PDIP paling depan dukung JKW dan Omni-Cilaka,, sehingga jadi sasaran ketidak-puasan thd UU yg sangat pro-oligarki tapi rugikan buruh, hak adat, lingkungan dsb. Yg paling banyak terima upeti & manfaat UU itu, malah sembunyi & lepas tangan, dapat suara pulak 😀
Tahun 2002an (Kalau tdk salah) ada 17 ekor (serombongan) gajah mati dlm satu lokasi di Padang Lawas, Sumatera Utara, dimana kawasan hutannya sdh berubah jd perkebunan sawit rakyat. Ketahuan stlh membusuk dgnn gading-gading yang sdh hilang..entah diracun atau terkena petir.
Kematian gajah Sumatera di Riau semakin marak. 24 ekor gajah mati dalam rentang waktu 2015-2020, konversi hutan menjadi lahan perkebunan dan hutan tanaman industri kian memudahkan pemburu membunuh binatang besar itu untuk diambil gadingnya. #MajalahTempo https://t.co/nTwVVi295P
Konyol banget ..setelah resmi ketuk palu masih saja ada koreksi dan penghapusan pasal2 disana sini dengan berbagai alasan..tebal halaman pun sampai berubah berkali2. Dan aneh kalau sampai disyahkan karena sebetulnya sudah cacat hukum secara prosedur..Ketuk palu seharusnya clear.
Rakyat Indonesia memang hebat.. ekonomi dan daya belinya terpuruk pun masih merasa mampu hidup bertahan dengan keterbatasan yang ada....terlalu sabar dan pasrah...padahal semua itu bisa dirubah dari kemampuan para tokoh pemimpinnya yang fokus pada kesejahteraan rakyatnya.
Konyol banget kalau produk hukum yang akan mempengaruhi hajat hidup masyarakat luas dibuat seperti main-main demi menyesuaikan kondisi dan situasi atas penolakan dari masyarakat luas... Tebal halaman bukunya bak grafik indah turun naik..😂😭
Setuju.....Hak rakyat yang dijamin konstitusi..Dan jangan selalu dianggap kalau turun ke jalan sama dengan anarkis.. sehingga tindakan pengamanan selalu mendahulukan tindakan represif dibandingkan tindakan komunikatif dan persuasif..