the fact that pelakunya masih anak SMP, menjadi bukti bahwa pendidikan karakter di Indonesia semakin mengalami penurunan. kebijakan hukum untuk anak di bawah umur juga harus direvisi. turut berduka cita untuk keluarga ditinggalkan, semoga selalu dalam lindungan-Nya🙏🏻
Ketimpangan hukum di negeri ini melukiskan duka yang teramat perih bagi rakyat kecil, menegaskan betapa tajamnya ketidakadilan menghujam mereka yang tak berdaya. Di saat publik menyaksikan keistimewaan yang menggores rasa keadilan ketika seorang pejabat tinggi seperti mantan Jampidsus Febrie Adriansyah melenggang tanpa rompi tahanan maupun borgol meski terjerat kasus dugaan korupsi dan TPPU bernilai fantastis. Hukum seolah tampil penuh kesantunan dan kelembutan.
𝙈𝙚𝙙𝙨𝙤𝙨 𝙃𝙚𝙗𝙤𝙝, 𝙏𝙑 𝙈𝙖𝙡𝙖𝙝 𝘽𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙢? 🚨
Aksi demo besar di jalan protokol Jakarta (22/7) ramai dibicarakan netizen, tapi sepi dari pemberitaan media nasional. Di tengah isu gangguan internet di lokasi, publik mulai bertanya-tanya: ini bentuk pembungkaman informasi, atau media yang menganggapnya kurang penting? Gimana pendapatmu?
#DemoJakarta #BeritaViral #BeritaTerkini #KabarHariIni #IsuNasional
BEBERAPA HARI TERAKHIR !!! 🚨🚨
Demo dilakukan diberbagai tempat diindonesia
Tapi mayoritas orang gak tau
Karena media nasional dengan sengaja tidak memberitakannya.
Semua orang gak mau negara kacau
Tapi kalau sudah begini
Kita harus bagaimana ?
#demo#indonesia
Guru Besar UII Masduki menilai Presiden Prabowo layak mendapatkan mosi tidak percaya dari masyarakat.kejadian seperti ini sudah terlalu sering
Ia bahkan menilai publik sudah semestinya tidak lagi sekadar menuntut Presiden Prabowo Subianto meminta maaf atas pernyataan kontroversialnya.
#Prabowo #gurubesar #UII
🚨🇮🇱 BREAKING: Israeli settlers are BURNING DOWN the village of Al-Naqoura in the West Bank, setting Christian family homes on fire.
Is this supposed to be America’s great ally?
Prabowo meletakkan bunga di makam leluhurnya, Kapitein Benjamin Thomas Sigar, tokoh Minahasa yang memimpin Pasukan Tulungan (Hulptroepen) dalam Perang Jawa. Menurut keluarga, ia terlibat dalam penangkapan Pangeran Diponegoro.
Foto ini diambil sekitar 1968, tak lama setelah Soemitro Djojohadikusumo dan keluarganya kembali dari pelarian politik (1957–1967) terkait keterlibatannya dalam pemberontakan PRRI.