Berdasarkan putusan terbaru per 12 Mei 2026, Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa Jakarta Ibu Kota Negara Indonesia.
FYI, anggaran untuk IKN per 2025 aja udah 75 triliun. Terus gak jadi apa-apa.
Bisa bangun berapa sekolah itu harusnya๐ญ๐ญ๐ญ
Gua Baru Tahu Sering Nonton Short Video Bisa Bikin Fungsi Otak Menurun
Awalnya gua kira nonton short video di HP itu cuma buang-buang waktu. Tapi setelah baca jurnal ini, gua baru tau efeknya bisa berbahaya untuk otak.
Penelitian dari Tiongkok ini meneliti 48 orang, terus dilihat kebiasaan mereka nonton short video, lalu dicek fungsi atensi & kontrol diri, didukung juga dengan pemeriksaan EEG.
Hasilnya bikin gua cukup bikin kaget antara lain:
-Semakin sering nonton short video, semakin turun kemampuan otak buat kontrol diri
-Fungsi eksekutif otak, terutama atensi, juga menurun
Short video itu juga berasosiasi dengan overstimulasi dengan karakteristik cepat, singkat, dan penuh reward instan. Lama-lama otak jadi kebiasaan butuh stimulus cepat, sehingga bikin fokus jangka panjang makin susah.
Yang menarik dari studi ini adalah:
Semakin tinggi tingkat kecanduan (adiksi) untuk menonton short video di smartphone, berasosiasi dengan semakin rendah tingkat pengendalian diri (self control)
KESIMPULAN:
Kebiasaan nonton short video ternyata berkaitan dengan penurunan self-control dan turunnya fungsi eksekutif otak, terutama kemampuan atensi.
Ini yang edan siapa ya?
Semua keterangan Dirut Agrinas ini bermasalah. Puasa-puasa, memancing kemarahan publik. Belum belajar dari kasus Agustus tahun lalu kah?
- Apa kaitannya Impor Mobil yang dilakukan Agrinas dengan penghematan APBN? Apa pakai APBN untuk impor-nya? Kalau benar, berarti Proyek Pemerintah? Edan sekali ini.
- Faktanya, ini bisa diduga kuat adalah rente. Dan yang akan membayar adalah KOPDES Merah Putih. Bukan gratis diberikan Agrinas ke KOPDES, tapi mengincar uang modal KOPDES yang akan digunakan untuk membeli mobil Impor dari India tersebut.
- Padahal, uang usaha KOPDES itu bersumber dari PINJAMAN alias Utang ke BANK-BANK HIMBARA. Bayangkan, Koperasi belum jelas usahanya, tapi uang utangnya sudah diincar untuk membayar mobil yang diimpor.
- Utang Kopdes ke Himbara tersebut, akan dicicil lewat hasil usaha. Tapi apa iya mereka sudah akan punya penghasilan usaha? KOPDES-nya saja banyak yang belum beroperasi. Data terkini hanya seribuan yang sudah betul-betul siap operasi. Lha kalau tidak ada hasil usaha, dengan apa bayar cicilan utang nya?
- Utang Kopdes akan dicover oleh DANA DESA (APBN), ini lah cilakanya. Mobil impor dibayar lewat utang Bank Himbara, jika ndak mampu nyicil, nanti dana desa yang mestinya untuk kesejahteraan warga desa malah yang diambil.
- Sisi lain, kapasitas produksi truk nasional yang baru 70 ribu per tahun, bukannya dibantu agar bisa lebih naik, malah dihantam dengan impor mobil dari India sebanyak 105.000 ribu unit. Kurang edan apa ini?
- Puluhan ribu pekerja di sektor otomotif yang saat ini juga sedang tertekan penjualannya, bukannya dibantu, malah lebih disengsarakan dengan lebih memilih membayar keringat rakyat India, dibanding membela dan bayar keringat bangsa sendiri.
Wis edan ini. Untuk siapa sebenarnya Dirut Agrinas ini bekerja? Untuk rakyat atau untuk tuannya?
FK
Ngobrol sama pengusaha muda, usahanya kelihatan kecil, tapi cabang dimana-mana.
Mas, keren mobilnya, boros gak sih bensinnya?
lumayan om.
Kebutuhan hidup sehari berapa budgeting, cukup 300 ribu?
Wah zaman sekarang mana cukup om?
Gaji karyawanmu?
(dia diam)
Sistem dibuat
di-evaluasi
di-mod secara liar
Sistem ber-evolusi
owner user bertambah
power user bertambah
Sistem menjadi redundant
flow kacau
Input output jebol
Sistem makin carut marut
Nanya @grok..
Apakah Penggunaan dosis tinggi opioid seperti heroin, morfin, oxycodone, hydrocodone, atau fentanyl, dapat menyebabkan PTOSIS sebagai efek samping akut (intoksikasi)
secara data dia bener, tapi pendapat ini juga bisa menyesatkan kalo dipakai sebagai justifikasi kebijakan.
70% oksigen di dunia memang diproduksi oleh fitoplankton, hutan memang bukan paru-paru utama dunia.
narasi yang sering muncul sebab dari pendapat di atas adalah "kalo laut yang bikin oksigen, kenapa kita ribut soal hutan?"
nah, di titik inilah false dichotomy muncul. dipertentangkan seolah harus memilih salah satunya.
padahal ekosistem itu sepaket, gabisa cangcingcup pilih salah satu.
di bukuku, Arcana Oceanis, ada salah satu bagian di mana aku bahas gimana hubungan laut dan darat.
teman-teman, kalo hutan rusak, efek kerusakannya itu bukan hanya dirasakan darat, tapi juga sampai ke laut.
kalo hutan rusak, sedimentasi meningkat. akibatnya, terumbu karang bisa mati.
hutan rusak juga bisa menyebabkan ledakan alga yang menghasilkan racun bagi kehidupan laut serta manusia.
suhu laut yang naik juga disebabkan oleh daratan yang rusak, khususnya hutan.
jadi gabisa kita ambil salah satu, sementara lainnya kita abaikan. semua udah dalam satu harmoni, saling terhubung.
memang paling benar, ayola semua pemangku kebijakan, kita taubat ekologis.
memanglah secara ekonomi atau pertumbuhan ga secepat apa-apa yang ada di atas kertas modern, tapi para pendahulu kita, hidup dengan nyaman, mati dengan tenang, tanpa merusak apapun.
[SIARAN PERS]
Pemerintah Ancam Kebebasan Pers dalam Liputan Bencana
Pada bencana banjir di tiga provinsi, Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak mengeluarkan pernyataan agar media tidak memberitakan kekurangan pemerintah.
-utas-
Teksbook sekolah di Indonesia ingin mereka ganti.
Berikut adalah transkrip lengkap dari video dalam postingan X tersebut (wawancara Rabbi Yehuda Kaploun di Jerusalem Post conference). Transkrip ini dibuat berdasarkan subtitle dan audio video, dengan sedikit koreksi untuk kejelasan:
"The president is sending a very strong message. Think about it, ironically I get off the plane and am the President's representative, and I'm walking off with yarmulke and have kosher food. Embassies will also have kosher food. It is a game changer.
The appointment is a game changer. It's not about history, it's about education.
How do we educate?
Indonesia has 350 million Muslims living in this country. How to change their textbooks?
How do we hold the people in Gaza accountable that if America is paying for UN textbooks and supposedly the changes are made, why those textbooks not being used and they using their old textbook?
We have to teach people it's OK to educate your kids OK. How do we battle anti-Semitism on Internet? How are doing better on algorithms? What companies can we work with?We are going to have a whole division within the office of the Special Envoy to Combat Anti-Semitism that is going to work on technology and working with the greatest leaders in technology, many of whom are Jewish and offered their assistance.
The office is going to be revamped entirely, one of the highest profile offices in State Department because that's what secretary wants and that's what president wants. So, we are going to have a very, very strong mandate on education, on protecting people, and how are we able to make a huge difference in combating what goes on."
Elon is building an inverse Dyson sphere: around Earth instead of around the Sun ๐
SpaceX is on track to surpass 10,000 satellites in orbit by Feb 2026.
Salah satu isu nasional Singapore saat ini. 3000 resto tutup dlm 2 thn terakhir.
Why? Sewa tempat naik gila2an. Maybe efek gentrifikasi juga.
Lahan makin mahal krn serbuan global ultra rich people ke Spore. Bnyk bilioner Asia yg beli properti Spore.
Resto Spore kelas UKM minggir.
Efek gentrifikasi ini terjadi di San Fransico dan Jogja misalnya.
Di SF sewa lahan naik gila krn banyak OKB start up yg tinggal di SF.
Harga tanah Jogja makin mahal krn bnyk investor kaya Jakarta yg beli properti di Jogja.
Efek gentrifikasi buruk bagi kaum mendang mending.
Di SF banyak homeless krn harga rumah makin gila.
Di Jogja bisa beli rumah hanya buat kamu kaya. Yg miskin tersingkir.
Di Spore UKM resto pasti tersingkir krn efek gentrifikasi juga.
Banyak bilioner Asia yg beli properti Singapore. Dampaknya harga sewa lahan akan makin mahal.
Gentrifikasi = sebuah kota naik kelas dan makin mahal harga tanahnya krn makin banyak kaum kaya tertarik untk invest di tempat tsb. Akibatnya kaum mendang mending yg akan tersingkir pelan pelan.