rekap prestasi sudaryono sejak jadi kepala bgn:
- Sidoarjo 1–2 Sep: 512 korban
- Rembang 2 Sep: 750 korban
- Jombang 2–3 Sep: 256 korban
- Agam 2–3 Sep: 334 korban
- Tana Toraja 3–4 Sep: 173 korban
- Bener Meriah 3 Sep: 15 korban
- Pati 8–9 Sep: 273 korban
- Rembang 9 Sep: 88 korban
- Tulungagung 16–17 Sep: >100 korban
- Yogyakarta 17–18 Sep: 413 korban
- Kendari 18 Sep: 57–58 korban
- Batang 22–23 Sep: 276–300 korban
September belum genap sebulan, MBG sudah bikin lebih dari 3.000 orang keracun4n!
Hah?? Anjir. Logika si pongah sudaryono memang anjlokkk. Level kebodohannya kini sudah tidak bisa diukur oleh insan awam.
Kok bisa²nya bilang kalo Sekolah Negeri bisa nolak dana BOS kalau isinya orang² mampu? Dia paham konsep dana BOS sama Sekolah Negeri gak sih sebenernya??
Inimah artinya dia ngasih makna tersirat, bahwasannya, "Oh, sekolah kamu nolak MBG? Berarti semua tidak menerima MBG ya? Kalo tidak menerima MBG, berarti tidak diperkenankan menerima dana BOS juga" kek, anjenggg. Udah pongah, jahat juga lagi. Kampank.
Sekolah pengkaderan gerindra bener-bener buosokk. Alumnusnya gak paham seluk beluk kebijakan-kebijakan negara yang lahir dari rahim amanat konstitusi.
Di Indonesia saat ini apa sih yg nggak dianggap sepele?
Puluhan ribu anak2 keracunan dianggap sepele.
Penanganan bencana dianggap sepele.
Kematian tragis rakyat kecil penjual cermin dianggap sepele.
Alat negara yg menyiram rakyat dgn air keras dianggap sepele.
Bermain2 pulpen dlm forum dgn kepala negara lain dianggap sepele.
Mendirikan ribuan koperasi tdk jelas arah tujuannya dan buang2 duit negara dianggap sepele.
Bertanya soal akuntabilitas keuangan negara dijawab dgn sepele "Pokoknya ada."
Apalagi cuma tenaga ahli staf kepresidenan yg percaya hoaks dan beropini ngawur?
Emang ada yang serius?
Oh kalau di klub Luar Negeri itu, RUMah/Apartemen, mobil, tiket pesawat istri dan keluarga yang beliin adalah sang pemain sendiri?
Kirain dibeliin ama Klubnya. #eh
Pantesan kok para pemain Asing jelek itu pada betah main di Liga Indonesia.
Orang Indonesia, Bambang Setiawan, diseret, ditendang, dipukuli ramai2 sampai tewas.
Kepalanya dihantam balok kayu.
Sampai hari ketujuh kematiannya, pembunuh Bambang belum ditangkap.