Pramono Anung menghadiri acara Deklarasi Muda Mudi Menyala Jakarta untuk mendukung dirinya dan Bang Doel sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Pos Bloc Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (28/10) #JakartaM3nyala#JakartaM3nang#PramDoelMenang
PERTARUNGAN DI JAKARTA
Menarik melihat pergerakan suara pasangan calon gubernur Jakarta sebulan terakhir. Ridwan Kamil - Suswono masih di atas, namun Pramono Anung - Rano Karno berhasil memperpendek jarak. Dharma Pongrekun - Kun Wardana stagnan dan cenderung melemah.
Di awal bulan September, Lembaga Survei Indonesia memotret suara RK-Suswono sekitar 51,8 persen, berbeda 23,4 persen dengan suara Pramono-Rano yang saat itu mendapatkan dukungan 28,4 persen.
Di pertengahan September, selisih kedua pasangan calon tersebut menyempit menjadi sekitar 16 persen. Survei yang dilakukan Poltracking ketika itu menemukan RK-Suswono didukung 47,5 persen dan Pramono-Rano 31 persen.
Di akhir September, jarak suara kedua pasangan itu menjadi lebih pendek, 11,8 persen. Temuan survei Charta Politika menunjukkan bahwa saat ini, suara RK-Suswono 48,3 persen dan Pramono-Rano 36,5.
Ada pun calon independen (Dharma-Kun), perolehan dukungannya terus mengalami penurunan dalam tiga periode survei dari tiga lembaga tersebut. Di awal bulan, suara pasangan ini sebesar 16,6 persen, di pertengahan 15,9 persen, dan di akhir bulan menjadi 9,7 persen.
Data-data ini menginformasikan satu hal penting, pemilihan kepala daerah di Jakarta masih sangat dinamis. Koalisi jumbo yang ada di belakangan pasangan nomor satu (RK-Suswono) tidak menjadi jaminan mutlak untuk memenangkan pertarungan. Sebaliknya, dukungan koalisi minim untuk pasangan nomor 3 (Pramono-Rano) nampaknya bukan hambatan berarti untuk mereka bersaing.
Keunggulan sementara RK didukung oleh popularitas atau kedikenalan yang memang lebih tinggi. Pada survei Charta, RK sudah dikenal 95 persen warga. Bandingkan, misalnya, dengan Pramono yang baru dikenal 59 persen.
Pasangan nomor 3, saya kira, diuntungkan oleh figur Rano Karno yang juga sangat populer, dikenal 91 persen warga. Yang menarik dari Rano adalah bahwa selain populer (hampir sama dengan RK), penerimaan publik pada Rano sangat tinggi, bahkan tertinggi di antara semua calon gubernur dan wakil gubernur. Ini adalah modal terpenting untuk pasangan nomor tiga.
Kampanye akan terus dilakukan. Pengetahuan publik Jakarta pada semua pasangan calon akan semakin luas. Pada saat semua warga tahu semua pasangan, maka aspek popularitas tidak akan lagi memadai. Di sini, para calon akan masuk ke fase terpenting, yakni pertarungan rekam jejak dan tawaran kebijakan. Debat antar calon yang sebentar lagi akan dilaksanakan berpotensi menjadi sangat krusial.
Pemilihan gubernur Jakarta belum selesai. Masih sangat mungkin terjadi kejutan.
Jakarta, 3 Oktober 2024
SAIDIMAN AHMAD
Pilihan presiden bole beda yee... Partai apalagi, tapi urusan tuk mimpin Jakarta, jgn pek salah orang, bisa berabe ntar #MasPram dan #BangDoel pasangan yg tepat untuk Gubernur selanjutnya, Amienn... #JakartaMenyala
Mas Pram dan Bang Doel diantar ribuan pendukung naik oplet ‘Si Doel’ ke pengundian nomor urut Pilkada Jakarta 2024. Jakarta siap menyala! 💥 #JakartaMenyala#Pilkada2024"
Pasukan Mas Pram dan Bang Doel menuju kota tua untuk deklarasi Pemilu Damai yg diselenggarakan KPUD Jakarta di Kota Tua #JakartaMenyala@pramonoanung@ranokarno_
Masyaallahh.. program-program unggulan mas Pram dan bang Doel keren abis deh, memakai istilah-istilah keren juga untuk membangun Jakarta dan menarik perhatian gen-Z
#JakartaMenyala#Pilkada2024#Pilkada2024AmanDamai
Bu Sri Mulyani @KemenkeuRI :
Sebagai Pertanggungjawaban Institusi dari staf ibu sdr Rafael Alun Trisambodo maka kami meminta agar Korban sdr David diberikan perawatan yang Terbaik, kirim segera ke RS NUH Singapura krn Prof dokter specialis otak ada disana.
Bantu rituit yah 🙏