Pukimak betul kalian ini. Berkelahi dan saling mempermalukan satu sama kalian lalu cipokan didepan kami. Besok-besok jangan lagi gunakan kalimat ‘Kita ini negara hukum’. Kalian menunjukkan ini bukan negara hukum tp ini negara milik nenek klean.
Indonesia Gelap
Indonesia Hancur
Indonesia Cemas
*Ada yang lebih membunuh dibandingkan gula dan rokok.
Yaitu negara yang gagal melindungi rakyatnya bersuara😔😔
Yang telah meraka perbuat :
1. MBG (maling)
2. Board of peace (kacung amerika)
3. DANANTARA (para bandit)
4. Koprasi merah putih (rumah hantu)
5. Food estate (sawit)
6. Genteng dan sawitisasi (omon omon)
Tunjukin mana yang bagus dan berhasil ?
Pukul 10.09 malam tadi, ponsel saya bergetar. Sebuah pesan WhatsApp mendarat dari New York. Dari siapa lagi kalau bukan Imam Shamsi Ali. Sang "Putra Kajang" yang kini menjadi imam besar di pusat dunia, Manhattan. Isinya tidak basa-basi. Tajam, kritis, dan terasa ada kegelisahan yang mendalam di balik baris-baris kalimatnya. Beliau bukan sekadar bicara sebagai tokoh agama, tapi sebagai saksi mata yang melihat langsung bagaimana mesin politik Amerika bekerja di depan hidungnya.
Intinya satu: beliau meragukan "kejujuran" BOP. Baginya, jualan perdamaian ini aromanya lebih mirip transaksi broker properti daripada misi kemanusiaan. "Don Hadi," mungkin begitu bayangan saya beliau berbisik lewat teks, "bagaimana mungkin kita percaya pada kebaikan hati Donald Trump yang sudah jelas-jelas menyerahkan Yerusalem ke kantong Israel?" Ada nada sarkasme yang perih. Beliau mengingatkan saya bahwa di balik istilah mentereng The Riviera of the Middle East, ada rencana besar Jared Kushner untuk menyulap Gaza menjadi pusat bisnis, tanpa melibatkan suara rakyat Palestina sedikit pun.
Pesan itu adalah peringatan keras bagi kita di Jakarta. Imam Shamsi tidak ingin Indonesia hanya menjadi "buih" yang hanyut dalam skenario Abraham Accord. Beliau menantang kita untuk keluar dari mental inferioritas atau penyakit wahan itu. Kita jangan sampai mau disuap, apalagi dipaksa, hanya untuk mengakui Israel tanpa kemerdekaan Palestina yang berdaulat secara hukum. Bagi beliau, hanya persatuan blok negara Muslim di OKI yang punya taring asli. Kalau kita tetap memilih jalan pintas lewat BOP, jangan-jangan kita sedang menggali lubang untuk kedaulatan saudara kita sendiri.
ET Hadi Saputra, Komplek KOMPAS, 6 Februari 2026
@prabowo@kemlu_ri@Kemenag_RI@mohmahfudmd@DinoPattiDjalal @GeneralSuryo @aniesbaswedan@muhammadiyah@nu_online@ShamsiAli2