Nah demo tuh gini loh pak polisi jakartaaaaaa, tugasnya polisi tuh jaga masa biar demonya damai sama kolektif bukannya malah di usir”
polisi jakarta tes beda sama polisi jojga?
nihh polisi jogja bukan ngejaga
bukan menghalangi pendemo kocak
ini sebelum digeruduk mahasiswa. budiman mendongeng. ia berusaha menyisipkan kesan bahwa kementerian dan juga prabsky itu selalu dengerin kritik dan sangat lindungi tiyo.
ah masa sih? menurut keyakinanku, kok ceritamu terlalu pencitraaan, bud. terlalu kosmetik. makanya kami muak cik.
Di Jerman, siaran Piala Dunia pake overlay diatas pemain yang lagi pegang bola, ada radar (mini map), dan live-data lainnya sepanjang pertandingan.
Bener2 kaya main game bola. 🤯
Jangan nyinyir sama pendemo.
THR, upah minimum, hak lembur, sampai Reformasi 1998 yang membuka jalan demokrasi hari ini. Semuanya lahir dari orang-orang yang berani bersuara dan turun ke jalan.
Nih denger para runners tone deaf.
Toh kalo kebijakan yang dikeluarkan bagus, nanti harga registrasi marathon elu gak semahal itu kocak.
Inget! Pukul ke atas bukan ke samping
You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.