BUNDANYAA AZKA KEREN BANGEETT!!😭🫶
Kebayang banget jadi ibu 3 anak, ga ada ART, di LN. Dan masih bisa buka kelas online dari tahun 2007, jaman itu lhooo 😭🫶
https://t.co/tZMvjN6nyV
DEFINISI HIDUPNYA TUH HIDUP BANGET
🔥👊🥹🫡
KEMAREN BANGUN KOMUNITAS ROBOTICS, BESOKNYA IKUTAN HACKATHON, LUSA IKUTAN STARTUP SCHOOL KE SF
Mana lucu bgt lg anaknya🫶
Di tengah pembantaian massal malam ini, nemu akun Umminya Dihya, and it's such a heartwarming guys 🥹 scr ga langsung kejawab juga alasan Dihya pilih UNHAN, Umminya harus bgt diundang di podcast2 nih!! Krn bner2 good parenting, bahkan kelola yayasan jugaa
Shout out buat semangat belajar Bundanya Azka! Totally Inspiring
🥹🫶
Bener2 jadi faham kenapa azka se sweet dan se gentle ituu. As a mom, aku salut bangeet sama dedikasinya
🫶🥹
BUNDANYAA AZKA KEREN BANGEETT!!😭🫶
Kebayang banget jadi ibu 3 anak, ga ada ART, di LN. Dan masih bisa buka kelas online dari tahun 2007, jaman itu lhooo 😭🫶
https://t.co/tZMvjN6nyV
It’s not about idolizing him, it’s about learning from how he navigates being seen.
Dan kalau pun nanti tulisanku selesai, mungkin bukan esai tentang Luthfi,
Tapi tentang kita semua, yang berusaha tetap jujur di tengah dunia yang serba tampil.
Akhirnya nyadar, bikin esai pop-akademik tentang Luthfi tuh nggak segampang itu 😭
Setiap kali mau lanjut nulis, selalu aja ada momen baru dia yang relevan banget buat dianalisis.
Kayak—Bang, bisa nggak sehari aja nggak inspirational dulu 😩
Jadi iya, tulisanku tentang dia belum kelar🤣
Karena kayaknya, tiap harinya Luthfi malah nambah bab baru buat ditulis.
Dari meja podcast, ke lapangan sepak bola, sampe refleksi soal ekspektasi publik, dari masa kecilnya sampe pertemanannya.
Semua nyambung.