Sistem Muktamar ke 35 banyak dibantu oleh agentic Ai, melibatkan total ~33 AI agents, untuk keperluan mulai dari pembuatan program, pendataan, registrasi, verifikasi wajah, monitoring cctv, team operation, sampai analytics untuk pembuat keputusan cepat di lapangan. Dibuat kurang dari 30 hari dg 3 orang engineer, powered by @evonic_ai
Prediksi Cak Nur tentang Santri yang Terbukti
Nurcholish Madjid (Cak Nur) pernah memprediksi bahwa sekitar 2010 akan muncul gelombang profesor dari kalangan santri NU. Ia membaca tren bahwa santri tradisional muncul sejak 1990-an dalam menempuh pendidikan tinggi. Tapi jeda itu kini berubah menjadi lompatan sejarah.
Fenomena yang dulu dibayangkan Cak Nur kini nyata. Santri-santri mulai menembus ruang akademik modern. Mereka tak lagi hanya belajar fiqh, tapi juga sains, ekonomi, teknik, dan kebudayaan.
Kini wajah-wajah santri hadir di kampus umum dan dunia internasional. Salahudin Kafrawi mengajar filsafat di Amerika; Etin Anwar menulis tentang feminisme; Ismail Fajri Alatas mengajar di New York; Eva Nisa mengajar antropologi di Australia. Di bidang sains dan teknologi, Muhammad Azis menjadi profesor Energy and Process Integration Engineering di Jepang; Hendro Wicaksono seorang Prof bidang Data-Driven Industrial Systems di Jerman; Bakhtiar Hasan menekuni Biostatistika di Belgia.
Di dalam negeri, ada Burhan Muhtadi (alumni Australia), pakar survei dan guru besar FISIP UIN, Agus Zainal Arifin (alumni Jepang) ahli informatika di ITS, hingga TB Ace Hasan Syadzily, santri-akademisi-politisi yang menjadi Gubernur Lemhannas.
Ramalan Cak Nur bukan sekadar soal gelar, tapi lahirnya generasi baru Islam Indonesia—yang berpikir universal tanpa kehilangan akar spiritual. Para santri ini menulis jurnal ilmiah sambil tetap membaca Ihya’ Ulumuddin, berbicara tentang epistemologi tapi masih bershalawat sebelum mengajar.
Bahkan santri yang novelis dan sutradara film, atau yang bikin konser jazz di Prambanan juga ada. Melampaui apa yang dibayangkan Cak Nur.
Gerbong santri ini, penerus Cak Nur dan Gus Dur, akan terus bergerak—menggabungkan olah pikir dan zikir hati, menembus laboratorium dan masjid, menulis dengan akal tapi juga dengan hati.
Indah dan penuh pesona, bukan?
Tabik,
Nadirsyah Hosen
@KemensosRI bergerak cepat memberikan perlindungan dan penanganan itensif kepada 3 anak yang ibunya meninggal di Pati. Mereka diberikan trauma healing dan bantuan kebutuhan dasar berupa nutrisi, mainan anak dan pemeriksaan kesehatan.
ومن تواضعه عليه الصلاة والسلام أنه كان في سفر، وأمر أصحابه بطهو شاة، فقال أحدهم: علي ذبحها، وقال آخر: علي سلخها، وقال ثالث: على طبخها، فقال الرسول صلى الله عليه وسلم: ((وعلي جمع الحطب)) فقالوا يا رسول الله، نكفيك العمل، فقال: ((علمت أنكم تكفونني، ولكن أكره أن أتميز عليكم،....
(أَمۡ یَحۡسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَاۤ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۖ فَقَدۡ ءَاتَیۡنَاۤ ءَالَ إِبۡرَ ٰهِیمَ ٱلۡكِتَـٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَءَاتَیۡنَـٰهُم مُّلۡكًا عَظِیمࣰا)
..... Sungguh Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, serta kekuasaan besar.
Keluarga Besar Computer Society of Nahdlatul Ulama (CSNU) mengucapkan Selamat Hari Lahir ke-49 kepada : Prof. Dr. Agus Zainal Arifin, S.Kom., M.Kom. (Dewan Pembina CSNU)
"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan. Aamiin Ya Rabbal Alamin"
@Ubaidullah_Sdq Matur nuwun Yai Ubaidullah. Saya ditugaskan menjadi Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial di Kementerian Sosial RI. Mohon doa Yai mudah-mudahan diparingi Allah SWT kekuatan, kelancaran, serta selamat dari halangan dan godaan.
@SeputarTetangga Perlu lebih hati-hati, menghadapi orang yang semaunya sendiri, bikin kotoran di rumah orang, tapi tuan rumahnya yang diancam disuruh beres-beres.