Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta. Chatib mengakui kedatangannya untuk menemui Presiden Prabowo Subianto. Chatib terlihat tiba di Istana melalui pintu pilar dekat Istana Negara pada pukul 15.35 WIB. Kedatangan Chatib bersamaan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.
Simak berita selengkapnya di https://t.co/12KzHzegth, BeritaSatu TV, YouTube BeritaSatu dan unduh aplikasi BeritaSatu di iOS dan Apps Store!
#BeritaSatu #SaatnyaMajuBersama #ChatibBasri #EksMenkeu #PrabowoSubianto #IstanaNegara
PERAMPASAN TANAH ADAT DIBUNGKUS "PROGRAM FOOD ESTATE DI MERAUKE PAPUA" 2JUTA HA.
Itulah salah satu cuplikan "FILM PESTA BABI"
Yg ditakuti Penguasa
PSN lagi
Jadi ingat PIK2
Yang menikmati siapa...
Prof Dien Syamsudin berbicara tentang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi harus segera diungkap serta dukungan kepada pak JK bahwa Tiga orang (Ade Armando, Abu Janda dan Grace) Patut diduga memotong narasi provokasi serta dukungan Muhammadiyah kepada pak Amien Rais. 🔥🔥🔥
Kekuatan fundamental pertumbuhan ekonomi 5,61 % itu ada di mana ?
Faktanya semua melemah, harga-harga naik, pendapatan turun dll.
Ini BUKAN PSIMIS dan bukan ANTI PEMERINTAH.
Ini adalah FAKTA
Rame video curhatan seseorang saat bayar pajak kendaraan, dia merasa dipersulit saat hendak bayar pajak kendaraannya
Tahun dulu aku pakai ktp sendiri bukan ktp pelimik bayar pajak bisa tapi sekarang tidak bisa bayar harus ktp pemilik jika mau bayar pajak
Prabowo masuk BoP itu untuk kepentingan pribadi dan bisnis keluarganya atau untuk kepentingan negara?
#PrabowoPresidenTerburuk
Agak mencurigakan. Rakyat ingin dia di kubu Palestina tapi dia malah nyebrang ke kubu penjajah Palestina
#PrabowoPresidenTerburuk
Adalah Alfian Tanjung alias Ust. Alfian Tanjung (UAT). Sudah mengingatkan perihal Reinkarnasi Komunis PKI sejak tahun 1990-an.
Per 2026 Iwan Fals mengingatkan secara lantang via lagu
#PrabowoGibranGakSampai2029#PrabowoGibranGakSampai2029
Kami tegaskan Kembali Siapapun yang menempuh jalan untuk berdamai dengan jokowidodo adalah orang orang yang berkhianat kepada Rakyat
Kami tidak akan ada kompromi bagi mereka yang mencampurkan yang Haq dan yang bathil
Ahmad Khozinudin
Benarkah prediksi Geopolitik
Prof. Anhar Gonggong dlm Perang yg terjadi antara AS, Isrewel + Iran !? Sementara Iran sdh mengeluarkan reales bhw Iran sdh siap perang selama 6 bln kedepan.
Wait and see
🤔🤔
CHINA & RUSIA BERGERAK UNTUK IRAN, PERANG BESAR DI DEPAN MATA.
aimanwitjaksono : Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran hingga menyebabkan pemimpin tertinggi negara tersebut, Ali Khamenei, gugur. Kini, sebagian perhatian tertuju ke dua negara sekutu Iran, yakni China dan Rusia.
Sejauh ini, Moskow telah memberikan pernyataan keras terhadap serangan gabungan AS-Israel ke Iran. Sikap itu mencerminkan kemarahan terhadap aksi AS dan Israel sekaligus solidaritas dengan Teheran. Pemerintah China juga telah mengecam keras pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei.
𝗥𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁 𝗗𝗶𝗽𝗮𝗸𝘀𝗮 𝗧𝗲𝗹𝗮𝗻 𝗥𝘂𝗺𝘂𝘀 𝗞𝗲𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸𝘄𝗮𝗿𝗮𝘀𝗮𝗻, 𝗟𝗶𝗺𝗮 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗩𝗲𝗿𝘀𝘂𝘀 𝗦𝗲𝘂𝗺𝘂𝗿 𝗛𝗶𝗱𝘂𝗽.
Ada sebuah keajaiban hitung-hitungan di negeri ini yg tidak akan pernah bisa dijawab oleh guru matematika mana pun, bahkan oleh mereka yg telah mengabdi puluhan tahun hingga rambutnya memutih dimakan kapur tulis.
Rumusnya sederhana namun menyayat hati, “Lima tahun duduk equivalent seumur hidup kenyang.”
Teori formulasi yg ditemukan oleh sekumpulan manusia terpilih yg menyebut diri mereka “Wakil Rakyat” itu bahkan tak mampu dipecahkan otak sejenius Albert Einstein sekalipun.
Masa kerja mereka singkat, hanya satu periode jari tangan, 5 tahun. Yang disebut kerja itu pun adalah duduk di ruang berpendingin udara yg sejuk, di atas kursi empuk yg harganya mungkin setara gaji setahun 10 orang buruh pabrik. Di sanalah mereka duduk rapat, atau terkadang juga terlelap.
Tugas mereka mulia di atas kertas, namun ajaib di rekening. Hanya dengan modal lima tahun “bersuara”(atau diam), negara dengan sukarela mengikatkan diri untuk menanggung hajat mereka sampai liang lahat.
Seolah-olah keringat lima tahun mereka adalah elixir suci yg nilainya tak terhingga. Pensiun seumur hidup untuk kerja seumur jagung. Sebuah warisan feodal yg dibungkus rapi dengan pita demokrasi.
Di sisi lain, lihatlah ke bangunan sekolah yg atapnya bocor itu.
Di sana ada seorang guru honorer. Gajinya sering dirapel tiga bulan sekali, nominalnya pun seringkali lebih kecil dari struk satu kali makan siang sang "Wakil Rakyat" tadi.
Ia tidak duduk lima tahun, tapi berdiri dua puluh hingga tiga puluh tahun. Kakinya bengkak menahan lelah, suaranya serak mendidik anak-anak bangsa agar tidak bodoh, agar kelak bisa memilih wakil yg benar.
Apakah ia mendapat pensiun…?
Jangankan pensiun, bermimpi untuk diangkat menjadi pegawai tetap saja seringkali dilarang. Komplain sedikit soal MBG saja bisa dipecat.
Ketika masa baktinya habis dan tubuhnya renta, negara memberinya ucapan terima kasih berupa selembar piagam kertas, lalu membiarkannya mati perlahan dalam kemiskinan.
Tidak ada tunjangan hari tua, tidak ada jaminan kesehatan VIP. Pengabdian mencerdaskan kehidupan bangsa puluhan tahun ternyata harganya jauh lebih murah dibandingkan keahlian mengangkat jari tangan (yg lebih sering dipakai buat ngupil dari pada kunjungan ke dapil) dalam sidang paripurna.
Sungguh sebuah komedi tragis. Kita dicekoki dan dipaksa menelan mentah-mentah “Undang-Undang” yg isinya membuat kaya raya si pembuatnya, membiayai hari tua mereka yg bekerja hanya sekejap, sementara kita membiarkan pahlawan yg membangun fondasi negara ini mengais remah-remah di masa senjanya.
Hati nurani macam apa yg dipakai untuk mengetuk palu aturan itu..?Bagaimana mungkin kalian bisa menikmati uang pensiun itu dengan tenang, sementara guru yg dulu mengajari kalian mengeja kata “KEADILAN” itu kini sedang bingung mencari uang untuk makan..?
Di negeri ini, “Pengabdian” rupanya diukur bukan dari seberapa besar jasamu pada bangsa dan negara, melainkan seberapa dekat pantat busuk mu dengan kursi kekuasaan.
Bajingan kalian semua…!!!
Bpk Presiden @prabowo, Prof @mohmahfudmd, Prof @JimlyAs, Prof @Yusrilihza_Mhd yth, jika kptsn MK ttg larangan polisi aktif menduduki jbtn di luar institusi kepolisian tdk FINAL dan tdk BINDING, selanjutnya Bapak-Bapak mau “ngakali” ptsn MK dg membuat PP yg bertentangan dg ptsn MK, maka jangan salahkan rakyat jika menuntut bhw kptsn MK lainnya spt penetapan persyaratan Gibran jadi Cawapres juga tidak FINAL dan tidak BINDING - juga putusan MK lainnya.
Berhentilah mempermainkan aturan demi KEKUASAAN dan kenikmatan KEKUASAAN.
Ayo Bapak-Bapak mohon SELAMATKAN INDONESIA !!!