Dia memecah dari internal tanpa pisau bedah.
Strategi sehebat itu tapi ada yg mengolok² bahwa beliau orang bodoh. Dan sekarang terbukti kan yg bodoh itu sebenarnya siapa, wkwkwk.. senyap dan mematikan langkah.
Roy Suryo cs mulai panik karena berkas perkara menuju P21 dan sulit lolos dari jerat pasal berlapis. Bukti mereka lemah, sementara kampus dan satu angkatan sudah mengakui Pakdhe memang kuliah dan ijazahnya resmi.
Karena jalur hukum buntu, kasus ini dipelintir ke jalur politik dengan membawa isu ke DPR RI. Di sana mereka akan memosisikan diri sebagai peneliti yang dikriminalisasi.
Tinggal lihat siapa anggota dewan yang memberi panggung dan dari partai apa, tandai cuy 😁
Tapi emang harus diakui kecerdasan emosionalnya bagus. Roasting ke dia di jadikan power counter attack 👍
Dikatai Samsul dan Belimbing sayur, jadi brand untuk kampanye, dijadikan jaket.. fotonya diedit dijadikan meme, dibuat jadi gambar kaos bahkan ada yang diupload di media sosialnya sendiri.
Kebijakan Chromebook di era Nadiem Makarim dinilai tidak sesuai kondisi banyak sekolah. Ketergantungan internet, keterbatasan fungsi, dan minim dukungan membuat guru serta kepala sekolah kecewa.
Akhirnya banyak chromebook tidak terpakai.
Digitalisasi harusnya membantu guru mengajar, bukan menambah beban 😏
Eksepsi ditolak. Artinya jelas: alasan hukum Nadiem belum cukup buat lolos.
Hakim menilai dakwaan jaksa sah dan kuat, termasuk soal niat (mens rea) di kasus Chromebook.
Pengamat hukum UI juga tegas: ini bukan dakwaan asal tuduh, ada indikasi niat jahat.
Jadi stop narasi dizalimi atau kriminalisasi. Sekarang waktunya adu bukti, bukan adu framing.
Pengadilan tempatnya fakta, bukan pencitraan.
https://t.co/DfinJKcX0S
JPU itu bukan orang sembarangan, gak mungkin asal nuduh.
Kasus Chromebook ini juga bukan kasus gampang, isinya ribet nyangkut e-katalog, pengadaan barang, dan orang-orangnya saling terkait.
Makanya kata pakar hukum UI, dakwaan jaksa itu bukan ngarang.
Ini bukan drama lebay atau kriminalisasi murahan, tapi kasus korupsi serius yang dibuka pelan-pelan pakai fakta dan bukti di pengadilan.
Menteri datang dengan jargon inovasi dan narasi "Nadiem pembaharu pendidikan"
tapi meninggalkan sekolah rusak, guru bingung, dan sistem amburadul.
Lalu Muhammadiyah dan NU yang protes malah dituduh anti perubahan.
Padahal mereka yang sejak awal menanggung kerusakan akibat kebijakan eksperimental itu.
Kalau yang mengurus pendidikan puluhan tahun saja menilai arah kebijakan merusak,
lalu siapa sebenarnya yang tidak paham pendidikan??? 😏
Kalau sudah kaya dan mapan, ngapain ngotot masuk kabinet?
Jangan jual narasi pengabdian kalau faktanya manuvernya brutal.
Realita pahitnya: kekayaan itu bukan tameng moral.
Koruptor terbesar justru lahir dari perut elite super tajir.
Johny G. Plate, Benny Tjokro, Surya Darmadi 👉 contoh telanjang bahwa rakus itu gak pernah kenyang.
Terlebih saat muncul info Nadiem aktif bergerilya demi kursi Mendikbud.
Kalau jabatan dikejar mati-matian, itu melayani negara atau mengamankan proyek dan kepentingan?
Warisan kebijakan Nadiem Makarim menyisakan masalah serius: 4,2 juta anak putus sekolah, capaian literasi–matematika–sains anjlok (PISA 2022), infrastruktur sekolah rusak di hampir separuh SD dan 42% SMP.
Ironisnya, yang justru diwariskan adalah perubahan watak guru: dari pendidik kritis menjadi konten kreator demi pencitraan kebijakan.
Jadi korupsi itu soal mental dan kesempatan, sementereng atau sesuci apapun latar belakang seseorang, jika bermental MALING dan mempunyai kesempatan, maka korupsi akan terjadi. Negeri ini sudah menyaksikan betapa banyak, pejabat "bersih dan suci" yang mengisi sel tahanan Kejaksaan ataupun KPK.