Allahumma yassir wala tu’assir. Rabbi tammim bil khair.
Ya Allah permudahkanlah jangan dipersulitankan dan Kau akhirkanlah dengan kebaikan.
Dekatkan padaku seseorang yg menurutMu adalah jodoh terbaikku & telah Kau tuliskan namaku & namanya di Luh Mahfuz.
I nak bagi POV as an engineer myself. Titik terendah i as a wife is when i balik lambat. Pernah balik sampai pukul 10 malam baru nak keluar dari building. Sampai rumah, husband tunggu siap masak. I nangis i minta maaf sebab i yang sepatutnya cook for him. Pastu “i nak resign” 😭
Agak mendalam apa yang diperkatakan oleh Tuan Haji Zainal Rashid Ahmad di hujung podcast nya bersama Yousaf.
“Tak guna dapat rumah tangga yang stable, tetapi isteri kita menderita untuk stable kan rumah tangga” 🥹
A good parent never discriminates between their children, no matter their ages or genders. That’s a beautiful example of true parenting.
When love is given equally, children learn solidarity instead of competition. Real education begins at home.
Gw baru sadar sesuatu dan ini bikin gw mikir lama.
Jadi gw langganan YouTube Premium. Bayar tiap bulan supaya gak kena iklan.
Tapi tunggu.
Iklan itu ada karena perusahaan bayar YouTube buat nampilin ke gw. Gw kesel sama iklannya. Terus gw bayar YouTube lagi supaya iklannya ilang.
Dua duanya keluar uang ke YouTube. Perusahaannya dan gw.
Yang menang siapa? YouTube.
Yang rugi siapa? Gw. Dua kali.
Dan yang bikin gw tambah mikir gw ngerasa seneng waktu langganan Premium. Ngerasa kayak menang, bebas iklan, hidup lebih tenang.
Padahal sebenernya gw baru aja bayar buat masalah yang mereka sendiri yang ciptain.
Mereka bikin iklannya se-annoying mungkin supaya lo mau bayar buat ilangin. Dan lo lakuin. Dan gw lakuin.
Kita semua lakuin.
Gak ada yang protes. Gak ada yang ngerasa aneh. Kita malah bilang 'worth it banget sih Premium.'
Worth it dari masalah buatan mereka sendiri Anjirlah