Saya hanya bisa memohon pada negara.
Rebut kembali kemanusiaan dan jiwa anak2 kita.
Tunjukkan pada mereka bahwa dunia penuh warna.
Jangan sampai kelak negeri ini jadi ruang mencekam dan mengerikan.
NKRI Harga Mati - NKRI Mati Harga =
"NKRI HARGA NEGO"
- Matematika Indonesia hari ini -
___________________
Di republik yg tak kekurangan pakar hukum, hukum justru tampil sbg dekorasi, bukan instruksi.
Pencabutan izin mestinya bersifat operasional,
BUKAN ORNAMENTAL.
Di republik ini, hukum lebih sering difungsikan spt 'jumbo banner di lembaga² penegak hukum, penuh slogan bombastis ttg penegakan hukum, tp tak pernah benar² bisa menjerat tubuh para komprador.
Pernyataan Prasetyo Hadi @KemensetnegRI ini, bukan hanya terasa seperti :
"SUDAH TAPI BELUM".
Ia justru memperlihatkan wajah negara yg keras di kata, lunak di tindakan.
Ragu dalam pikiran,
ambigu dlm kebijakan.
Gagah di konferensi pers,
"ayam sayur" di wilayah terapan.
Ini bukan penegakan hukum, ini hanya manajemen citra.
__________________
"negara besar", yg saya tulis dgn "HURUF KECIL".
Bersujud di telapak kaki kekuasaan ekonomi, 'zonder harga diri.
.
.
| @JimlyAs
Seorang sopir bus berujar di hadapan para penumpangnya,
"Tenang Bapak Ibu, dari 1 miliar penumpang yg saya angkut, hanya 6.452 yg nyemplung ke jurang, itu masih dlm batas wajar".
_________
Dehumanisasi dipandang bukan tragedi, 6.452 anak keracunan, dianggap spt porsi gagal produksi.
Lalu, keselamatan & nyawa peserta didik diletakkan dlm logika "margin of error".
Bahkan, utk memoles "banality of evil" itu, agar "wajah MBG" bisa tampil bagai Dewi Penyelamat, seorang pendengung tua • pemain lama, yg sdh lama tiarap, dibangkitkan lagi.
.
.
Buset dah !!!
#FufufafaAibNasional
| @DPR_RI
BGN | BEGO' NIAN
Lembaga yg lahir utk menyehatkan, tapi malah jadi rumah produksi ribuan anak keracunan makanan.
Isinya bukan ahli gizi, tapi pejabat tanpa gizi empati.
Malah seperti gudang pensiunan serdadu, yg tak pernah kenyang dan gemar "bermain dadu" anggaran.
Maka tak heràn, ribuan anak keracunan makanan, sementara mereka menikmati fasilitas negara dan lahap menyantap cuan penghasilan.
Lalu denial, sembari memuntahkan sejuta alasan.
.
.
#FufufafaAibNasional
| @DPR_RI
SESAT LOGIKA "RAJA KECIL" | Sel kanker Mulyono dalam tubuh kabinet "komorbid" Presiden @prabowo.
1. • "Saya janjian ketemu Menteri Karding”
• "Saya diskusi 2 jam soal lain"
• "Saya pamit jam 24.00"
→ Detail kronologis yg disampaikan, justru menjauhkan publik dari isu utama: keberadaannya di satu meja dgn tersangka pembalak liar.
Memberi detail soal jam, putaran domino, siapa pamit siapa __ ini bentuk 'oversharing utk membangun kesan jujur.
Alih - alih tampak jujur, justru hanya memperlihatkan retorika defensif yg tak menyentuh substansi dan menampilkan wajah dusta.
2. • "Kami tidak membicarakan soal kasus pembalakan liar sama sekali"
→ Padahal tidak membicarakan kasus, tak serta - merta pertemuan itu "bersih".
Faktanya ; seorang pejabat publik duduk satu meja dgn tersangka sudah menjadi masalah etis.
3. • "Saya tidak kenal dengan 2 pemain lainnya."
→ Ini upaya 'distancing, seolah-olah kedekatan hanya valid kalau "kenal secara personal"
Padahal, duduk satu meja dan main kartu lebih dari cukup utk memberi asosiasi kedekatan.
4. • "Saya baru tahu setelah berita keluar bahwa salah satunya adalah Azis Wellang.”
→ "Baru tahu belakangan" ini adalah retorika klasik.
Logikanya pincang; seorang @RajaJuliAntoni Menteri @kemenhut_ri yg memiliki akses informasi luas ttg "hutan", kok bisa buta informasi ttg siapa yg sedang jadi tersangka pembalak liar.
5. • "Saya akan tegakkan hukum setegas-tegasnya kepada pembalak liar tanpa pandang bulu."
→ Kalimat normatif yg tak relevan dgn pembelaan.
Pun, publik tak akan tanya apakah dia berkomitmen menegakkan hukum atau tidak, tapi ;
Kenapa Menteri "Kehutanan" asyik masyuk dlm kebersamaan non-formal dgn tersangka pembalak liar ?
___________
Gue ngga' maen dgn pembalak liar, gue
hanya sekadar duduk di meja yg sama.
Gue ngga' bicara kasus,
hanya sekadar ngocok kartu.
Gue ngga' kenal mereka,
hanya sekadar dua putaran.
● TAPI RAKYAT TAHU ;
Dua putaran kartu lebih jujur, daripada seribu putaran klarifikasi.
.
.
😁
#FufufafaAibNasional
Akhirnya, hari ini terjawab ;
58 % itu fiksi.
Pun, Parpol pemenang Pemilu bukan @PDI_Perjuangan, melainkan Partai Cokelat, kendati tak pernah pernah ikut Pemilu.
Namun, sekeras - kerasnya, melontarkan kritik, hingga "olok - olok" politik kepada Presiden @Prabowo, saya tak pernah berharap beliau tumbang di tengah jalan, atau terjerembab di pinggir sejarah, entah karena politik atau karena "seleksi alam".
Jangan sampai republik ini, dipimpin anak lulusan SMP, yang jangankan memahami isi pidato, berpikir 5 detik saja, malah "sakaw".
Jurang geologi bisa diukur dan dipetakan, tapi jurang intelektual yg sedemikian dalam, antara Presiden Prabowo dgn Wakil Presiden, tak bisa diukur, karena kedalamannya menelan nalar, lebarnya menenggelamkan logika, tak bisa dipetakan, dan tak bisa ditimbun dalam semalam, kendati dgn segunung pasir yg dijual ke Singapura oleh Bapak biologisnya.
Jika Presiden Prabowo tumbang, ini bukan sekedar soal politik dan konstitusi, bukan soal tragedi intelektual, tapi tragedi nasional, yg menjadi lembar sejarah :
"EKSPERIMEN BUNUH DIRI BANGSA".
.
.
___________
Tetap sehat dan waras Presiden Prabowo.
.
.
___________
“𝑯𝒊𝒔𝒕𝒐𝒓𝒚 𝒊𝒔 𝒔𝒆𝒂𝒔𝒐𝒏𝒂𝒍 𝒂𝒏𝒅 𝒘𝒊𝒏𝒕𝒆𝒓 𝒊𝒔 𝒄𝒐𝒎𝒊𝒏𝒈”. 𝑆𝑒𝑗𝑎𝑟𝑎ℎ 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑢𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑢𝑠𝑖𝑚 𝑑𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑖𝑏𝑎.
𝐼𝑡𝑢 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑢𝑡𝑖𝑝𝑎𝑛 𝑓𝑖𝑙𝑚 𝐺𝑎𝑚𝑒 𝑜𝑓 𝑇ℎ𝑟𝑜𝑛𝑒𝑠, 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑘𝑎𝑙𝑖𝑚𝑎𝑡 𝑡𝑒𝑟𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑓𝑖𝑙𝑚 𝑑𝑜𝑘𝑢𝑚𝑒𝑛𝑡𝑒𝑟 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 2010 “𝐺𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑍𝑒𝑟𝑜” 𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎 𝑆𝑡𝑒𝑣𝑒𝑛 𝐵𝑎𝑛𝑛𝑜𝑛, 𝑝𝑒𝑛𝑎𝑠𝑒ℎ𝑎𝑡 𝑠𝑒𝑛𝑖𝑜𝑟 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑇𝑟𝑢𝑚𝑝.
.
.
#FufufafaAibNasional
Sepanjang kodok belum jadi swike, publik tetap akan jadi "komoditas" pejabat publik yg bergaya sultan, tapi bermental kere.
_______
PATI MENJADI TITIK API.
Karena itu, jangan diam, ketika uang pajakmu dipakai utk menyuburkan perut dan dompet politisi yg tak tahu diri, bebal, arogan, ingatannya "selektif", dasamuka, lidahnya sejuta • bahkan panjang dan bercabang.
.
.
#FufufafaAibNasional
Di Republik Fufufafa, setiap proses pengambilan keputusan politik yg memakan waktu panjang, kerap bukan hanya tentang mekanisme konstitusional dan kehati - hatian, melainkan;
RUANG GELAP PERSEKONGKOLAN.
(Terlebih, jika kodok belum menjadi swike)
.
.
Semakin lama prosesnya, semakin pekat kabutnya, aroma transaksionalnya bisa sedemikian menyengat, namun jual beli pengaruh dan pergerakan amplopnya tak kasat mata.
.
.
Jadi, memang perlu menahan diri utk memekikkan kata ; "MERDEKA !"
.
.
#FufufafaAibNasional
Ibarat, pasukan elite marinir yg patroli senyap di kolam renang, tapi membiarkan bajak laut berlabuh di pelabuhan utama.
_________
Tapi, ini bukan tentang Riza Chalid dan Silfester "Termul" Matutina.
.
.
😁
#FufufafaAibNasional
Pihak yang memberi tugas kepada tentara untuk menangani food estate memang tolol.
Bisa dipahami ketika tentara yg menjalankan "operasi" pada bidang yg bukan kompetensinya, menjadi tampak sangat tolol.
DAYA RUSAKNYA LUAR BIASA.
Triliunan Rupiah uang rakyat dihamburkan utk kerusakan hutan yg tak mudah dipulihkan.
1. Pemulihan Alami ( tanpa "cawe - cawe" manusia) 50 - 200 th.
2. Reforestasi 20 - 50 th., hingga ekosistem, biodiversitas & fungsinya stabil.
3. Rehabilitasi ekosistem 10 - 30 th.
4. Dampak lain yg tak bisa dipulihkan.
Berikut ini adalah fakta tugas tentara yg kentara porak poranda, tanpa ada satu pihak pun yang merasa tercela.
Jangan berharap binatang politik seperti @RajaJuliAntoni, @DPR_RI , pun pihak @Kemhan_RI
mengerti.
.
.
#TolakRUUTNI
Dengarin nich..wanita mesir yang kuliah S2 di UII Jogjakarta, sangat kaget, kok di Indonesia banyak orang ngaku2 keturunan Nabi Muhammad , padahal di negara2 arab aja tidak ada orang arab ngaku2 keturunan nabi , dan di arab tidak ada panggilan habib....apa enggak malu kita?