung di pengadilan. Mereka, masih terus berupaya memburu para pejuang agar mau mengambil fasilitas RJ yang disiapkan Solo, seperti yang sudah dinikmati Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.
Rismon Sianipar juga digunakan sebagai Duta RJ, yang ikut menjadi makelar menawari RJ. Bahkan, Rismon belum mendapat SP-3 karena belum menuntaskan sejumlah tugas tugas politik dari Solo.
Itu artinya, kemenangan makin dekat. Ijazah JOKOWI pasti akan terbongkar kepalsuannya di pengadilan. Testimoni Rismon Sianipar yang berkhianat, tak akan mampu menyulap ijazah yang bermasalah menjadi asli. Malahan, proses di KIP dan sidang CLS di Solo makin meneguhkan sejumlah masalah pada proses dan prosedur penerbitan ijazah JOKOWI.
*Kedua,* potensi adanya penangkapan dan penahanan telah berhasil dilalui dengan baik saat penetapan tersangka oleh Polda. Kejaksaan tidak akan melakukan penahanan, apalagi dengan KUHP dan KUHAP yang baru tidak memungkinkan dijadikan alasan untuk melakukan penahanan pada tersangka klaster 1 (Rizal, Rustam, Kurnia).
Adapun jika penangkapan dipaksakan terhadap klaster 2, maka publik dan seluruh rakyat akan tahu bahwa aparat penegak hukum tidak sedang menegakkan hukum akan tetapi melayani kepentingan JOKOWI. Rakyat akan marah karena aparat telah diperalat untuk kepentingan Solo dan ini akan menambah dukungan dan insentif perjuangan.
Yang paling rajih adalah cerita tentang rencana penangkapan, baik sebelum maupun setelah Lebaran, hanyalah gertak sambal untuk menekan agar para pejuang mau tunduk dan berdamai dengan JOKOWI.
*Ketiga,* jangan pernah mau mengambil uang haram dari pengkhianatan. Tidak ada nilai umroh, kalau dibiayai dengan uang pengkhianatan. Pekerjaan dari pengkhianatan juga tidak akan pernah berkah bahkan akan menjadi musibah.
Saat ini, semua pejuang harus menjaga jarak dan menolak apapun pemberian dari Solo, meskipun hanya berbentuk parcel Lebaran. Sebab, sekali anda berkompromi dan berdamai dengan kepalsuan, anda akan selamanya dicap sebagai pengkhianat.
Kepada seluruh rakyat Indonersia, mari kita dukung dan doakan agar pejuang kita diberikan keistiqomahan. Tidak takut dengan ancaman, tidak tergiur dengan bujukan. [].
Emang gila ya duo dajjal ini ahli dalam framing, prpaganda dan adu domba!!
——
Serangan false flag terungkap di Bahrain.
Kantor berita Reuters mengabarkan, serangan yang melukai 32 warga sipil pada 9 Maret 2026 lalu di Mahazza, Pulau Sitra, dekat lepas pantai ibu kota Manama disebabkan oleh tembakan rudal Patriot dari pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di negara itu.
Bahrain sempat menuduh Iran sebagai pihak yang menembakkan drone dan rudal-rudalnya dalam perang balasan terhadap AS dan Zionis Israel. “Rudal Patriot yang terlibat dalam ledakan di Bahrain dioperasikan oleh Amerika Serikat,” begitu tulis Reuters, Ahad 22 Maret 2026.
AS dan otoritas pemerintahan di Bahrain sempat menuding Iran sebagai dalang peristiwa tersebut. Saat itu, Iran menyasar pangkalan militer Paman Sam yang berada di negara-negara Teluk, termasuk Bahrain. Namun Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Teheran pernah membantah tudingan itu. Meskipun mengakui militer Iran menembakkan rudal-rudalnya ke wilayah Bahrain, tetapi target rudal-rudal tersebut adalah pangkalan militer AS.
Iran menepis tudingan awal Bahrain dan AS ketika itu, dengan menyebut adanya operasi bendera palsu yang dilakukan pihak-pihak tertentu untuk menyalahkan Iran. Sekaligus untuk memprovokasi agar negara-negara di Teluk Arab ikut membantu Zionsi-AS memerangi Iran.
Kini, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran telah menanggapi temuan Reuters bersama tim peneliti di Bahrain itu. “Apa yang disembunyikan oleh musuh, kini telah terungkap,” begitu pernyataan Iran yang dikutip dari Palestines Chronicle, Senin, 23/3/2026
Gambaran mengerikan jalannya pemerintahan.
Betapa presiden tidak mendapat informasi detil dan akurat serta cepat tentang kondisi (bencana) negara.
Maka segala keputusan dan narasi jadi TELAT dan NGACO.
PRABOWO HIDUP DALAM BUBBLE YANG TERISOLIR DARI DUNIA NYATA!
#ASBUN
Terima kasih atas tulisannya Bapak 🙏🙏🙏Semoga semangat itu akan terus ada saat ini. Gotong royong bekerja membantu saudara saudara kita. Semoga Tuhan memberikan kekuatan kepada saudara2 kita yg terkena bencana. Juga membukakan hati kita semua untuk membantu mereka bangkit kembali.🙏🙏🙏🙏
Sesalah salah nya mentri adalah salah nya presiden karena mengangkat orang jadi mentri bukan berdasarkan keahlian di bidang nya
Mau sampai kapan @prabowo jadi tumbalnya @jokowi karena mempertahankan orang lama yang gak bisa kerja ?
Jalan-jalan ke Pangandaran,
Kalau tidak tepati janji ya saya tenggelamkan !
Kawan-kawan, simpan ya video di bawah ini untuk tagih janji beliau nanti 😃😃😃👍
Dipicu oleh kekecewaan terhadap lambatnya respons pemerintah, sekelompok warga di Sumatra mengambil inisiatif sendiri untuk menolong korban banjir dan longsor di wilayah terdampak.
https://t.co/BJRR33QRFa
Sekarang jaman udah canggih.
Gak cuman kerja yang bisa remote.
Atas prestasi bareng @KejaksaanRI dan Silfester, sekarang ada 'Napi Remote'
6 Desember 2025
2392 HARI MANGKIR !