๐ฆธโโ๏ธKenapa aliran dana nya tidak lancar
๐ฅธ karena harus ada penyesuaian A,B,C pak
๐ฆธโโ๏ธ Halah terlalu banyak jawaban kamu ini. Kamu saya ganti!
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Negaramu telah kehilangan masa depan saat aparat penegak hukum korup tanpa henti. Negaramu telah usai saat mereka saling melindungi atas nama hukum. Dan, sebenarnya, kamu tak lagi memiliki negara saat hukum itu hanya berlaku buat rakyat kecil yang lemah.
Pukimak betul kalian ini. Berkelahi dan saling mempermalukan satu sama kalian lalu cipokan didepan kami. Besok-besok jangan lagi gunakan kalimat โKita ini negara hukumโ. Kalian menunjukkan ini bukan negara hukum tp ini negara milik nenek klean.
Febrie itu GEMBONG.
Banyak pengusaha batubara yang mengeluh soal sepak terjangnya selama ini.
Walau dia sudah membongkar korupsi diberbagai lembaga tapi korupsinya dia ini langsung โmenghunusโ perut RAKYAT, yaitu memBLACKOUTkan beberapa pulau.
A Thread
Ada mimpi yang dikejar orang demi trofi. Ada juga mimpi yang sesederhana.
"Ibu saya bisa melihat saya bermain di Piala Dunia."
Itulah mimpi Vozinha. Bukan menjadi juara dunia. Bukan menjadi kiper terbaik turnamen. Hanya ingin ibunya melihat semua perjuangan yang dia jalani selama puluhan tahun akhirnya membawanya ke panggung terbesar sepak bola.
Dan pagi ini, bukan hanya sang ibu yang melihatnya. Seluruh dunia ikut menjadi saksi.
Cape Verde memang kalah 3-2 dari Argentina setelah perpanjangan waktu. Mereka tersingkir. Tapi rasanya, hasil akhir tidak pernah benar-benar bisa menceritakan pertandingan ini. Selama lebih dari 120 menit, sebuah negara kecil memaksa juara bertahan dunia bertarung sampai titik terakhir.
Di bawah mistar, Vozinha berdiri seperti yang sudah dia lakukan sepanjang turnamen ini. Menghalau demi menghalau, menolak menyerah, seolah ingin memperpanjang mimpi negaranya beberapa menit lagi.
Di usia 40 tahun, dia tidak sedang mengejar ketenaran. Dia hanya sedang menikmati setiap detik yang mungkin menjadi Piala Dunia terakhirnya. Dan justru karena itu, setiap penyelamatannya terasa begitu berarti.
Mungkin beberapa tahun lagi orang akan lupa skor Argentina melawan Cape Verde. Tapi saya yakin, banyak yang masih akan mengingat bagaimana sebuah negara kecil membuat salah satu tim terbaik di dunia harus berjuang hingga perpanjangan waktu. Dan di depan gawang, ada seorang pria bernama Vozinha yang menjaga harapan itu sampai detik terakhir.
Tidak semua mimpi berakhir dengan mengangkat piala. Kadang, mimpi itu berakhir dengan sesuatu yang tidak kalah indah: pulang dengan kepala tegak, lalu disambut rasa hormat dari orang-orang yang menyaksikaan perjuanganmu.
Dan saya rasa...
Untuk seorang anak dari Cape Verde yang dulu hanya ingin ibunya melihatnya bermain di Piala Dunia...
Itu adalah akhir yang layak dikenang.