Yang baca dan menekuni Tan Malaka di negara ini kan ga cuma 1-2 orang doang. Maka tafsir akan pemikiran Tan Malaka bukan cuma monopoli satu pihak saja.
Apalagi klo yg dibahas berdasar kajian faktual dan studi tekstual.
Wallahi as an econ undergrad seeing this is like having the option to read a paper from QJE, AER, or Econometrica, but you chose to pick a random predatory journal instead. 😅
cmon brotha you’re an econ undergrad for fck sake