Pernyataan bahwa MBG tetap dibagikan saat libur Lebaran bahkan dimajukan tanggal 17 Maret terdengar lebih seperti kepanikan proyek daripada kepedulian program.
Libur sekolah, anaknya di rumah.
Tapi MBG tetap harus jalan.
Kenapa?
Karena kalau berhenti seminggu saja, rantai bisnisnya ikut libur.
Kalau memang tujuannya membantu gizi anak, kenapa tidak diberikan tunai saja ke orang tua?
Lebih sederhana.
Lebih fleksibel.
Lebih masuk akal.
Tapi tentu saja…
kalau tunai, terlalu banyak pihak yang kehilangan “jatah operasional”.
Jadi jangan heran kalau program ini dipaksa tetap jalan bahkan saat libur.
Karena yang takut “anak kehilangan gizi” mungkin sedikit.
Yang takut aliran uang berhenti seminggu, kemungkinan jauh lebih banyak.
Singkatnya:
Ini bukan lagi soal makan bergizi.
Tapi soal proyek yang tidak boleh berhenti, bahkan saat sekolah libur.
karna kemarin gagal, malam ini coba bikin lagi
kalo miliano bisa cetak gol 3 orang random yg reply twit ini w kasih emoney
btw golnya harus dicetak pake kaki kanan
lets gooo🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🔥🔥🔥🔥⚡️⚡️⚡️⚡️⚡️
Berbahagia dengan kelahiran Nabi Muhammad Saw
قال الحافظ الشمس محمد بن ناصر الدين الدمشقي:
إذا كان هذا كافرا جاء ذمّه .. و تبّت يداه فى الجحيم مخلّدا
أتى أنه في يوم الاثنين دائما .. يُخفّف عنه للسّرور بأحمدا
فما الظنّ بالعبد الذي عاش عمره .. بأحمد مسرورا و مات موحّدا !؟