Sekali lagi tindakan yang menurutku sangat heroik oleh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus di tengah kepentingan elit oknum. Ialah ketika para peserta sidang (yang mayoritas para kiai-kiai Suriyah) didiamkan di tempat sidang tanpa kejelasan dari jam 4 sore hingga jam 8 malam, Beliau KH. Kafabihi Mahrus masuk ke Ruangan Rais Am dan berbicara kurang lebih demikian; "Yai, semua yang beredar bahwa Lirboyo anti Rais Am fitnah itu adalah fitnah. Framing yg beredar bahwa Lirboyo benci RA tidak benar. Saya mohon lokasi Muktamar harus segera diputuskan malam ini, jangan ditunda-tunda lagi. Dan saya harap nanti tidak ada veto dalam keputusan lokasi."
Negosiasi yg menurutku sangat luar biasa, di saat para peserta sidang lain sudah putus asa atas deadlock yg terjadi. Rata-rata peserta sidang sudah berpikiran sulit ada keputusan malam itu. Musyawarah mufakat tdk berhasil, dilakukan voting tidak mau. Alhamdulillah berkah dorongan KH. Kafabihi terhadap Rais Am, akhirnya RA memutuskan lokasi Muktamar malam kemarin.
Alhamdulillāh, telah diputuskan dan ditetapkan🙏🤲
Dengan memohon pertolongan Allah SWT, melalui ikhtiar, musyawarah, dan istikharah para masyayikh, diputuskan bahwa Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama insyaallah akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026.
Keputusan tersebut dibacakan oleh KH. Miftahul Akhyar selaku Rais 'Aam PBNU pada pukul 21.30 WIB dalam Rapat Pleno Syuriah dan Tanfidziyah PBNU.
Semoga keputusan ini membawa keberkahan, mempererat ukhuwah jam'iyah, serta menjadi jalan lahirnya keputusan-keputusan terbaik bagi kemaslahatan umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.
Al-Fātiḥah untuk para muassis dan masyayikh. #MuktamarNU35 #TambakBeras #Jombang
Pilihan terhadap Lirboyo adalah bentuk penghormatan terhadap peran strategis pesantren dalam menjaga marwah, ukhuwah, dan kemaslahatan jam'iyah Nahdlatul Ulama secara luas.
#MuktamarNU35#Lirboyo
https://t.co/onNp3INnM3
Kembali ke akar, kembali ke pesantren. Dukungan dari Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta untuk Lirboyo bukan sekadar pilihan, tapi penegasan bahwa NU harus digelar dengan martabat dan jauh dari perselisihan.
Lirboyo telah membuktikan diri. Saatnya bergerak bersama! #MuktamarLirboyo #NahdlatulUlama #MuktamarNU35 #Lirboyo
28 PCNU se-Jawa Tengah bersatu medukungan penuh Pondok Pesantren Lirboyo sebagai tuan rumah #MuktamarNU35. Bukan hanya soal kesiapan tempat, kekuatan tradisi, keilmuan, dan nilai spiritual yang menjadi ruh perjuangan NU
Dari Lirboyo untuk jagat—merawat umat, membangun peradaban.
Muktamar NU ke-35 di Lirboyo: Ikhtiar Mengokohkan Marwah Jam'iyah
Putra almaghfurlah KH. Maimun Zubair, KH. Abdulloh Ubab Maimun, menyatakan dukungannya secara penuh agar Pondok Pesantren Lirboyo dipilih sebagai lokasi pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
Masuknya LBH Ansor sebagai perisai hukum bagi Suara Merdeka Jakarta menunjukkan bahwa struktur pemuda NU secara sadar mengambil posisi yang berseberangan dengan langkah Gus Ipul
https://t.co/h66Xq71Yeo
Moderasi beragama bukanlah memoderasi ajaran agama yg mutlak melainkan memoderasi cara manusia dalam memahami serta mengamalkannya. Seluruh agama mengajarkan nilai universal kemanusiaan dan perdamaian.
Mari saling menghormati perbedaan penafsiran demi kerukunan berbangsa.
Ikut berdukacita 🙏🏻
Pemberantasan narkoba smp makan korban anggota Bareskrim Polri 😞
Inilah salah satu resiko pemberantasan narkoba.
Dan msh ada yg tega bilang penggerebekan itu drama?
Itu kejam!
Meskipun resiko nyawa, harus dihadapi demi negara bebas narkoba.
Dewan Pers tegaskan opini TIDAK bisa digugat. Gus Ipul rupanya lupa, jadi menteri itu bukan berarti kebal kritik. Untung hak jawab masih dikasih, daripada ngurusin gugatan, mending pakai kesempatan itu buat klarifikasi yang berbobot sambil habisin anggaran buat media placement calon Ketum Muktamarmu.
Tapi ya terserah, yang penting demokrasi tetep jalan meski ada yang berusaha nge-rem.
Kemenangan Kebebasan Berpikir, Dewan Pers Jamin Ruang Opini Publik https://t.co/Ak1ibgo7Oi
Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, setiap langkah besar selalu ditempuh dengan musyawarah, kehati-hatian, dan penuh tanggung jawab. Begitu pula dalam menentukan lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. Bukan sekadar memilih tempat, tetapi memastikan segala aspek dipertimbangkan demi kemaslahatan jam’iyah.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan Tim Survei Lokasi Pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026. Pembentukan tim ini merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, yang kemudian ditetapkan dalam Rapat Harian Tanfidziyah PBNU di Jakarta pada Kamis, 2 Juli 2026.
Tim Survei dipimpin oleh Ketua Steering Committee (SC), KH. Ahmad Said Asrori, dengan Sekretaris SC Prof. Dr. Moh. Nuh. Amanah ini menjadi jaminan bahwa seluruh proses akan berjalan secara objektif, profesional, dan tetap berpegang pada prinsip-prinsip organisasi.
Di berbagai daerah, aspirasi warga Nahdliyin juga terus berkembang. Dukungan resmi dari banyak PCNU di berbagai penjuru Indonesia yang mengarah kepada Pondok Pesantren Lirboyo sebagai salah satu opsi penyelenggaraan Muktamar menjadi bagian dari dinamika yang patut dihormati dan didengar. Aspirasi tersebut tentu akan menjadi salah satu masukan berharga dalam keseluruhan proses yang sedang berjalan.
Karena itu, mari kita percayakan sepenuhnya proses ini kepada Ketua SC beserta seluruh tim yang telah menerima amanah dari PBNU. Dengan ikhtiar yang jujur, musyawarah yang matang, dan pertimbangan yang menyeluruh, insyaallah keputusan yang diambil akan menjadi pilihan terbaik bagi Nahdlatul Ulama, membawa kemaslahatan bagi jam’iyah, serta memperkuat khidmah kepada umat. #MuktamarNU35 #NahdlatulUlama #GusYahya
Gus Yahya dan Perdamaian Dunia
Hari ini rapat pleno PCNU sebagai bagian dari perkhidmatan karena memang salah satu tugas pengurus adalah menghadiri rapat, satu aktifitas yang tentu saja berupa perbincangan-perbincangan.
Salah satu motivasi yang sering disampaikan oleh Rais Syuriyah PCNU Cilacap, KH Su'ada, kepada para fungsionaris NU di Cilacap adalah apa yang pernah beliau terima dari salah satu Rais 'Aam PBNU, KH Ali Maksum. Bisa dikatakan, redaksi sanad motivasi ini adalah "saya mendengar beberapa kali dari Mbah Su'ada bahwa Mbah Ali Maksum pernah menyampaikan 'dhawuh' tentang motivasi menjadi pengurus NU".
Menurut Mbah Su'ada, salah satu dalil yang pernah disampaikan oleh Mbah Ali Maksum terkait motivasi menjadi pengurus NU adalah ayat:
لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰاهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍ ۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا (النساء: ١١٤)
Tidak ada kebaikan pada banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali (pada pembicaraan rahasia) orang yang menyuruh bersedekah, perintah berbuat kebaikan, atau mengupayakan perdamaian di antara manusia. Siapa yang berbuat demikian karena mencari ridha Allah kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang sangat besar. (QS. An-Nisâ:114)
Penjelasannya bagaimana? Menjadi pengurus NU meniscayakan melakukan perbincangan-perbincangan, mengerahkan pikiran, tenaga dan lainnya untuk secara umum tiga hal tersebut: perintah bersedekah, berbuat kebajikan, maupun mengupayakan perdamaian antar manusia. Ketika seseorang menjadi pengurus NU kemudian ia bersungguh-sungguh dalam perannya itu semata karena mencari ridha Allah maka ia layak mendapat pahala yang sangat besar sesuai janji Allah.
Terkait ayat ini Gus Baha menegaskan bahwa Allah memilih redaksi "aü ishlãhin baina al-nâs" (mengupayakan perdamaian antarmanusia) bukan "aū ishlãhin baina al-mu'minīn" (mengupayakan perdamaian di antara orang-orang beriman saja). Ini berarti bahwa segala upaya mewujudkan perdamaian dunia, selama dilakukan dalam kerangka mencari ridha Allah, adalah perilaku kebaikan yang berpeluang mendapat pahala yang sangat besar sesuai janji Allah.
Tidak berlebihan kalau saya mengatakan bahwa upaya mewujudkan perdamaian dunia oleh Gus Yahya dengan PBNU-nya adalah atas dasar tafsir dari ayat itu. Sebagai santri Mbah Ali Maksum, Gus Yahya tentu sangat meyakini hal ini.
Selain itu kedekatan Gus Yahya dengan KH Maimoen Zubair juga menjadi faktor pendorong upaya-upaya (ikhtiar) mewujudkan perdamaian dunia. Konsep "fiqh peradaban" yang ditawarkan PBNU kepada masyarakat global saya maknai sebagai pilihan keputusan yang diambil oleh Gus Yahya dalam rangka mewujudkan harapan Mbah Moen.
Kita tahu, Mbah Moen adalah orang yang sangat optimis bahwa Indonesia akan menjadi negara yang baldatun thayibatun wa rabbun ghafūr, sering sekali beliau melangitkan doa untuk kebaikan Indonesia. Mbah Moen juga sangat optimis bahwa akan ada kebangkitan Islam yang muncul dari Indonesia.
#rapatpleno
#PCNUCilacap
#PBNU
#GusYahya
Sumber; https://t.co/Umz84IaxIl
PCNU Kabupaten Demak menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan #MuktamarNU35 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.
Dengan kekuatan tradisi, sejarah, dan kesiapan yang dimiliki, Lirboyo diyakini mampu menjadi tuan rumah yang bermartabat bagi seluruh Nahdliyin
#NUBermartabat
Bismillah. PCNU Kabupaten Kediri dengan sepenuh hati mendukung Pondok Pesantren Lirboyo sebagai tuan rumah Muktamar NU
ke-35.
Pesantren Lirboyo tidak hanya memiliki fasilitas yang siap menampung puluhan ribu warga Nahdliyin, tetapi juga syarat akan sejarah dan nilai spiritual. Bersama Lirboyo, Muktamar NU ke-35 siap menjadi pusat kemaslahatan umat. #PCNUkabKediri #muktamar #lirboyo
#NahdlatulUlama
Senang sekali, bisa pulang, merasakan kembali nikmatnya suasana Krapyak yang diteduhi oleh tirakat masyayikh.
Alhamdulillah, Senin (29/6) kami berkumpul lagi, sambung rasa dengan kasepuhan, dzurriyah, karib dan sejawat semasa dulu menjadi santri KH Ali Maksum.
Syaikhina Simbah Ali Maksum, Pak Ali biasa kami memanggilnya, adalah qudwah kami, apa saja yang beliau ajarkan masih saya pegangi.
Durasi beliau menjabat Rais Aam mungkin pendek, tapi kepemimpinan beliau sanggup mempersiapkan tanggung jawab menavigasi peralihan generasi muassis ke tabi’īn dan berhenti dari partai politik dengan dinamika yang cukup intens kala itu.
Semoga Nahdlatul Ulama terus terlindungi oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Amīn yā rabbal’ālamīn.