Abdul El-Sayed is reportedly set to become the first U.S. senator to use the Qur'an for his ceremonial swearing-in. This is a stark reminder of how fundamentally the country is changing, and not for the better.
🚨 ÚLTIMA HORA: Trump ordena al Departamento de Justicia abrir una investigación penal contra legisladores demócratas.
El presidente acusa a los demócratas de amenazar con procesos de destitución contra funcionarios republicanos y con penas de prisión contra sus donantes tras las elecciones de medio mandato. Trump califica estas amenazas de extorsión política y uso del sistema judicial como arma contra sus adversarios.
🚨🇺🇸URGENT : LE PRÉSIDENT TRUMP VIENT DE BASCULER L'INTERRUPTEUR — ICE PASSE EN MODE EXPULSION TOTALE, SANS RETENUE !
Trump a ORDONNÉ à ICE d'ACCÉLÉRER la pression sur les étrangers illégaux : " America First signifie AUCUNE Pitié pour les contrevenants à la loi ! "💥
A new report shows an algorithmic pattern appearing across 59 Senate and governor races in the 2026 midterms.
The analysis shows Republican candidates retained roughly 85% of Trump’s 2024 vote share while Democrats gained the remaining 15%, regardless of how red or blue the state was. The pattern is described as eerily similar to the 2020 “Drop and Roll” theory, in which late night ballot drops and consistent ratios shifted results. The report notes the formula explains about 88% of the variation and held even when individual states were removed. It calls for ballot level audits to examine the numbers.
She is absolutely right, best take I have seen on this, put the pressure on the Democrats, make them look foolish because we all know Democrats will refuse to do anything good for America. I do believe if John Thune had done his job we wouldn’t have been in this situation. John Thune is not only a Traitor to his own party acting as a RINO and obstructionist but a self serving fool and Coward.
Eropa Chaos, hacker menyerang Bank Perancis 1.8 Triliun hilang, supermarket chaos dibeberapa negara, Bahkan Bank Darah pun di Hack...
Pertanyaannya SIAPA yang melakukan itu semua, karena yang melakukan hacking bergitu besar dan massive butuh sumber daya yang tidak sedikit, ini resources sangat besar dan apa kepentingannya?
Ini Bukan Sekadar Hacker Remaja (Skrip Kriptik): Serangan yang terkoordinasi secara masif, lintas negara, dan menyasar perangkat keras fisik di dunia nyata (IoT/Internet of Things seperti unit pendingin komersial dan sistem kontrol industri) menunjukkan bahwa operasi ini dilakukan oleh kelompok peretas profesional berkaliber tinggi (Advanced Persistent Threat / APT) atau sindikat kejahatan siber terorganisir.
Infrastruktur pemetaan kerentanan global untuk memindai ribuan perangkat pendingin atau kontrol bank yang terhubung ke internet publik tanpa proteksi memadai (default password atau celah firmware lama).
Tim pengembang malware khusus yang paham cara menginfeksi sistem kendali jarak jauh milik vendor-vendor perangkat pendingin komersial (seperti kasus yang melibatkan perangkat dari Coolworld atau pengontrol digital lainnya).
Kelompok penyerang ini memiliki Kemampuan finansial atau dukungan logistik terselubung, karena mampu mengoordinasikan serangan serentak di berbagai negara Eropa membutuhkan perencanaan berbulan-bulan.
Perang Hibrida / State-Sponsored Cyber Warfare (Sabotase Geopolitik)...
Sasaran serangan ini sangat strategis karena langsung menyasar ketahanan pangan (supermarket/rantai pasok makanan) dan ketahanan medis (bank darah/plasma).
Jika aktornya adalah aktor negara (state actor), tujuannya adalah uji coba kerentanan infrastruktur vital (stress testing) musuh geopolitik, menciptakan kepanikan massal, menguji seberapa cepat rantai pasok sebuah kawasan lumpuh, dan melemahkan stabilitas sosial-ekonomi tanpa harus mengerahkan kekuatan militer terbuka.
Aksi Terorisme Siber Murni (Cyber Terrorism)...
Ada kemungkinan pula ini adalah bentuk teror siber modern yang bertujuan menciptakan kekacauan psikologis di tengah masyarakat sipil Eropa.
Dengan merusak suplai darah rumah sakit dan menghancurkan bahan makanan di supermarket secara serentak, efek kejut dan kerugian ekonomi yang ditimbulkan langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
Serangan ini membuktikan bahwa medan perang modern sudah bergeser ke ranah digital.
Siapa pun pelakunya—baik sindikat kriminal internasional maupun aktor negara asing—mereka memanfaatkan kelemahan keamanan pada perangkat IoT komersial untuk melumpuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat Eropa secara senyap namun mematikan.
Apakah Indonesia sudah berinisiatif melakukan mitigasi jika serangan ini terjadi di Indonesia? SAMA SEKALI TIDAK Ada persiapan apa-apa, bahkan sistem JADUL LIMS dibanggakan sebagai reformasi teknologi canggih... menyedihkan, yah..
Seluruh negara termasuk Malaysia, mulai bersiap diri...
😎