Aku 30+
Ga pernah pacaran
Tapi jodohku datang pas aku lagi ga ada kekhawatiran apapun soal pernikahan dan aku ga sama sekali mikirin tentang nikah
Waktu itu di pikiranku adalah aku mau hidup tenang, hidup dengan usaha terbaik untuk diriku.
@arip13741167@MeteoraAG@MeteoraIDN@met_lparmy Ini main di wide range atau narrow range mas?
Saya baru belajar via ngobrol2 sama grok karna penasaran π
Kalau misal main di widerange yg return tahunan sekitar 8-20β ,
Ngejar sehari 1jt berarti harus ada capital 4,5milyar - 2milyar ya π
Tiap trader punya strategi sendiri buat dapet profit. Ane pribadi pakai analisis teknikal, tapi sama sekali ga pernah charting tarik garis. Murni pakai indikator teknikal yang dikuantifikasi. Metodenya simpel: tentuin kombinasi indikator yang robust, dan pake angka yang optimal.
Kalian tau apa yang bakal bikin BNI ketakutan dan bertekuk lutut buat ganti semua uang Gereja ini yang dimalingin manajemen mereka sendiri, bikin seruan supaya semua umat katolik Indonesia untuk memindahkan dananya ke Bank selain BNI atas nama solidaritas.
Gw yakin dgn seruan itu manajemennya ketakutan pasti.
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Di magang ku kemaren, anak magang tuh disuruh presentasi learn n share gitu
Materi presentasi yg mau kubawain tuh gamification wkwk
Dan salah satu pointnya adalah game itu bisa jdi media pembelajaran yg seru, dan inilah contohnya wkwk
Sayangnya gajadi karena bentrok
game indie seharga Rp300 ribu ini malah jadi βalat training kerjaβ terbaik di dunia
anehnya ini cuma game biasa tapi efeknya bisa ngelatih skill kerja nyata lebih dari pelatihan kantor beneran
@tanyakanrl Kita sama nder, kalau aku dapet dari magang π aku sendiri ku tabung semuanya sebagian besar di bibit pasar uang
Fyi ajaa, dengan 2 digit itu, kita bisa lho dapet 1000+ perhari dari bibit, lumayan 1 bulan bisa dapet jajan 1 martabak manis gratis π€£
@cinephileintern Laskar Pelangi, pas bocil nontonnya bareng orang tua π gabegitu ngerti sih sama filmnya wktu itu wkwk, gtau jg kenapa mereka ngajakin waktu itu
Soalnya itu momen yg langka bgt nonton film bareng orang tua, sampe saat ini pun masih bisa di hitung jari 1 tangan
@susunanan@karimakayyim@JeromePolin Nah.. Gw jdi kepikir
Mungkin selama ini bukan jerome yg ga napak tanah, tapi emang kualitas pendidikan kita ngehasilin "tanah" Yg terlalu rendah π«
Di lingkungan dia tumbuh, yg dia lakuin yaa sesuai standar disana aja
@imtheboboo Aku jg nih lagi ngebutin sertif course dri google via pluralsight, tpi cape bgt nontonnya
Pas intern kemarin kbetulan sama perusahaan dibeliin visual studio enterprise, byk tuh bonus2nya termasuk pluralsight setahun, beres intern ku klaim aja
Gabakal ada yg make disana jg π
@Anaya_sharma876 Gw punya adek, punya email domain https://t.co/KUyK3a9DcO bisa gaksih claim ginian wkwk, dia sih cerita dia dapet canva pro
Masih lama nungguin dia masuk kuliah mah,
@Someonehat64019@dvvitapr_@tanyarlfes Okaay "Semua anak"
Mau tanya ajaa, kalau yang kayak gini berarti gimana ya? Apakah rejeki nya dalam bentuk lain? Atau gimana
https://t.co/t9devegi3c