*jerat jerit*
Harum keindahan menyeret gontai langkah rasa..
Menjerat kencang rindu jiwa pada insan mempesona..
Aliran air tak tinggal diam menyulut kobaran haus tanda kerinduan..
Gemah syair Pujian..
Perjalanan..
Harapan..
Mengiringi duhai pujaan..
"Berangai"
Gelap kian menyelinap direlung jiwa penuh gemerlap..
Hati tak bisa mengingkari dari rayuan nafsu ambisi..
Jiwa gelisah terserap dari tipuan kehampaan yang lenyap..
Hanya bersama kekasih hati jernih abadi..
Sajak rindu ini menyeruat, harap selalu terdekap nan menetap..
"belit kasih sayang"
Nampak jelas anggun nan rupawan..
Menghiasi pelataran hati yang tak ber-arahan..
Menemani alam rasa agar tak kesepian..
Membawa jiwa tenang kearah seni keindahan..
Kasihnya amat panjang tak berkesudahan..
Membelit jiwa rasa saat tersered arus kehidupan..
"Sayat Kerinduan"
Datang nan merasuk tak bertentu..
Kehadirannya ditunggu di setiap hati jemu..
Tiba.. Meletakkan lentera kasih yang padu..
Menuntun batin dari terjalnya jalan yang berbatu..
Sayat rindu kini menghampiri jiwa penipu..
Harap selalu ingin terayu dari rasa rindu..
"Alas Rasa"
Wujud jiwa tenang penuh makna.
Terpendam bisu tanpa kata saat merasakan hadirnya.
Keheningan dihati terobati dari singgahnya insan yang dipuji.
Bukan hanya sekedar menanti, atau menangisi, atau bahkan merasuk dihati.
Inilah wujud rindu dari rasa yang lama terpatri.
"Koalisi Jiwa"
Ingin rasanya jiwa ini bertaut persuaan.
Tersambung nan terkait dalam permainya keheningan.
Tiba mata terpejam, merasuk jiwa yang haus sarat kerinduan.
Kasih datang, melabuhkan terang.
Terang benderang menerangi jiwa yang petang.
Benderang terjang, jiwa terang..
"Gundam Kasih"
Apa yang nanti akan terjadi jika kekasih tak ada disisi..
Hadirnya yang selalu menemani dikala keringnya mata hati..
Rasa tak kuat diri ini untuk lepas dari cinta yang abadi..
Menjelma disanubari dari tiap langkah yang terprovokasi..
Kasih..
Penyejuk jiwa sedih..
"Netep Kasih"
Biarkan syair rindu ini terjerat tak terlepas dalam jiwa..
Menjerat keseluruh ruang dengan penuh rasa cinta..
Seolah diri terbiasa akan syair rindunya yang menggelora..
Memuncak tanpa henti..
Dikala tangan menari..
Terbawa dan fana dari tiap angka yang terputari..
"Pejam"
Dalih-dalih rasa terasa ketika jiwa melihat ataupun membayangkan..
Rasa akan kerinduan kian bertambah saat duduk terpejam membayangkan..
Kilaunya menyinari redupnya cahaya di hati..
Menerangi dinding-dinding jiwa yang terperosok akan manisnya kehampaan yang mengimingi..
"Hujan dan Perasaan"
Beberapa hari ini kau turun menemani jiwa yang terayun..
Terjebak dan tersandung oleh rasa yang tak terbangun..
Perasaan terkira kemarau akan datang, namun malah hujan yang menyerang..
Kini hujan pun telah terang..
Namun sulitnya rasa akan kata terus terang..
*Riuh Malam Minggu*
Kanan Kiri sepanjang jalan terlihat penuh..
Penuh asap, penuh makna, penuh penantian, penuh dan penuh..
Ada yang mengorbankan waktu untuk bertemu..
Ada yang datang untuk melepas rindu..
Nan ada juga yang menunggu untuk cepat berlalu..
Minggu riuh datang lalu..
Jika cinta hanya luka ataupun kesedihan yang ada, itu bukan lah arti cinta yang sebenarnya.
Dikatakan cinta itu fana tanpa memandang dari sudut mana ia akan berada, bahkan dari sudut tersulitpun cinta dikatakakan menyenangkan, tanpa ada cegatan, fleksibel, kearah rasa dan terasa.
Sunyi?
Apakah itu inovasi dalam ruang hati, atau akibat dikala pedih.
Hening?
Apakah itu juga inovasi dalam bersaing, atau juga akibat berpaling.
Semua tandanya bisa membuat meresahkan, atau bisa juga menyenangkan.
Sunyi dan hening, dan Heningnya bersunyi membuat ambisi dan pedih
Dimana ada Peradaban, disitu Pendidikan di tegakkan..
Dimana Peradaban Tumbuh, disitu Pendidikan Bergemuruh..
Dimanapun Pendidikan berada, disitu Bibit Kejayaan Mulai Merambah dan Menjelma..
#DiktiMengajarDariRumah#DiktiDutaEdukasiPerubahanPerilaku
Program Mengajar Dari Rumah membuat aku tertarik untuk bisa berkontribusi didunia Pendidikan.
Semoga dengan adanya Program Mengajar Dari Rumah ini, Adik-adit Tetap Semangat dalam Belajar disituasi Pandemic..
#DiktiMengajarDariRumah#DiktiDutaEdukasiPerubahanPerilaku