Kita menjauh
sangat jauh
Jarak mengantar langkah;
satu nasib,
dua tempat berbeda
Kau memilih rimba Tabang
Aku menapaki pesisir Bawean
"Tempat yang asing dan dingin bagi perindu seperti kita"
katamu tiga tahun lalu
Lalu sunyi hingga kini
@Air_Sunyi@PelangiPuisi#SeninPelangi
Kita menjauh.....
Tapi kau tak pernah bisa benar-benar jauh
Karena selalu saja;
Kau kembali,
Di sini,
Menatap hujan dari balik jendela,
Berbicara pada seseorang;
yang tak seorangpun ada di sana.
@Air_Sunyi@PelangiPuisi#SeninPelangi
Putri, inilah aku
Diam bercerita kedunguan
Perihal langkah tergesa meninggalkan gelap savana
Tapak kaki terluka
Lebam sekujur jiwa
Pelukan perlahan terpisah
Tujuan tanpa alamat
pertanyaan tak ada jawaban
adalah pamungkas segala
Waktu telah usang
Buruk penutup kisah
@PelangiPuisi
Jika hari ini aku menahan langkahmu pergi
Mungkin kelak aku akan menemukanmu tetap di sini tanpa sayap
Aku rela menukar kebersamaan sekarang ini dengan kebaikan yang lebih besar
Berjuanglah, El
Moga kelak kita berkumpul dalam keberkahan yang lebih mulia
@Air_Sunyi@PelangiPuisi
02.00
Aku mendengar hujan jatuh dari kejauhan
Seperti percakapan antara langit, air dan bumi
Serta perasaan sayang tak terbantahkan
Menandakan selalu ada pertemuan
Sejauh apa pun jarak dibentangkan,
rindu menjadi alamatku padamu.
@Air_Sunyi
Disejuknya Blora kutemukan gelora
Rindu tanpa hasrat cumbu
Lidahmu lindu, merayu liang kalbu
Bukan oleh nafsu
Tapi denyut birahi pemahaman baru
Pikiran dan akal sehat berpagut
Basah oleh nikmat sastrawi;
yang selaras, serasi dan seimbang.
@Air_Sunyi@PemetikAksara#MainKata
Sepeninggalanmu,
Desember tiga pergantian kalender lalu;
Berulang kali namamu kusebut dalam sunyi
Berharap menjadi mantra abadi
Tapi yang terjadi,
Hanya igau tiada arti, serta dengung ganjil tanpa ada sumber suara
Merayu hati,
membusukkan sendi.
@Air_Sunyi@PelangiPuisi
Aku membaca sejarah
Atau diceritakan kisah masa lalu
Tentang perjuangan para pahlawan,
Tapi aku menyaksikan sendiri
Bagaimana hebatnya pengorbanan seseorang memperjuangkan cinta yang diyakininya
Menjadi teladanku sepanjang hayat.
Assalamualaikum, Ayah
Beristirahatlah
@Air_Sunyi
Muara Muntai, Putri
Ada senyum tak terbantahkan waktu
Sapa hangat selembut arus sungai
Dan hatiku, tertambat oleh pautnya rindu
Semoga jauh jarak bisa memanduku kembali,
Padamu, di sini.
@Air_Sunyi
Seberapa hal kecil itu penting akan dibuktikan setelah kehilangan
Karena kita tidak sadar fungsinya sampai sesuatu itu tidak ada
Tapi,
ada beberapa hal memang ditakdirkan tetap hilang agar selalu ada yg mencari;
ditemukan atau tidak, itu adalah hadiah dari proses usaha
@Air_Sunyi
Di ambang sore
Pertemuan mengejutkan
Tiada bertanya kabar
karena jawaban pun tak pernah diinginkan
Lalu berpisah
begitu saja
tanpa meninggalkan kontak baru.
Dan senja sempurna gelap menambah kesan asing
pada seseorang
yang
pernah
kupeluk tanpa busana.
@Air_Sunyi@PelangiPuisi
Meski simpul telah terurai,
rampung menjadi helai
Tapi tujuan tak pernah sampai,
mustahil tercapai
Tak ingin menemukan jalan damai
Tersesat dalam ramai
Semua kulalui dengan santai.
Andai....
Terima kasih telah mengingatku,
walau hanya sebatas candamu
@Air_Sunyi@PelangiPuisi
Hujan tergesa mendatangi pagi
Beningnya mendekap benak
Banyak kata,
sedikit cerita menggema dalam kepala
Membentuk nama, menyusun rasa
Tiada maksud mengundang manisnya masa lalu;
namun rindu serta merta hadir dalam bentuk paras indah wajah sialanmu.
@Air_Sunyi@PelangiPuisi