ada kalimat yang selalu aku jadikan reminder:
teruslah mempermudah urusan orang lain, urusanmu biarlah Tuhan yang mempermudah.
teruslah membuat orang lain bahagia, kebahagiaanmu biarlah Tuhan yang beri.
WALAUPUN ALIM JANGAN JADIKAN GURU
Dalam kitab Tanbihul Ghofilin hal 157 ada satu keterangan:
أَنَّهُ قَالَ ﷺ لَا تَجْلِسُوا عِنْدَ كُلِّ عَالِمٍ إِلَّا الَّذِي يَدْعُوكُمْ مِنْ الْخَمْسِ إِلَى الْخَمْسٍ
Sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda:
Tidak sebaliknya : “beban hidup rakyat bertambah melampaui kapasitas kegembiraannya”.
Seperti kata Presiden Prabowo : “tidak ada niat sedikit pun kami mempersulit hidup rakyat”.
Ketika kesulitan hidup rakyat diringankan, tentu dengan kebijakan-kebijakan yang tepat dan bijaksana, kegembiraan rakyat akan bisa tumbuh mekar. “Wong cilik biso gumuyu”, orang-orang kecil dan rakyat biasa (jangan dibilang jelata) bisa tersenyum gembira. Karena negara hadir nyata dan pemerintah membela.
Tahun baru 2025 merindukan hal demikian bisa terjadi. Bertahap, tetapi maju melaju pasti.
Itulah Indonesia yang dirindukan. Kelompok Cipayung pada tahun 1972 menyebut sebagai “Indonesia Yang Kita Cita-citakan”.
صلاتك أولاً ،ثم أطلب من الله ما شئت
اللهم ارزقني قلباً لا يتكاسل عن الصلاة ولا يؤخرها
Utamakan waktu sholatmu, kemudian berdo’a minta apa yg kamu inginkan.
Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku hati yg Tdk malas, & tdk mengakhirkannya untuk melaksanakan sholat.
— Ali Tanthawi
Allah memberikan nama kitab suci ini Al-Quran, sesuai dengan artinya bahwa Al-Quran adalah bacaan sempurna. Bacaan yang diatur tata cara membacanya, ada adab membacanya, ditafsirkan berjilid-jilid, dan anehnya walaupun tidak dimengerti maknanya orang tetap senang membacanya.