Jika temen-temen pernah denger berita seorang ibu memeluk anaknya tertimpa reruntuhan, Gempa NTT, disinilah tempatnya. Desa Liang Deruk. Bapak ini menceritakan, sementara ibu dan anak ini tertimpa, kakaknya yang agak besar terlempar, keluar, karena posisi rumah agak tinggi. Semuanya meninggal.
Sampai saat kami datang kesana, hanya ada bantuan beras beberapa kilo kepada warga--sepanjang masa bencana ini. Mereka tidak punya tenda darurat. Alhamdulilah ada beberapa terpal dan beberapa karung beras yang diberikan oleh tim donasi Kabinet Bayangan.
Kami juga mencatat bahwa kebutuhan bayi dan perempuan, masih belum terjamah. Itu sangat dibutuhkan. Menuju lokasi ini tidak bisa menggunakan mobil konvensional. Kami kesini dibantu dengan mobil DMC Dompet duafa, atau bisa dengan motor satu jam perjalanan.
Uda feri di perjalanan pulang memang cukup emosional. Karena bantuan yang diberikan masih kurang. Memang semua ini karena gempa, tapi bencana kebijakan yang memperparahnya.
"suruh Prabowo kesini" ungkap beliau dengan kesal.
Satu usaha bisa tampak kecil jika omzetnya tersebar di beberapa badan.
Dalam artikel DDTCNews ini saya mengusulkan Uji Kesatuan Usaha Ekonomis PKP: Coretax menandai, fiskus membuktikan, wajib pajak berhak membantah.
“Satu Usaha, Satu Ambang.”
https://t.co/6UKYTi00u7
Politikus Gokar tiba-tiba jadi hakim MK. Kepala Bappenas tiba-tiba bilang bahwa MBG lebih mendesak ketimbang lapangan kerja. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tiba-tiba mengubah definisi Sawit dari "tanaman" menjadi "pohon". Artinya, hutan yg dibabat tetap dikatakan hutan jika ditanam "pohon sawit".
Negara ini makin penuh tiba-tiba. Makin tidak tertebak arahnya. Hari ini kerja, besok tiba-tiba di PHK. Ratusan siswa paginya bertenaga tiba-tiba siangnya lemas, keracunan "makanan bergizi". Hebat banget negara kita..
Even journalists couldn’t hold back their tears.
CNN Indonesia reporter Irine Wardani broke down while covering the Sumatra disaster, which has claimed at least 1,030 lives. Reporting live from Aceh with cameraman Urip Handoyo. 📍 Aceh Tamiang, Indonesia 🇮🇩
Telah nyata kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia. (QS 30:41)
Catatan reflektif tentang bencana…
Rangkaian badai, tanah longsor, banjir bandang, gunung meletus, hingga satwa yang kelaparan belakangan ini jangan hanya kita pandang sebagai musibah alam, tetapi wajib dipandang sebagai cermin diri.
Badai, hujan lebat, gunung meletus, adalah peristiwa alam yang telah berlangsung jutaan tahun. Namun, kita memperparah dan mengubahnya menjadi bencana ketika kita memperlakukan alam tanpa etika. Tata ruang dilanggar, hutan ditebang habis, pesisir dicemari, habitat satwa dihancurkan.
Ingat kan di masa kampanye lalu kita pernah sama-sama membahas tentang pentingnya tobat ekologis, yaitu mengakui dosa kolektif kita pada bumi, lalu mengubah cara kita hidup dan cara negara mengelola kuasa?
Kita perlu mengakui bahwa kerusakan ini adalah hasil pilihan kolektif, mulai dari kebijakan yang lemah, mengabaikan analisis risiko, pengawasan yang longgar, serta ketidakpedulian ketika aturan dilanggar demi keuntungan jangka pendek yang hanya dinikmati sebagian orang.
Hari ini kita harus jujur bahwa kita terpaksa hidup berdampingan dengan bencana. Terlalu sulit untuk mencegah semuanya. Iklim sudah berubah, bentang alam sudah banyak dilukai. Namun, kita masih bisa mengurangi risikonya, sembari terus berusaha memperbaiki kerusakan alam.
Caranya, dengan tata kelola yang transparan, penegakan hukum yang tegas, gaya hidup yang lebih ramah bumi, keberanian berkata “tidak” pada proyek yang merusak, serta mendidik dan membiasakan mitigasi bencana secara serius bagi seluruh masyarakat.
Ini mungkin unpopular opinion: bumi tidak peduli pada kita, dan bumi tidak butuh kita peduli padanya. Bumi akan terus berputar, dengan atau tanpa manusia. Yang sedang terancam punah bukanlah planetnya, tapi keberlangsungan hidup kita sendiri. Maka kitalah yang butuh peduli pada bumi.
Tobat ekologis, sebuah pengingat dari Paus Fransiskus, adalah upaya yang harus kita jalankan untuk mengembalikan batas. Batas serakah, batas abai, batas melanggar aturan. Demi bumi yang lebih layak dihuni untuk anak dan cucu kita semua. •••
🚨 BREAKING: Indonesia dibantai Australia 5-1 di kualifikasi Piala Dunia! Tapi jangan salah, ini lebih dari sekadar kekalahan di lapangan. ⚽👀
Momen ini pas banget buat pengalihan isu IHSG yang anjlok & pengesahan RUU TNI. Kebetulan?
#TimnasDay#PialaDunia
@fellexandro 🍪 ASYIK-IN COOKIES - KUE KERING LEBARAN 🍪
Mau stok kue lebaran yang gurih, renyah, dan manis buat keluarga?
💰 Harga mulai dari 55K!
📦 Tersedia hampers eksklusif!
📍 Order via WhatsApp:
📞 085691086640 / 085719452223
📸 Cek Instagram: @asyik_incookies
@santri_keliling@fotodakwah Bebal banget orang-orang kaya gini hanya karena yang menyampaikan bukan Dari kalangan mereka langsung dinegasikan. Semoga dapat hidayah
BANTU RT PASUKAN …
Lokasi: Fly over kalibata
*Dia mau ambil jalur di kanan dan ga kita kasih karena macet dan jarak antar mobil mepet bgt kan. Eh tiba tiba di srempet mobil kita, diajak minggir malah nyodorin becengnya, si paling keren deh pak ☺️🙏🏻
Ciri2 mobil: Pajero Hitam , Nopol B 1614 TJN
Dicari ORANG HILANG
Nama : Kaesang Pangarep
Ciri2 : Berat ± 80 Kg, umur 29, tinggi 175 cm, tengil dan wawasannya pengetahuan umumnya agak kurang
Terakhir kali terlihat bersama Istrinya Erina Gudono naik Jet Pribadi, makan Roti Rp 400 rb, nginap di hotel bintang 5 AS sekitaran tanggal 20 Agustus
Bagi yang menemukan sosok ini, harap hubungi warga +62 karena KPK GA BERANI mencari untuk diperiksa
Trend baru "ibu ibu modern" pada bangga masukin anaknya ke daycare sementara dia sibuk kerja 😂
Saking takutnya miskin anak rela dititip.
Ingat guys setan itu nakut nakutin dengan kemiskinan tujuannya banyak salah satunya agar kita gak mengasuh dan mendidik anak.