Suatu hari nanti, sejarah akan bertanya: “Apa yang dilakukan dunia ketika anak2 dibunuh di Gaza?” Akankah kita mengatakan bahwa kita melihat penderitaan mereka, mendengar tangisan mereka, dan tetap melanjutkan hidup kita seolah-olah tidak terjadi apa-apa?
Warga Gaza mengantarkan kepergian 100 syuhada, termasuk 70 anak-anak, yang gugur dalam genosida Israel di Jalur Gaza.
Setelah lebih dari 1.000 hari, tim pertahanan sipil Gaza akhirnya dapat mengevakuasi 100 jenazah tsb dari bawah reruntuhan rumah-rumah yang hancur menimpa tubuh mereka.
Lagi dan lagi, Zionis jahanam menggusur rumah warga Palestina di Birzeit.
Kekerasan terhadap warga Palestina masih terus terjadi, jangan berhenti bersuara!!
Tentara Amerika Serikat bertindak sebagai penjaga kamp konsentrasi Gaza, di belakang pagar-pagar dengan kawat duri yang mengingatkan pada kamp-kamp Nazi... jauh dari membebaskan rakyat Palestina, mereka mengawasi agar tak seorang pun kabur.
Dalam film-filmnya, AS selalu digambarkan membebaskan dunia, kenyataannya justru mereka yang melakukan genosida dan menjaga kamp-kamp konsentrasi.
Mereka bukan satu-satunya yang melakukannya, penjaga sipil dari Spanyol juga ikut serta dalam pengawasan kamp-kamp konsentrasi bersama dengan prajurit-prajurit Eropa lain dari Prancis atau Italia.
Seandainya kemunduran politik Amerika hanya memiliki satu bukti, yang akan saya jelaskan, maka satu bukti itu saja sudah cukup. Bukti tersebut adalah terpilihnya seseorang dengan karakteristik seperti Donald Trump sebagai pemimpin Amerika Serikat.
#HarusBangkit#Khamenei
Warga Israel di grup Telegram pribadi sedang mengejek kematian prajurit AS berusia 19 tahun bernama Isabella Gonzales.
Dia tewas melindungi Israel.
Mereka tertawa.
Itu Harga yang Harus Dibayar dari Membela Teroris Israel.
Negara-negara Arab yang membela Israel dan mengabaikan Palestina juga akan membayar itu, waktunya akan tiba.
@SoftWarNews Baru berapa hari AS sudah mengap mengap, seperti biasa AS minta gencatan senjata agar bisa tarik nafas untuk pulihkan kekuatan. Semoga Iran hajar terus AS sampai tumbang.
⛔️Gulf states hosting United States military bases—namely the UAE, Kuwait, Qatar, and Bahrain—have been attacked by Iran because Trump violated a ceasefire during Khamenei's funeral procession.
Inilah salah satu adegan paling brutal dalam sejarah manusia. Momen ketika tenda-tenda pengungsi dibom di Jalur Gaza selatan, di daerah Mawasi, Khan Yunis, menewaskan lebih dari 500 warga sipil. Sebuah video yang tidak boleh dilupakan dunia.
Mengapa Pemakaman Ditunda Berbulan-bulan?
Penundaan pemakaman pemimpin Iran (menggunakan praktik wadi'ah atau penitipan jenazah sementara) dilakukan karena alasan keamanan yang krusial, perang dan skala logistik yang masif.
Sebagai tokoh besar, pemakamannya akan dihadiri oleh jutaan pelayat dari dalam dan luar negeri. Mengingat kondisi geopolitik yang rawan, jenazah disemayamkan sementara hingga situasi benar-benar kondusif agar prosesi pemakaman dapat berjalan dengan aman, layak, dan terhormat.
Apakah Diperbolehkan dalam Islam?
Ya, baik dalam fikih Syiah maupun Ahlusunah (Sunni), hukumnya diperbolehkan jika ada alasan maslahat yang kuat.
Dalam Fikih Syiah: Praktik ini disebut wadi'ah. Jenazah disemayamkan di tempat sementara demi kemaslahatan tertentu (seperti kondisi perang atau menunggu situasi aman) sebelum dipindahkan ke makam permanen.
Dalam Fikih Ahlusunah: Meskipun anjuran utamanya adalah menyegerakan (ta'jil), para ulama Sunni membolehkan penundaan jika ada uzur syar'i atau kepentingan yang lebih besar. Contohnya: faktor keamanan, menunggu keluarga, proses identifikasi, otopsi, atau kendali logistik. Hanya saja, dalam tradisi Sunni tidak ada istilah khusus seperti wadi'ah.
Contoh Historis yang Serupa
Penundaan pemakaman tokoh besar demi kehormatan dan kemaslahatan bukanlah hal baru dalam sejarah, baik di dunia internasional maupun di Indonesia:
Ismail Haniyeh: Pemakamannya tertunda beberapa hari karena harus diterbangkan dari Tehran ke Qatar demi keamanan dan penghormatan dari berbagai delegasi negara.
Bung Tomo (Tokoh Sunni): Meninggal di Padang Arafah pada 7 Oktober 1981. Jenazahnya baru dimakamkan 8 bulan kemudian di Surabaya karena membutuhkan waktu lama untuk persiapan logistik dan menerbangkan jasadnya kembali ke Tanah Air menggunakan pesawat Hercules TNI-AU.
Kesimpulan: Penundaan ini bukan bermaksud menelantarkan jenazah, melainkan bentuk ijtihad fikih untuk menjaga kehormatan sang mayit serta demi keselamatan kemaslahatan publik (para pelayat) yang jauh lebih besar.
Pertanyaan Kedua: Apakah jenazah-jenazah suci yang disemayamkan dan dijaga selama berjam-jam di dalam Mosalla Imam Khomeini ini tidak akan mengalami masalah? Apakah tidak terjadi apa-apa pada jenazah-jenazah tersebut? Mengingat cuaca saat ini cukup panas...!!
Jawabannya sederhana dari video di bawah ini. Ruang pendingin (cold storage) dan kulkas-kulkas portabel ini diletakkan di bawah struktur kayu dekorasi ini, agar jenazah-jenazah tersebut tetap terjaga dengan aman dan tidak mengalami kerusakan!!
🇮🇷 Terkadang, sejarah membisu di hadapan momen yang tak sanggup diurai oleh kata-kata.
Hari ini adalah hari itu. Sebuah hari di mana Anda menyaksikan keteguhan luar biasa dari sebuah bangsa, terpikul di atas pundak-pundak lelah yang air matanya mengalir deras tanpa mampu dibendung lagi.
Di tengah samudra manusia ini, tua dan muda, pria maupun wanita, melebur dalam kedukaan dengan cara mereka sendiri. Ada yang menangis dalam keheningan yang menyayat, ada yang terisak hingga dadanya terguncang, dan tak sedikit yang begitu luruh oleh kesedihan hingga tak sanggup lagi menegakkan kaki. Seolah-olah, setiap jiwa yang hadir di sini datang untuk menyerahkan seluruh napas dan raga mereka demi sebuah perpisahan terakhir.
Hari ini, jalanan bukan lagi sekadar aspal tempat iring-iringan jenazah melintas. Jalanan telah menjelma menjadi saksi bisu dari jutaan hati yang hancur; menampung miliaran kisah tentang kenangan, pengabdian tiada akhir, dan perihnya sebuah pamitan.
Suara tangis yang pecah bersahutan, larut dalam bait-bait doa yang dirapalkan dengan bibir bergetar. Rasa sesak yang menyumbat tenggorokan kini menjadi satu ikatan tak kasat mata—mengunci ribuan hati dalam satu duka yang sama.
🇮🇷🇺🇸| Hari ini, 38 tahun yang lalu, AS menembak jatuh pesawat penumpang Iran, menewaskan 290 orang di dalamnya.
Kapal USS Vincennes, pada tahun 1988, menembak jatuh pesawat sipil IR655 di atas perairan teritorial Iran di Teluk Persia, menewaskan seluruh penumpang yang berjumlah 290 orang, termasuk 66 anak-anak & 16 wanita… dan kaptennya bahkan mendapat hadiah dan AS tidak pernah meminta maaf.
🇮🇷 ⚡️🇺🇸🇮🇱 “Iran sangat keliru jika mereka mengira Trump akan diam saja selama serangan di Selat Hormuz — Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz
“Mereka melihat itu dengan jelas selama beberapa malam terakhir”
👊 Kalian juga merasakan bagaimana respon dan pembalasan langsung Iran ke 8 Pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait.
🇮🇷⚡️🇺🇸🇮🇱 “Komunitas internasional sepakat bahwa serangan Iran di Selat Hormuz merupakan pelanggaran hak asasi manusia” — Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz
“Bahkan China & Oman”
👊 Hak asasi manusia? Amerika Serikat, yang membunuh lebih dari 168 anak pada hari pertama perang yang dipaksakan terhadap Iran, mengajari kita tentang hak asasi manusia?
Amerika dan Israel yang melakukan GENOSIDA di Gaza dan Lebanon, mengajari kita tentang HAM?
KRISIS EVAKUASI ISRAEL
Pasukan Israel terus berada di bawah tekanan berat di wilayah selatan Sungai Litani, menghadapi sergapan tanpa henti dan serangan taktis dari pihak Perlawanan.
Akibat tingginya intensitas pertempuran di medan laga, unit-unit darat Israel tidak mampu mengevakuasi kendaraan lapis baja mereka yang lumpuh serta perangkat keras militer lainnya dari zona pertempuran.
Dalam perkembangan yang signifikan, laporan media Israel mengindikasikan bahwa militer Israel telah secara resmi meminta "Komite Mekanisme" internasional untuk menjalin kontak dengan Hizbullah. Pihak militer tengah mengupayakan koordinasi keamanan dan jalur aman guna mengevakuasi korban luka maupun tewas (casualties) serta kendaraan mereka yang rusak dari Lebanon Selatan.
Perkembangan ini menyoroti pergeseran besar di lapangan, yang menunjukkan tantangan operasional yang dihadapi pasukan darat Israel serta ketergantungan mereka pada mediasi internasional demi mengelola logistik di dalam sektor pertempuran di selatan Litani.
PERTEMPURAN SENGIT DI LEBANON SELATAN: HEZBOLLAH GEMPUR INVASI DARAT ISRAEL, LAPORKAN KORBAN JIWA DALAM JUMLAH BESAR
BEIRUT — Pertempuran skala besar kembali pecah di Lebanon selatan pada Kamis malam setelah pasukan pendudukan Israel meluncurkan operasi invasi darat baru. Menanggapi pergerakan tersebut, kelompok perlawanan Hezbollah meluncurkan gelombang serangan roket berat dan rudal berpemandu, memicu bentrokan sengit pada jarak nol (close-quarters combat).
Menurut sumber lokal, wilayah Lebanon selatan kini menjadi medan pertempuran hebat, terutama di sekitar kawasan Kfar Tebnit dan Bukit Ali al-Taher.
Invasi Tiga Jalur Menuju Bukit Ali al-Taher
Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa militer Israel bergerak maju menggunakan tiga rute berbeda yang mengerahkan pasukan dalam jumlah besar.
Rute Pertama: Pergerakan dari arah Arnoun menuju kawasan stasiun Tabaja.
Rute Kedua: Penetrasi dari kawasan Zaffata menuju pinggiran Kfar Tebnit.
Rute Ketiga: Konvoi yang menargetkan penguasaan strategis di kawasan Bukit Ali al-Taher.
Namun, upaya penetrasi ini langsung disambut dengan hujan artileri dan tembakan bertubi-tubi roket berpemandu dari pihak Hezbollah yang telah mengantisipasi titik-titik konsentrasi pasukan Israel.
Kendaraan Militer Hancur, Evakuasi Medis Terhambat
Pertempuran malam ini dilaporkan menimbulkan kerugian signifikan di pihak pasukannya pendudukan. Berdasarkan data awal dari medan perang:
- 4 kendaraan militer Israel dilaporkan hancur total akibat hantaman langsung.
- Hezbollah mengerahkan rudal pertahanan udara (AD) untuk menghalau pesawat tempur Israel yang mencoba memberikan bantuan udara.
- Situs evakuasi medis bagi tentara Israel yang terluka turut dibombardir oleh artileri Hezbollah, yang memaksa helikopter med-evac Israel harus beroperasi tanpa henti di bawah situasi berisiko tinggi.
"Pasukan perlawanan terlibat bentrokan langsung dengan tentara pendudukan pada jarak nol, sembari terus meluncurkan gelombang roket ke garis belakang musuh," ujar perwakilan sumber lokal dalam laporan tersebut.
Sampai berita ini diturunkan, situasi di Lebanon selatan masih membara dengan dentuman artileri dan sirene ambulans yang terdengar di sepanjang perbatasan.
Pihak Hezbollah menegaskan akan terus menahan laju infiltrasi, sementara intensitas pertempuran diperkirakan akan terus meningkat hingga esok hari.