[ The Chemistry Inside Poppers ]
Pernah penasaran gak kenapa “efek” setiap varian poppers itu berbeda-beda? Bahkan dengan nama yang sama namun warna yang beda tapi efeknya berebeda pula. Lalu mulai ada dengan efek soft, medium atau bahkan hard. Sampai ada muncul berbagai varian khusus berbagai posisi (role). Lalu apakah berbahaya? Apakah ada efek samping untuk ODHIV? Apa yang ada didalamnya? Mari bahas berdasarkan beberapa sumber yang lumayan menarik.
Poppers pada umumnya merupakan cairan rekresional yang biasanya digunakan oleh komunitas queer dalam kegiatan seksualnya. Cairan yang umumnya dihirup yang dapat memperlebar pembuluh darah di dalam tubuh, merelaksasi otot dan menurunkan tekanan darah.
Umumnya senyawa/bahan kimia yang ada didalamnya adalah alkil nitrit, nah alkil nitrit ini adalah golongan senyawa. Jadi ada beberapa senyawaan lagi turunannya, ini yang membedakan setiap jenis poppers itu “efek”nya berbeda pula. Umumnya alkil nitrat yang ada didalam poppers itu ada isobutil nitrit, isopropil nitrit, isopentil nitrit dll. Jadi jika dibahas C4, Rush, PIG, dll maka kita juga membicarakan formulasi yang berbeda pula pada setiap variannya. Bisa jadi C4 merah isobutil nitrinya lebih banyak namun C4 kuning isopropilnya yang lebih banyak. Yang mana efek masing-masing senyawaan juga berbeda satu sama lain pada tubuh manusia, lanjut ⬇️
Izin bantu jawab ya ..
Kenapa pas ciuman kita sering merem?
Karena otak kita sedang fokus.
Saat ciuman, otak menerima banyak rangsangan sekaligus seperti sentuhan bibir, aroma tubuh, suara napas, emosi, sampai detak jantung yang meningkat.
Kalau mata tetap terbuka, otak juga harus memproses informasi visual. Akibatnya perhatian jadi terbagi.
Ada penelitian yang menunjukkan bahwa ketika otak sedang fokus pada sensasi sentuhan, kemampuan memproses rangsangan visual akan menurun. Jadi menutup mata membantu otak "mengurangi gangguan" agar sensasi yang dirasakan lebih maksimal.
Mirip saat kita menikmati musik favorit. Banyak orang refleks memejamkan mata supaya bisa lebih menghayati lagu yang didengar.
Selain itu, ciuman juga memicu pelepasan hormon seperti dopamin dan oksitosin yang membuat kita merasa nyaman, dekat, dan rileks. Dalam kondisi seperti itu, memejamkan mata menjadi respons yang cukup alami.
Jadi bukan karena malu.
Bukan juga karena takut lihat wajah pasangan dari dekat.
Tapi karena otak sedang memilih untuk fokus menikmati momen tersebut.
Kalau kamu sendiri, tim merem atau tim melek saat ciuman? 😆
review setelah bbrp hari pakai si pinky neo🎀
aku pakai browsing 5-6 tab, socmed, ngeyoutube, editing tipis-tipis di canva dan capcut, dengerin live discord & gmeets, bikin sheets & gdocs...as macbook 1st timer sangat puas dan smooth.
Cheat code : parfum lokal yang aromanya unik dan ga pasaran
Sooo here's the review... aku bantu deskripsiin pake bahasa bayi deh biar gampang ngebayangin wanginya kayak gimana 😆🙌