Habis ganti ban dan kampas blkg di salah satu gerak ban viral sekitaran jokteng, saya melaju. Sampai 40an tetiba gradak² rantai saya macet, rem diinjak gak ngaruh. Biyajingan. Macet cet.
Tak telp via gmaps, si bengkel gak respon. Sbenarnya di dpn ada bengkel, tp in this ekhonomi, di saat semua susah, yg gampang cuma maramara.
Maka sy pesen gojek menuju si bengkel. Sampai di sana sy langsung komplen dg nada biasa, "gini gini..". Lha kok mas e njawab, "lho kok iso mas?". Muntaplah gue. "Ha takono mbahmu!!". Si pak gojek sampai nyekikik. Singkat kata dia ikut saya di mana motor saya macet. Jingan.
Dah..gak tau itu kenapa.
Anda boleh menghina presiden saya, tapi jangan jupiter saya.
Jepang di Piala Dunia sejak pertama kali lolos Kualifikasi 1998:
❌️ 1998 - Fase Grup Out
❌ 2002 - R16 Out
❌️ 2006 - Fase Grup Out
❌ 2010 - R16 Out
❌️ 2014 - Fase Grup Out
❌ 2018 - R16 Out
❌ 2022 - R16 Out
❌ 2026 - R32 Out
APA KURANGNYA JEPANG?
Pemerintah sadar nggak sih kalau keadaan di masyarakat sekarang udah se-chaos ini? Kita yang di lapangan malah jadi sasaran semprot, penolakan, dibentak, dikejar anjing, sampai dihujat.
Padahal kita sama-sama cuma cari rezeki yang halal. Sampai aku nangis 🥹😢 Orang tuaku sendiri aja nggak pernah segalak itu ke anaknya, tapi ini rasanya kejam banget. Miris ya, masyarakat malah saling diadu domba.
Ternyata jadi volunteer bukan cuma butuh memenuhi syarat administrasi, tapi juga harus punya mental yang kuat 😮💨🥲. Semoga nggak salah kalau aku berdoa di tengah rasa terzalimi ini.
Ya Muqollibal Quluub, Tsabbit Qolbii 'Ala Diinik. 🤍
ini sepedaan apa tawuran sih? koordinasinya gak ada kah? parkir sepeda berantakan, nyebrang seenaknya, padahal lagi banyak kendaraan, pas di klaksonin pengendara malah diteriakin. elu yang salah kocak, ngambil jalan orang seenaknya, membahayakan pengendara lain, bikin kemacetan aja
Dalam peristiwa di Karanganyar, ambulans yang membawa pasien kritis bernama Hadi Sukat (60) sempat terhambat saat menuju fasilitas kesehatan.
Relawan dan keluarga korban menilai kemacetan akibat konvoi serta kurang optimalnya pengaturan lalu lintas membuat ambulans kesulitan melintas. Setelah tiba di Puskesmas Karangpandan, pasien dinyatakan meninggal dunia.
Keluarga korban berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta adanya evaluasi terhadap pengamanan kegiatan di jalan raya.
Mereka menilai kendaraan darurat seharusnya mendapat prioritas agar penanganan pasien tidak terlambat.
Menanggapi sorotan tersebut, Ketua PSHT 17 Cabang Karanganyar, Sutarmo, menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf kepada keluarga korban. Ia menyebut kematian merupakan takdir Tuhan, namun mengakui pihaknya telah mengimbau anggota yang tidak berkepentingan agar tidak mengikuti kegiatan. Menurutnya, banyak peserta yang datang di luar kendali panitia sehingga sulit diidentifikasi.