fathimah ini dididik dgn pola parenting yg gimana ya? anak FK, identik dgn dunia eksakta, tpi pemikiran sosial-politisnya se mateng ini.
dia berargumen jg ga kebawa emosi lawan bicara. tetep tenang, tpi lugas; intonasi + redaksi argumennya tertata bgt.
presiden terburuk dalam sejarah
presiden paling gak punya adab.
presiden paling maniac pakai buzzer
presiden paling kotor cara berpolitiknya.
hidup serba kalahan.
dari angkatan bersenjata dipecat.
rumah tangga berantakan.
pilpres 4x kalah terus.
jadi presiden dibenci rakyat karena ulah sendiri.
sekarang main presiden presidenan biar bisa pidato padahal isinya gak mutu.
hidup dikelilingi penjilat. figuratively & literally.
dasar tua bangka sakit jiwa.
Gue yakin 100% Cristiano Ronaldo punya post power syndrome.
Padahal tinggal nerima kalo dia itu udah decline & kureng, dan itu manusiawi bgt, orang udah 41 tahun juga.
Tapi dia ga mau. Jelas udah bukan cuma ambisius lagi tapi juga campuran ego & denial. Portugal stuck gitu aja udah, bisa aja explore taktik lain yg lebih fluid dengan skuat oke begini tapi terus-terusan main pake target man si dia.
Yes dia legend & udah bikin legacy, tapi sepak bola kan juga game of form. Mesti pisahin legacy (dulu) & form (sekarang).
Gak ada ceritanya rekan setimnya yg lebih muda wajib service & build the team around him terus-terusan krn dia legend. Kalo gitu bikin aja Ronaldo FC, jangan Timnas Portugal.
Dia dah bukan dia 10 tahun lalu. Di kepala dia mungkin iya, tapi realitanya, bhaap.
Fakta bahwa Roberto Martinez ga berani ganti dia & ngebiarin dia main 90 menit sejelek tadi speak for itself. So funny, bakalan jadi wasted potential banget skuat sebagus ini kl sampe ga ke mana-mana lagi.
Come on @selecaoportugal do something
Gaes sorry tapi aku pemula banget di Makro ekonomi..
Tapi kan kita sudah:
1. Naikin suku bunga BI
2. Intervensi pasar valas “all out” di Hong Kong, Singapura, London, dan New York sekaligus
3. Naikin imbal hasil SRBI tenor 12 bulan dari 4,87% ke 6,92% buat narik modal asing masuk
4. Perketat batas beli dolar tanpa underlying dari $100K → $50K → rencana $25K per orang per bulan
5. Beli SBN di pasar sekunder (Rp332T sepanjang 2025, tambah Rp133T lagi di 2026)
Tp kok blm turun-turun ya ini USD nya 😭
Apa lagi yang bisa kita lakukan supaya Rupiah tambah menguat?
Correct me if Im wrong ya.
Ini hasil ngobrol sama admin pajak ku, mengenai pajak 22% untuk PT.
Disclaimer on!
Mari kita asumsikan setiap perusahaan memiliki persentase laba bersih sebesar 10% dari omset.
1. PT Abu (Omset Rp3 Miliar)
Karena omset PT Abu di bawah Rp4,8 Miliar, perusahaan memiliki dua pilihan mekanisme perhitungan pajak:
A: Menggunakan PPh Final UMKM 0,5% (PP 55/2022)
Jika PT Abu masih dalam jangka waktu yang diperbolehkan menggunakan PPh Final (maksimal 3 tahun sejak berdirinya PT):
Mekanisme: Langsung dikalikan dari omset bulanan.
Hitungan: Rp3 Miliar × 0,5% = Rp15 jt
B: Menggunakan Tarif Umum 22% + Fasilitas Pasal 31E
Jika masa berlaku PPh Final sudah habis, PT Abu wajib menggunakan pembukuan. Karena omsetnya di bawah Rp4,8 Miliar, maka seluruh laba bersih mendapatkan diskon tarif 50% (jadi hanya bayar 11%).
Laba Bersih (10%): Rp300 jt
Hitungan Pajak:
Rp300 jt× 11% = Rp33.000.000.
Ribet!
2. PT Nia (Omset Rp10 Miliar)
Omset PT Nia berada di antara Rp4,8 M sampai Rp50 M. Maka, perhitungannya wajib menggunakan Fasilitas Pasal 31E (Diskon Proporsional).
Artinya, bagian laba bersih yang setara dengan omset Rp4,8 M mendapat diskon tarif (bayar 11%), sedangkan sisa laba bersihnya dikenakan tarif penuh 22%.
Asumsi Laba Bersih (10%): Rp1 M
Langkah 1: Hitung bagian Laba yang Dapat Fasilitas Diskon dengan rumus
(Rp4,8 M ÷ Omset ) × Laba
(4,8 M ÷ 10 M )x 1 M = Rp 480 jt
Pajaknya: Rp480 jt× 11% = Rp 52.800.000
Langkah 2: Hitung sisa Laba yang Tidak
Rp1 Miliar (Laba) - Rp480 jt (langkah 1) = Rp520 jt
Pajaknya: Rp520 jt × 22% = Rp114.400.000
Total Pajak PT Nia:
Rp52.800.000 + Rp114.400.000 = Rp167.200.000.
Ribet!
3. PT Eri (Omset Rp51 Miliar)
Karena omset PT Eri sudah melewati Rp50 Miliar, PT Eri tidak berhak mendapatkan fasilitas pengurangan tarif apa pun. Seluruh laba bersih langsung dikenakan tarif penuh 22%.
Asumsi Laba Bersih (10%) = Rp5,1 Miliar
Langsung dikalikan tarif 22%.
Hitungan Pajak: Rp5.1M× 22% = Rp1,122 Miliar.
Initinya! Pajak naik😬
Sekali lagi yg patuh pajak diperes. 😁
Sementara pengusaha yg nggak pakai PT, yg jualannya di trotoar. Lolos pajak 🤣
Prabowo Subianto is centralising power, marginalising opposition and spending beyond Indonesia’s means. He could undo 20 years of economic and political progress https://t.co/XiM5hgMhyi
Photo: Reuters
Kemarin, @TheEconomist mempublikasikan dua artikel soal Indonesia
Judul artikel pertama: Presiden Indonesia sedang membahayakan ekonomi dan demokrasi
Subjudulnya: Prabowo Subianto terlalu boros dan terlalu otoriter
Perlu diketahui, Spendthrift artinya orang yang menghamburkan uang secara tidak bijak. Diksi ini lebih keras dari sekadar “boros”. Dalam konteks negara, ada kesan ceroboh dan tidak bertanggung jawab secara fiskal.
========
Judul artikel kedua: Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang menempuh jalur yang berisiko
Subjudulnya: Prabowo Subianto sedang menggerogoti keuangan negara—dan demokrasinya.
Di artikel ini, pemilihan diksi “Eroding” rasanya memperkuat artikel lainnya. Jeopardising (membahayakan) masih bicara soal risiko ke depan. Eroding (menggerogoti) berarti prosesnya sudah berlangsung. Rasanya pelan, diam-diam, tapi nyata. Bagaikan batu yang berlubang oleh tetesan air.