@skincharediary I think it depends kak. I mean your skill in English will reveal in the both of test. Ini tinggal masalah kenyamanan. Kakak bisa bandingin pasti setiap aspek test-nya yg paling cocok dan nyaman menurut kakak yg mana. Karena kalau kita nyaman sama bentuk testnya, hasilnya ngikut.
Padahal gagal itu gak masalah karena part of the process, yang paling masalah itu kalau kita gak pernah "nyoba" sesuatu yg pengen banget kita lakuin atau wujudin.
Mending nyesel gagal, daripada nyesel gak pernah nyoba samsek.
@katebeletje Iyes betul, mereka suka nanya random di jalan, di bus, di pantai.
Apalagi di LA ini, orang kepo banget sama buku yg lagi aku baca, terus motif kain yg aku pakai. Genuinely speaking, light talk-nya emang beyond expectation π
USA tuh emang jauh lebih ramah ternyata warganya. Waktu jalan di Manhattan sama temen terus ketawa, tiba-tiba di jalan ada orang nyapa "hei, your smile is so beautiful".
Auto kaget dikit terus jawab "thank you, you too"
Hidup langsung agak feeling lighter π
patut diakui, editor Bloomberg KEREN banget ngett ngett !!!!!
visualisasi perbandingan GDP beberapa negara di S.E.A tahun 2025 pake motif kain batik gini
ada juga visualisasi Pelemahan Nilai Rupiah juga pake pewayangan gini; ini kreatif banget.
Bloomberg tahu bagaimana bercerita tapi pendengar/audiensnya adalah masyarakat Global dengan identitas Universal.
Bahkan ketika berbicara tentang PILIHAN TAK SEHAT, dia menganalogikan ini semua dengan GORENGAN yang terlihat nikmat namun sesungguhnya unhealthy.
π
@berhomonim In sales, you can be anything and you can learn everything.
Tahu gak kalau salah satu backbone employment di Indonesia itu mostly di bidang sales π
Sebenernya gpp juga kok kita hidup biasa-biasa aja.
Kenapa selalu ada tuntutan buat harus jadi konglo, artis, influencer, you name it π«
Biasa2 aja tapi duit ada is enough.