negara ini percaya pada demokrasi. tapi yang datang justru pemimpin yang belum selesai dengan sejarahnya sendiri. ia tawarkan harapan, lalu bawa luka lama yang kemudian ia menghilang disaat rakyat meminta kepastian.
negara ini masih berada dalam masa transisi. antara masa lalu yang belum sepenuhnya selesai dan masa depan yang masih belum memberi kepastian arah. suara rakyat, selalu kandas di meja musyawarah, bukan karena tak baik, tapi karena masih ada yang nyaman dengan kekacauan yang ada.
terkadang, politik berseberangan dengan akal sehat, sebagaimana afeksi sering kali berselisih dengan pikiran. di sanalah politik menjelma sebagai tragedi, bukan karena ia gagal oleh kelemahan atau kekalahan, melainkan karena ia bertentangan dengan persepsi masa depan.
cerita singkat buku lama yang sudah di penghujung paragraf lembar terakhir. ternyata, tiap lembarnya terlalu rusak untuk dapat dibaca. simpan saja di rak paling belakang bersama buku-buku yang tak ingin dibaca kembali.