Halo guys, Aku Dhil.
Akun ini akan kumanfaatkan untuk sharing-sharing seputar my random daily activity, my thought about anything, dan sharing yang berkaitan dengan marketing/bisnis, ai, sports, dan juga sedikit ngobrolin hidup. Welcome everyone, enjoy, and let's be moots! ๐
Jujur, miris banget, dan sedih sih.
Tapi berusaha paham dengan kakak yang di video itu, kalau mau idealis untuk berkarir di negerinya sendiri, terlalu banyak constraint-nya (lapangan pekerjaan yang kurang, gaji yang menyedihkan, belum lagi kita di sini bener-bener diperas uang kita dari berbagai sisi kayak pajak, pungli-pungli yang berteberan, dsb.). Sedangkan di sisi lainnya, kita juga ingin hidup dengan layak, gaji di atas taraf cukup yang gak cuma untuk hidup doang tapi bisa saving untuk masa depan. Meskipun mungkin salah satu bayarannya adalah bekerja di LN yang gak sesuai dengan keinginan, latar belakang pendidikan, dan keahlian kita sebenarnya.
Again, permasalahannya lagi-lagi bermuara kepada pengelola negeri ini yang harusnya bisa mengatasi ini semua. Sedangkan kalo cuma nunggu dan berharap doang tapi gak pernah ada perubahan mah, ya cuma angan-angan belaka aja pada akhirnya. Emang better cari "tempat" dengan "pengelola" yang udah lebih stabil aja, heuheuheu, sad.
@alsjournall Bener kata orang ini, kayak ada yang salah. Harusnya kesempatan kerja dan lapangan kerja baru tuh terbuka lebar di negara-negara yang ekonominya berkembang kayak Indonesia, bukan di barat yang ekonominya stagnan.