Bagaimana Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) berlaku bagi pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) ketika masa kontraknya berakhir? 📝
Yuk, simak video ini untuk cari tahu bagaimana kesesuaian JKP dengan standar internasional perlindungan sosial dalam Konvensi ILO No. 102.
Jadi.. begini..
Gmail itu bkn hanya inbox biasa. Ini master key seluruh hidup digitalmu.
Kalau hacker berhasil masuk ke Gmail kita, mrk tdk perlu menebak password. 1 inbox compromised = seluruh akun kita di tangan orang lain.
Berikut langkah praktis mengamankan Gmail dlm hitungan menit (diadaptasi dari insight terkini yg saya rangkum dari post original yg saya quote):
1. Aktifkan Advanced Protection Program Google
Buka myaccount[dot]google[dot]com[slash]security → aktifkan. Butuh physical security key (YubiKey atau sejenis). Tanpa kunci fisik, akses hampir mustahil meski password bocor.
2. Audit recovery options & perangkat
Cek nomor HP recovery, email cadangan, dan daftar device yg login. Hapus yg tdk dikenal segera.
3. Cabut akses app third-party lama myaccount[dot]google[dot]com[slash]permissions → revoke semua yg jarang dipakai sejak 2018 atau lebih. Tiap app = potensi pintu belakang (back door).
4. Cek active sessions myaccount[dot]google[dot]com[slash]device-activity → sign out semua sesi mencurigakan, lalu ganti password.
5. Tinggalkan SMS 2FA
SIM swapping hanya butuh 20 menit + "suap" kecil ke operator. Pindah ke authenticator app (Authy, Google Authenticator) atau hardware key.
6. Recovery email terpisah di provider berbeda
Jgn pakai Gmail lagi sbg recovery. Buat akun di "Proton Mail" dan set sbg recovery utama. Ini langkah krusial.
7. Password manager + unique password
Pakai 1Password, Bitwarden, atau sejenis. Jgn gunakan ulang password di mana pun.
Ini 👇🏼 yg tdk ada di post original yg saya quote:
Knp Proton Mail lebih saya rekomendasikan dibanding Outlook untuk kasus ini?
- End-to-end encryption (E2EE) + zero-access encryption → Proton sendiri tdk bisa membaca email kita (berbeda dgn Gmail dan Outlook standar yg masih bisa mengakses untuk fitur/ad).
- Privasi Swiss (hukum ketat perlindungan data), tanpa iklan, tanpa tracking.
- Outlook bagus untuk integrasi Microsoft dan fitur produktivitas, tapi model bisnisnya masih bergantung data user mirip Gmail.
Proton lebih murni privacy-first. Mulai dgn tier gratis Proton Mail untuk recovery email atau akun penting. Kalau butuh storage dan fitur lebih, ada plan berbayar yg worth it.
Digital security itu fondasi, sama pentingnya dgn update software atau backup data. Jvn tunggu kena hack baru sadar.
*Bkn postingan berbayar atau buzzer Proton Mail
TVRI
TVRI Sport
Maxstream TV
Fox One
Sportzfy
BitTV
Gvision TV V3
HD STREAMZ
TFLIX
SportzX
MaxLIV
PLAYFy TV
AK47Sports
GeeSports
Score808
RBTV+ TV
RBTV+
Nova Soccer Hub
SNC Sport
TotalSportek
KUKI Football
Krira TV
Navixsport
alias banyak banget tenang aja boyy 🕺🏻
Dapat surat cinta dari Komdigi?
SAFEnet dan REMOTIVI mengajak publik untuk mendokumentasi bersama pelanggaran kebebasan berekspresi yang terjadi di media sosial berupa peringatan dari platform ataupun takedown konten secara langsung.
Yuk, turut lapor dan dokumentasikan notifikasi tersebut melalui https://t.co/75xLJIfv3r.
Teman gue beli Avanza 2019.
Harga 135 juta.
Murah dikit dari pasaran.
BPKB ada. STNK ada. Pajak hidup.
Nama di BPKB sesuai KTP penjual.
Semua keliatan beres.
Langsung deal. Langsung transfer.
3 bulan kemudian.
Dia mau jual lagi karena butuh uang.
Calon pembeli baru minta cek fisik dulu.
Bareng ke Samsat.
Petugas cek nomor rangka.
Diam lama.
Terus bilang:
"Pak, BPKB ini diduga palsu."
Teman gue shock.
Kira salah baca.
Petugas tunjuk satu per satu.
Serat kertas diterawang, gak ada benang merah biru.
Nomor seri dicek di sistem, gak terdaftar.
Hologram terlalu mulus. Terlalu licin.
Palsu. Tapi hampir sempurna.
Balik ke penjual.
Nomor masih aktif hari pertama.
Jawabnya:
"Saya juga gak tau Pak, saya beli kondisi gitu."
Telepon berikutnya.
Tidak diangkat.
Berikutnya lagi.
Nomornya tidak aktif.
Lapor polisi.
Mobilnya ditahan sebagai barang bukti.
Penjual belum ketangkap.
135 juta raib.
Mobilnya raib.
Penjualnya raib.
BPKB palsu sekarang bukan kaleng-kaleng.
Kertas mirip. Hologram mirip. Tanda tangan mirip.
Mata telanjang gak akan ketahuan.
Tapi ada 3 hal yang selalu ninggalin jejak:
1. Serat kertas.
BPKB asli kalau diterawang — ada benang merah dan biru di dalam kertas.
Palsu: polos. Atau seratnya dicetak, bukan tertanam.
2. Nomor seri.
Tiap BPKB punya nomor seri unik yang terdaftar di sistem Polri.
Cek di: https://t.co/UA5mhtlZUI
Palsu: nomornya gak akan muncul. Atau muncul tapi datanya beda.
3. Tekstur cover.
BPKB asli covernya agak kasar, ada tekstur grid halus.
Palsu: terlalu mulus dan licin waktu dipegang.
Tapi cek dokumen saja gak cukup.
Nomor rangka dan mesin juga bisa dimanipulasi.
Digerinda halus. Di-stamp ulang.
Kelihatan mulus kalau cuma dilihat sekilas.
Yang bisa deteksi: senter kuat + kaca pembesar.
Sorot miring ke nomor rangka.
Kalau ada bekas gerindaan, batalkan transaksi.
Ini checklist wajib sebelum bayar:
Terawang kertas BPKB → cek serat merah biru.
Cek nomor seri BPKB → ke website Korlantas Polri.
Pegang cover BPKB → harus kasar, bukan licin.
Sorot nomor rangka pakai senter → cek bekas gerindaan.
Bandingkan digit per digit → satu angka beda = batalkan.
Minta cek fisik bareng ke Samsat → gratis, 30 menit.
TAMPARAN TERAKHIR:
Lo pegang BPKB-nya.
Tapi gak diterawang.
Lo baca nomornya.
Tapi gak dicek ke sistem.
Lo lihat hologramnya.
Tapi gak diraba teksturnya.
Semua butuh kurang dari 5 menit.
Tapi di-skip.
Dan itu yang bikin 135 juta raib semalam.
"Rupiah anjlok terhadap dolar AS. Sebetulnya, salah siapakah itu? Apa yang musti kita lakuken? Apa yang musti dibenahi oleh para penyelenggara negara?"
Bukankah akan sangat menggembirakan bagi kita apabila pejabat kita amat sangat mendengarkan pendapat para ahli dan praktisi?
Guy Coma datang ke BBC untuk wawancara kerja, tapi dia malah dikira narasumber di program berita BBC News.
Guy Coma tidak mendapatkan pekerjaan itu. Namun dua puluh tahun berlalu, wawancara ini masih disebut sebagai 'wawancara terbaik' yang pernah terjadi di BBC.
Guys, ada satu fakta yang menurut gue paling mengejutkan yang pernah gue dengar tentang subsidi BBM Indonesia dan kalau lo pahami ini sampai tuntas, cara lo melihat kebijakan energi negara ini akan berubah selamanya.
Jepang tidak mensubsidi BBM. Biaya logistiknya hanya 10% dari GDP.
Indonesia mensubsidi BBM triliunan rupiah. Biaya logistiknya 24% dari GDP.
Yang tidak disubsidi lebih murah. Yang disubsidi lebih mahal. Bagaimana bisa?
Kesalahpahaman fundamental yang sudah berlangsung puluhan tahun:
Selama ini kita berpikir logistik mahal = transport mahal = BBM mahal. Logikanya: subsidi BBM → transport murah → logistik murah → harga barang murah.
Pak RJ Lino — mantan Dirut Pelindo II yang sudah puluhan tahun di dunia logistik — mengatakan logika itu completely wrong.
Komponen biaya logistik sesungguhnya terdiri dari empat hal: transport, inventory atau persediaan barang, warehousing atau pergudangan, dan handling. Dan dari keempatnya — transport bukan yang terbesar. Yang terbesar adalah inventory.
Kenapa inventory bisa jadi komponen terbesar? Karena sistem logistik Indonesia tidak reliable. Pedagang di Medan tidak tahu apakah barang yang dipesan akan datang dalam 1 minggu atau 1,5 bulan.
Ketidakpastian ini memaksa mereka menyimpan stok berlebih sebagai buffer. Modal tersendera di gudang. Biaya pergudangan membengkak. Dan itu semua jauh lebih mahal dari biaya BBM yang dihemat lewat subsidi.
Angka yang bikin syok komponen transport dalam harga barang itu kecil sekali:
Pak Lino memberikan contoh konkret yang sangat membuka mata.
Kirim beras dari Surabaya ke Ambon satu kontainer isi 25 ton, harga beras Rp3.000 per kilogram berarti nilainya Rp75 juta. Ongkos kontainer Surabaya-Ambon sekitar Rp3 juta. Itu hanya 4% dari nilai barang.
Untuk barang fast moving seperti kopi dan consumer goods komponen freight bahkan hanya 1-2% dari harga barang.
Jadi selama ini kita mensubsidi BBM dengan argumen menekan biaya logistik padahal komponen yang disubsidi itu hanya 1-4% dari harga barang. Sementara yang benar-benar membuat logistik mahal yaitu ketidakpastian dan biaya inventory sama sekali tidak tersentuh.
Siapa yang sebenarnya menikmati subsidi BBM dan ini yang paling mengejutkan:
Bayangkan 95% barang Indonesia diangkut lewat jalur darat menggunakan truk. Dari ujung Sumatera sampai Jawa. Dari barat Jawa sampai Jawa Timur. Satu kontainer satu truk, satu kontainer satu truk.
Truk-truk ini menghabiskan solar dalam jumlah sangat besar. Dan solar itu disubsidi pemerintah.
Pertanyaannya: siapa yang menikmati subsidi ini? Rakyat kecil? Atau justru perusahaan logistik, pengusaha truk, dan korporasi besar yang paling banyak menggunakan jalur darat?
Jawaban yang jujur: yang paling banyak menikmati adalah pelaku bisnis berskala besar yang mengoperasikan armada truk ratusan unit. Bukan pedagang kecil di Maluku yang harganya tetap mahal karena masalah reliability, bukan karena masalah ongkos transport.
Distorsi yang diciptakan subsidi BBM dan ini efek domino yang tidak pernah terpikirkan:
Karena BBM murah semua orang memilih jalur darat. Pilihan itu terasa rasional secara individual. Tapi secara sistem menciptakan kerusakan besar.
Jalan tol cepat penuh dan macet. Jalan rusak lebih cepat karena beban truk yang berlebihan. Negara harus terus membangun jalan tol baru tanpa henti. Emisi karbon meledak.
Kemacetan di jalur utama seperti Jakarta-Surabaya menjadi kronis. Dan biaya logistik nasional tetap mahal bukan karena BBM — tapi karena sistem yang terdistorsi ini menurunkan reliability dan meningkatkan inventory cost.
Dengan subsidi BBM, kita sedang mengamplifikasi sistem yang salah dan membuatnya semakin sulit untuk dikoreksi.
Solusi yang sudah ada tapi tidak pernah dioptimalkan: Roro dan kanal:
Pak Lino membandingkan Indonesia dengan Jepang satu pulau, jarak Tokyo-Miyagi hampir sama dengan Jakarta-Surabaya sekitar 700 km. Di Jepang, 55% angkutan menggunakan jalur laut, 40% darat, dan hanya 5% kereta api.
Di Indonesia? 95% darat, 4% laut, 1% kereta api.
Kenapa bisa beda jauh? Bukan karena geografi. Tapi karena BBM disubsidi sehingga jalur darat terasa paling murah secara buatan.
Padahal Roro kapal Roll-on Roll-off di mana truk langsung masuk ke atas kapal dari Jakarta ke Surabaya waktunya hampir sama dengan jalur darat. Bongkar muat hanya 1 jam. Pengemudi bisa istirahat di kapal. Tidak ada pungli di jalan. Konsumsi BBM jauh lebih hemat. Barang lebih aman sampai tujuan.
Yang lebih mengejutkan: kanal dari Cikarang ke Tanjung Priok sudah ada sejak zaman Belanda. Dibangun untuk jalur transportasi kapal.
Sekarang sudah ada tongkang yang rutin beroperasi di jalur ini satu tongkang bisa mengangkut 150 kontainer, setara hampir 2 kilometer antrian truk di jalan raya. Dan konsumsi BBM per kontainernya hanya 5 liter versus 20-23 liter kalau pakai truk.
Saving yang dihitung Pak Lino hanya dari jalur Cikarang-Priok saja jika separuh volume beralih ke tongkang: 2 miliar dolar per tahun dalam potensi penghematan subsidi BBM dan biaya logistik.
Mengapa ini tidak terjadi dan ini akar masalah yang sesungguhnya:
Selama BBM disubsidi pilihan jalur darat selalu terasa lebih murah secara artificial. Tidak ada insentif untuk beralih ke laut.
Roro Jakarta-Surabaya belum ada sampai sekarang. Siapa yang mau investasi bangun Roro besar kalau truk masih terlihat lebih murah karena BBM disubsidi?
Ditambah lagi mindset pengambil kebijakan masih land-based. Pak Lino bahkan menyebutkan bahwa Roro dulu dikelola di bawah Dirjen Perhubungan Darat bukan Perhubungan Laut.
Laut dilihat sebagai pemisah, bukan sebagai jalan raya yang sudah tersedia gratis oleh alam.
Padahal Indonesia adalah negara kepulauan. Nenek moyang kita orang pelaut. Dan kita justru membangun sistem logistik yang paling tidak memanfaatkan laut di antara semua negara di dunia.
Apa yang seharusnya dilakukan:
Pak Lino tidak menyarankan cabut subsidi BBM sekarang secara brutal. Tapi ada roadmap yang jelas.
Pertama — bangun dermaga Roro di jalur-jalur strategis: Jakarta-Lampung, Jakarta-Palembang, Jakarta-Surabaya, Jakarta-Padang, dan koridor timur. Pemerintah sediakan infrastruktur pelabuhan, berikan konsesi eksklusif ke swasta untuk membangun dan mengoperasikan kapal Roro besarnya.
Kedua — lakukan adjustment BBM secara bertahap. Bukan langsung cabut semua, tapi targetnya jelas: harga BBM menuju harga ekonomi yang sesungguhnya. Ketika harga BBM naik mendekati harga pasar — pilihan antara darat dan laut menjadi fair secara ekonomi — dan orang akan naturally bergeser ke laut yang lebih efisien.
Ketiga — perbaiki reliability sistem logistik. Ini yang paling menentukan biaya logistik nasional. Kepastian waktu pengiriman, jadwal kapal yang konsisten, pelabuhan yang efisien. Bukan subsidi BBM.
Visi besar yang bahkan sudah ada sejak tahun 1970an:
Seorang profesor Belanda bernama Blomenstein yang pernah mengajar di ITB dan merancang waduk-waduk besar di Jawa menulis paper berjudul "Memakmurkan Jawa" pada tahun 1970-an. Isinya: bangun kanal besar sepanjang pantai utara Jawa dari Surabaya sampai Jakarta.
Kanal itu bisa sekaligus menjadi: jalur transportasi barang menggunakan tongkang, penampung air hujan untuk irigasi di musim kering, tanggul pelindung dari kenaikan air laut, dan pembangkit ketahanan pangan Jawa.
Gagasan itu tidak pernah dieksekusi. Tapi kondisi sekarang dengan harga energi global yang tinggi, subsidi BBM yang membengkak, kemacetan logistik yang semakin parah, dan ancaman banjir rob di pantai utara Jawa membuat gagasan itu semakin relevan bukan semakin usang.
Subsidi BBM bukan solusi untuk rakyat kecil. Ia adalah solusi yang terlihat baik secara politik tapi menciptakan distorsi sistemik yang justru membuat logistik Indonesia tetap mahal, jalan cepat rusak, kemacetan tidak terpecahkan, dan potensi ekonomi maritim kita tidak pernah dioptimalkan.
Negara yang tidak mensubsidi BBM punya biaya logistik lebih rendah. Itu bukan kebetulan. Itu adalah koreksi alami yang terjadi ketika harga energi mencerminkan nilai ekonominya yang sesungguhnya.
Selama kita terus mensubsidi kita terus mengamplifikasi sistem yang salah. Dan tagihan yang harus dibayar semakin hari semakin mahal dalam bentuk APBN yang jebol, jalan yang rusak lebih cepat, kemacetan yang semakin parah, dan biaya logistik yang tetap 24% dari GDP sementara negara lain sudah di bawah 10%.
Info dari temen yang kerja di notaris
Untuk menghindarin hal ini
dikasih beberapa hal nih
daftar simpel tips untuk menghindari kasus sertifikat ganda:
- Plotting Koordinat: Minta BPN memetakan lokasi untuk memastikan tidak ada sertifikat lain di titik yang sama.
- Cek Aplikasi "Sentuh Tanahku": Pantau status dan lokasi bidang tanah secara mandiri lewat aplikasi resmi BPN.
- Audit Riwayat (Warkah): Telusuri asal-usul tanah di BPN, bukan hanya cek keaslian fisik sertifikatnya.
- Investigasi Lingkungan: Tanya RT/RW dan tetangga sekitar untuk memastikan tidak ada klaim pemilik lain secara adat atau lisan.
- Kuasai Secara Fisik: Segera pasang pagar, patok, atau papan nama setelah beli agar tidak dianggap tanah telantar.
- Validasi Penjual: Pastikan penjual punya hak penuh (bukan sengketa waris atau gono-gini).
- Pilih PPAT Kredibel: Gunakan jasa Notaris yang teliti dan punya rekam jejak bersih di wilayah tersebut.
Nih udah jadi: Video tutorial install skill di @claudeai, dari nol sampe bisa langsung dipake, gratis!!
(Cuman 10 menit: kalian udah bisa upgrade AI jadi lebih cerdas)
Semoga bermanfaat ya.
🎥👇
Laptop lo lemot dan kalo booting butuh 5 menit buat bisa dipake?
Bukan karena rusak, tapi Windows lo kebanyakan "penumpang gelap" (apps dan services yang jalan otomatis tanpa izin).
Ga perlu service. Lo bisa bersihin biar booting jadi 30 detik.
Gini caranya: