Hal paling ironis dari degradasinya Persis Solo adalah mereka harusnya sebagai tim promosi yang punya peluang paling lama bertahan di SuperLeague minimal 5-6 musim, bahkan peluang mereka jauh lebih besar dibanding sebagian besar Timยฒ yang baru promosi ke Liga 1/SuperLeague sejak musim 2021 selain DU Banten FC.
Ini dikarenakan mereka punya stok pemain lokal yang potensial dari skuad promosi ke Liga 1 2022-2023 + punya tim EPA yang berprestasi terutama Tim U-20 yang berhasil Juara EPA Liga 1 U-20 musim 2023-2024.
Kesalahan terbesar dari manajemen Persis Solo pasca promosi ke Liga 1/SuperLeague adalah tidak pernah memiliki Tim Kepelatihan yang bisa memaksimalkan potensi pemain lokal terutama pemain muda mereka dari Persis Youth 2021.
Dimulai dari kepergian jebolan Tim U-20 Juara EPA Liga 1 U-20 musim 2023-2024 pada Liga 1 musim 2024-2025, hingga akhirnya degradasi dari SuperLeague musim 2025-2026.
Selain itu, melonjaknya jumlah pemain asing terutama sejak musim ini, membuat potensi pemain lokal semakin tidak berkembang di Tim Utama. Keengganan Manajemen Tim untuk mendatangkan pesepanbola asing yang bisa berperan sebagai "Player - Coach" membuat potensi pemain muda persis solo di Tim Utama hanya berhenti pada Arkhan Kaka.
Ini harusnya menjadi catatan dari manajemen Persis Solo kedepannya, terutama untuk mencari pelatih yang bisa memaksimalkan potensi pemain muda dari Tim Muda Persis Solo di Tim Utama serta mencari pemain asing yang bisa mendukung pemain muda untuk mengeluarkan potensi terbaiknya untuk Championship musim depan.
Kepolisian London puyeng setelah dapet kabar West Ham dan Millwall akan ketemu musim depan.
Sementara Kepolisian DIY tau PSS akan ketemu PSIM musim depan santai aja..
Bisa pindahin ke Bali.
๐๐ซฃ
Orasah terlalu obses, akeh sing kemrungsung mergo PSS iso, sak mampune wae, orasah dipeksane.
kene ki ora kedanan kasta tp yo terus ojo dinggo dolanan.
akeh sing ameh 'mati' mergo mbelani kebanggaan kota iki, adewe ora bakal ninggal lungo tp do elingo, IKI SAMBERNYAWA!
Kosik. Isine lagi do nesu, mumet, dan anyel, komunikasi model piye yo ra bakal efektif menurutku. Permintaan maaf lewat klub tentu akan ada, tapi retorika dan kata-kata model piye ra luwih penting timbang komitmen nyata dari internal klub untuk berbenah. Kui sik perlu dikawal.