@tsishci A truly bizarre and infuriating decision: why wasn't it called a foul when the player went down and the ball was already nearing the goal, only for a foul to be declared after the goal had already been scored?
@_TheRockII A truly bizarre and infuriating decision: why wasn't it called a foul when the player went down and the ball was already nearing the goal, only for a foul to be declared after the goal had already been scored?
Jalan Pulang ke Hati Rakyat: Mengapa Saya Tak Takut Ditinggalkan Tokoh Besar.
"Saya ini bukan siapa-siapa". Hanya orang kampung dengan langkah yang lebih akrab dengan debu jalanan daripada lantai marmer istana. Kalau hari ini saya berdiri di sini, itu bukan karena kehebatan saya, apalagi karena jasa satu atau dua orang besar.
Di Jakarta, mungkin riuh suara tokoh-tokoh senior yang merasa paling berjasa. Mereka bilang saya ada karena tangan mereka. Saya hanya bisa tersenyum. Sebab saya tahu betul, di balik bilik suara yang pengap, yang menentukan nasib bangsa ini bukanlah tanda tangan elit di atas kertas mewah, melainkan doa-doa tulus dan jempol penuh tinta dari para petani, buruh, dan pedagang pasar.
Bagi saya, biarlah mereka merasa memiliki kunci kekuasaan. Namun bagi rakyat, kekuasaan yang sejati adalah saat jalan desa tak lagi berlumpur, saat air mengalir jernih ke sawah, dan saat anak-anak di pelosok negeri bisa bermimpi setinggi langit karena sekolah mereka tak lagi roboh.
Orang bilang saya berubah arah? Mungkin mereka lupa melihat ke bawah. Pembangunan ini tidak pernah berbalik arah; ia justru sedang menjemput mereka yang selama puluhan tahun terlupakan.
Biar saja saya diserang, biar saja saya dianggap tak tahu balas budi pada elit. Karena bagi saya, dikhianati satu-dua tokoh besar itu soal kecil, tapi mengkhianati harapan jutaan orang kecil, itu barulah dosa besar yang tak termaafkan.
Saya tetaplah anak kampung yang kalian kenal. Dan seorang anak kampung takkan pernah lupa jalan pulang - pulang ke pelukan dan hati rakyatnya."
✍️ Lentera Merah Putih