Republik Kartel Politik
Banyaknya partai politik yg seharusnya bersaing secara kompetitif justru berkolusi dan bekerja sama demi melindungi kepentingan kelompok mereka sendiri.
Bagi-bagi kekuasaan dan mencegah kekuatan baru atau oposisi untuk ikut bersaing
Tiyo Ardiyanto, kamu salah pilih lawan. Beliau bukan sembarang beliau.
Beliau ini manusia segudang profesi dan preatasi. Kalo bahasa Marvelnya: "Manusia Multiverse".
Maju terus Pak Firdaus 🔥🔥🔥
𝗗𝗘𝗟𝗜𝗥𝗜𝗨𝗠 |
𝐶𝑎𝑡𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛𝑎𝑙 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑒𝑏𝑢𝑎ℎ 𝑧𝑎𝑚𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑡𝑖𝑘𝑎 𝑝𝑟𝑜𝑦𝑒𝑘² 𝑎𝑏𝑠𝑢𝑟𝑑 𝑏𝑒𝑟𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡 𝑑𝑎𝑟𝑖𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎𝑎𝑛, & 𝑘𝑒𝑘𝑢𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑏𝑖𝑐𝑎𝑟𝑎 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑑𝑎𝑟𝑖𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑟, 𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑑𝑖𝑎𝑙𝑜𝑔 𝑏𝑎𝑟𝑢 𝑑𝑖𝑐𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑒𝑝𝑢𝑘 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑚𝑢𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑔ℎ𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔.
________________________
Ketika proyek² "megalomania" yg menyedot uang rakyat dari brankas APBN dijalankan, mulai dari MBG, KDMP, hingga rencana pembentukan 150 Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) per tahun dgn target total 514 batalyon di seluruh kabupaten/ kota ;
𝗗𝗜𝗔𝗟𝗢𝗚 𝗧𝗔𝗞 𝗧𝗘𝗥𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗥.
Namun, ketika kritik publik memekakkan telinga & mengusik ego penguasa, pun beberapa "𝙗𝙤𝙤𝙩𝙡𝙞𝙘𝙠𝙚𝙧" kekuasaan diusir mahasiswa dari panggung propaganda yg mereka bangun sendiri, tiba² kata "dialog" seolah - olah menjadi sedemikian penting.
Ironisnya, jika Bundaran HI dianggap bukan tempat yg tepat bagi massa aksi mahasiswa, maka dapur MBG dan KDMP juga bukan tempat bagi TNI pun POLRI utk menjalankan tupoksi utamanya.
𝗟𝗮𝗹𝘂, 𝘂𝘁𝗸 𝗮𝗽𝗮 𝗿𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗕𝗮𝘁𝗮𝗹𝘆𝗼𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗶𝘁𝗼𝗿𝗶𝗮𝗹 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗶𝘁𝘂 𝗱𝗶𝗯𝗲𝗻𝘁𝘂𝗸 ?
Padahal,
Indonesia bukan hamparan daratan yg dikelilingi lautan, melainkan hamparan laut yg ditaburi pulau².
Maka, logika pertahanannya bertumpu pada laut & udara, bukan pada obsesi memperbanyak struktur teritorial di "𝗱𝗮𝗿𝗮𝘁"-an.
Sebab ancaman strategis Indonesia tak datang dari sawah, kebun sawit, dapur, atau ruang kelas, melainkan dari tantangan menjaga kedaulatan wilayah laut & ruang udara yg jauh lebih luas dari "𝗱𝗮𝗿𝗮𝘁"-an.
Tidak semua yg bisa dibangun, perlu dibangun, & tidak semua yg dilegalkan UU otomatis jd prioritas yg di-"tuhan"-kan.
.
.
.
#cenasuwok
Guru adalah pondasi Bangsa
Gaji ia disana bisa nabung Rp 40 juta dalam sebulan
Gaji guru disini karena semua sudah serba mahal bisa aja bakalan nombok tiap bulan
Budaya mabuk atau mengkonsumsi minuman keras sudah hal biasa di NTT.
Jadi gak usah kaget lah!
Kan mantan gubernur nya si Viktor Laiskodat melegalkan minuman keras lokal menjadi identitas warga disana!