Berikanlah ruang yg tak kenal kebuntuan
Bagikanlah kebahagiaan itu, jgn hanya kau pertontonkan
Lihatlah bendungan air di kelopak mata
Dengarlah jerit yg tak bersuara
Rasakanlah duka di balik senyumnya
Tidakkah kau tau bahwa manusia harus bagaimana?
Kita, berlalu lalang di atas tanah
Kita, berada di antah berantah
dan tiap2 ujung pandang hanyalah cakrawala
Lah, bukankah kita tercipta dari tanah?
Lantas, manusia itu apa?
Kita, senantiasa disibukkan dengan fana kehidupan
Kita agungkan kemewahan
Kita hinakan kemiskinan
Situasi abad 18 di eropa terjadi di indonesia
Sebentar lagi, akan ada lantunan 'agama itu candu masyarakat' ala indonesia abad 21, dimana;
- penguasa bertahta, rakyat menderita
- terkucilkan kaum minoritas
- takut menutupi aurat
Akibat dekadensi agama menjadi kebuasan manusia
aku tak sekuat tanah mengukir
tak sesejuk air mengalir
tak semesra udara berdesir
tak seindah api merambat hilir
ragaku yg tak mampu menemukanmu
akalku yg tak mampu menalarmu
imajinasiku yg tak mampu menjangkaumu
namun jiwaku mengenalmu
namun hatiku padamu
"Sang Rembulan"
dimanakah engkau?
yg senantiasa menggenggam pundak-pundak yg terjatuh, tersingkir, terinjak-injak di hadapan kilaunya secercah harapan
tersungkur, tak mampu tegak berdiri dikerumunan manusia yg berlalu-lalang tak peduli
terdampar di sisi jalan
alam mampu memberikan keindahan kepada manusia dengan ketulusan pesonanya
sejatinya.... manusia mampu memberikan keindahan kepada sesama dengan ketulusan hatinya (tapi sering lupa)
keberagaman adalah takdir
takdir adalah hal yg tak bisa di ubah
kita takkan pernah mampu memisahkan keberagaman dari takdir
tapi setiap manusia mampu menyatukan diri dgn keberagaman
dan wujud kebenaran tersebut tidak lain hanyalah kebodohan
lalu bisikan datang hingga relung sukma ku
"tiada daya yg kau miliki, kau bukan apa-apa. Akulah Yang Maha Menghidupi, Sang Maha Benar"
Tuhan-tuhan kecil.....
Ketika ku banggakan diri atas pengetahuan
pasti mengarungi lautan berombak kehampaan
hingga tiba di penuhanan akal
refleksi dari terpaan kesombongan
terlemparlah nada-nada suara lidah tak bertulang
menghamparkan hakikat kebenaran
Alam mengenal cinta dan mengerti caranya mencinta, karna ia tak hidup dgn dirinya sendiri melainkan di hidupi oleh cinta. Aku bagian dari alam yang mengenal cinta, tp tak mengerti cinta saat mencinta. bagaimana caranya mencinta?