Menurut Balada Lakon Dunia, hanya ada 3 golongan manusia di dunia
1. Orang yg beriman (kalo yg beragama banyak)
2. Atheis
3. Munafik
Namun saya tak terima karena 1 golongan tak disebut di situ
Golongan ini termasuk ahli surga
Kasus Chromebook Nadiem ini sebenernya gimana sih, kok bisa dituntut 18 tahun?
Gue coba jelasin pake bahasa bayi, tanpa istilah hukum yang ribet, Versi Jaksa vs Pembelaan Nadiem ⬇️⬇️
DI TANGERANG NEGARA SEGEL GEREJA.
Mereka membubarkan orang yang sedang berdoa — lalu meminta agar kasusnya jangan dibesar-besarkan demi menjaga nama baik toleransi negeri ini.
Ironi terbesar dalam sejarah munafik.
Jumat Agung, 3 April 2026. Hari yang bagi jutaan umat Kristen di seluruh dunia adalah momen paling sakral dalam iman mereka. Tetapi di Teluknaga, Kabupaten Tangerang, jemaat Gereja POUK Tesalonika tidak bisa menyelesaikan ibadahnya. Satpol PP — aparatur negara yang digaji rakyat — ikut ambil bagian dalam penyegelan itu. Bukan preman. Bukan massa liar. Tapi negara.
Dan setelah itu, para pelaku meminta agar kejadian ini tidak dibesar-besarkan. Karena katanya - Indonesia dikenal toleran.
Inilah puncak kemunafikan itu.
Toleransi di negeri ini sudah lama berfungsi bukan sebagai nilai, melainkan sebagai jimat. Diucapkan terus-menerus untuk membius kaum minoritas agar tetap diam, tetap sabar, tetap percaya. Sementara intoleransi terjadi berulang-ulang, negara hadir bukan sebagai pelindung — tetapi sebagai peserta.
Pemerintah sibuk bicara perdamaian Timur Tengah di panggung internasional. Sementara di dalam negeri sendiri, warga negaranya tidak bisa berdoa dengan tenang di hari paling suci mereka.
Ini bukan kesalahpahaman. Ini bukan insiden kecil. Ini adalah cermin dari sebuah negara yang belum jujur kepada dirinya sendiri.
Jangan tunggu pernyataan "ini hanya kesalahpahaman" yang sudah bisa kita hafalkan sebelum diucapkan. Kita tahu skenarionya. Kita hafal naskahnya. Dan kita muak.
Negara yang benar bukan hanya yang bisa mengucapkan toleransi — tetapi yang berani menegakkannya bahkan ketika itu tidak populer.
Suarakan ini.
Jangan biarkan keheningan kita menjadi persetujuan kita.
Pernah penasaran kota atau daerah tempat kamu tinggal dulu keliatannya seperti apa ratusan tahun lalu?
Ada website yang ngumpulin lebih dari 1 juta peta historis dari seluruh dunia dalam satu platform.
Gratis, bisa dicari berdasarkan lokasi, dan resolusinya tinggi.
Namanya OldMapsOnline.
Kemajuan teknologi harusnya dinikmati dalam bentuk rasa syukur, konteksnya adalah “Rahmatan lil ‘Alamiin”, bukan superioritas satu kelompok atas kelompok lain.
Gagasan mengenai kalender Islam tunggal berbasis teknologi satelit adalah sebuah visi besar yg berpotensi menyatukan umat.
Namun, agar visi ini tidak menjadi pemicu perpecahan baru, kita perlu melihatnya melalui kacamata yg lebih jernih dan bijaksana bahwa kemajuan ilmu pengetahuan merupakan hidayah yg mengintegrasikan penentuan kalender hijriah melalui kemajuan teknologi mutakhir.
Kemajuan teknologi satelit bukanlah alat untuk memenangkan satu metode di atas metode lainnya. Sebaliknya, teknologi ini adalah titik temu (kalimatun sawa) yg menyempurnakan kekurangan manusiawi pada kedua metode tradisional.
Bagi penganut Rukyat (NU), Satelit sejatinya adalah “mata” yg diletakkan di luar atmosfer. Jika selama ini rukyat terbatas oleh gumpalan awan, lengkung bumi, dan keterbatasan optik mata, maka kamera resolusi tinggi pada satelit adalah bentuk “Rukyat Kontemporer” yg ribuan kali lebih presisi.
Jadi ini bukan meninggalkan sunnah melihat hilal (rukyat), sebaliknya memuliakan sunnah tersebut dengan penglihatan yg paling jernih.
Dan bagi penganut Hisab yg selama ini dipedomani oleh kelompok Muhammadiyah, data posisi bulan yg dihasilkan oleh satelit adalah validasi empiris bagi perhitungan matematika.
Teknologi ini mengubah derajat ketelitian dari estimasi menjadi kepastian mutlak. Ini adalah ”Hisab Terverifikasi”, di mana angka-angka di atas kertas mendapatkan bukti fisiknya secara real-time.
Jadi jelas bahwa “Sains” (pengetahuan) sebagai Rahmatan lil 'Alamiin, bukanlah milik organisasi atau kelompok tertentu.
Sains yg melahirkan Teknologi adalah bahasa universal yg di anugerahkan Allah kepada manusia. Dalam konteks Islam, kemajuan teknologi adalah perwujudan dari sifat Rahmatan lil 'Alamin (rahmat bagi semesta alam).
Jika teknologi ini berhasil menyatukan kalender Islam, maka manfaatnya dirasakan oleh seluruh umat manusia, karena akan tercipta keteraturan sosial, kepastian ekonomi, dan kedamaian ibadah.
Mengklaim teknologi sebagai “Kemenangan” satu kelompok adalah “bocah banget”, sebab itu bentuk penyempitan makna rahmat Tuhan yg sangat luas.
Sains hadir untuk melayani tuntutan kemanusiaan (seperti pesawat, hp, laser, dll), bukan untuk memvalidasi ego kelompok.
Jika ada anggapan bahwa penggunaan teknologi satelit berarti satu kelompok “menyerah” kepada kelompok lain, itu merupakan klaim eksklusivitas yg sangat keliru.
Karena logikanya NU tidak kehilangan identitas rukyat-nya, karena satelit pada dasarnya melakukan observasi visual (melihat), dan Muhammadiyah tidak kehilangan identitas hisab-nya, karena sistem satelit bekerja berdasarkan algoritma perhitungan yg sangat rumit.
Satelit adalah harmoni antara akal (hisab) dan penginderaan (rukyat). Ketika keduanya menyatu dalam teknologi, perbedaan antara “melihat” dan “menghitung” menjadi tidak relevan lagi, karena keduanya memberikan hasil di satu titik persamaan kebenaran ilmiah.
Jadi clear ya, menerima Satu Kalender Tunggal berbasis teknologi adalah bentuk kedewasaan beragama. Ini adalah langkah maju di mana umat Islam berhenti berdebat tentang “cara melihat” dan “cara menghitung”, tetapi mulai fokus pada “makna dari apa yg dihitung dari teknologi penglihatan.”
Note:
Penjelasan Literasi Rakyat ini hanya mencoba merujuk pada metode dan cara berpikir “Islam Rahmatan lil ‘Alamiin”.
Wallahu’alam bishawab..🙏
kalimat seperti ini digunakan untuk brainwash pekerja agar bisa diperas tenaganya dengan gaji tidak layak
tameng ibadah, bekerja yg dicari itu kekeluargaan bukan uang, menggunakan kata 'bersyukur' atau "lihatlah orang yg tidak seberuntung kalian" agar pekerja merasa oke tanpa menuntut gaji yang 'sesuai'
THAT'S SICK AF DUHH 💀
Conformément à l'Article 108 de la Constitution, les représentants de l'Assemblée des Experts du Leadership ont nommeé et présenté Son Éminence l'Ayatollah Sayed Mojtaba Husseini Khamenei (qu'Allah le protège) comme 3ème Guide suprême de la République Islamique d'Iran.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei diketahui mengalami kelumpuhan permanen pada tangan kanannya akibat cedera serius yang dialami dalam percobaan pembunuhan pada 1981.
Insiden tersebut terjadi ketika Khamenei tengah menyampaikan pidato di sebuah masjid di Teheran. Saat itu, sebuah bom yang disembunyikan di dalam tape recorder tiba-tiba meledak di dekatnya….
semoga gw salah
tahu kah kamu bahwa jika sering di telpon nomor tak dikenal begini terus ketika diangkat gk ada suara dan gak lama putus
maka ada rumor kalau itu lagi mengumpulkan suara kita utk train model ai dan nanti dipakai utk menipu kerabat/kontak kita dengan suara kita
semoga saya salah dan ini hanya efek nonton film black mirror dan paranoid saya 😅🥲🤯
Diriwayatkan oleh seorang sahabat Pak Jokowi, Bahlil Al Hibiki:
"Barang siapa yang masuk itu barang, dia akan mendapatkan malam Lailatul Golkar, yaitu malam seribu jabatan."
International media is lying ...
Indonesian university students living in #Tehran have shared short moments of life in the Iranian capital amid the war.
In the Name of God, the Compassionate, the Merciful
Among the faithful are men who fulfill what they have pledged to Allah: there are some among them who have fulfilled their pledge, and some of them who still wait, and they have not changed in the least (Holy Quran 33:23).