Presentasi saya di acara ILUNI FEUI mengenai pentingnya institusi. Cerita Odysseus yang mengikat diri di tiang kapal untuk menahan diri dari godaan Sirene.
Institusi adalah tali yang mengikat kita pada tiang kapal: ikatan yang dipasang sebuah bangsa pada dirinya sendiri ketika akalnya masih jernih, karena ia tahu suatu hari kejernihan itu bisa memudar. Ketika itulah Sirene mulai bernyanyi: mencetak uang untuk membiayai pemborosan, melonggarkan pagar demi hasil yang segera.
Odysseus mengikat dirinya karena ia tahu ia bukan malaikat. James Madison menulis, “If men were angels, no government would be necessary.” Institusi lahir bukan karena manusia selalu bijak, melainkan karena kita tahu suatu hari kita bisa khilaf atau sewenang-wenang.
Ringkasan hasil research nya lihat artikel saya di Kompas untuk edisi Kemerdekaan @hariankompas
IPK gue 3.9.
Waktu wisuda, gue merasa di atas dunia. Cumlaude 3.5 tahun. Foto toga dipajang di rumah.
Sekarang, 8 tahun kemudian, gue masih di posisi yang sama.
Yang dulu seangkatan gue. IPK 2.5. Dulu gue pandang sebelah mata.
Sekarang? Dia dua level di atas gue. Gajinya mungkin 3x lipat.
Dan gue, cumlaude, masih di sini.
Bukan karena gue bodoh. Tapi karena ada satu skill yang gue gak pernah pelajari.
Operasi pemisahan bayi kembar siam asal Filipina, Olivia dan Gianna, berhasil dilakukan oleh tim Program Kembar Siam Arab Saudi di Rumah Sakit Khusus Anak King Abdullah, Riyadh, Kamis (18/6/2026).
Bayi berumur dua tahun itu menyatu pada bagian dada dan perut serta berbagi organ hati. Salah satu di antaranya juga mengalami kelainan jantung bawaan.
“Akhirnya, inilah hari yang kami tunggu-tunggu, hari ketika mereka bisa menjalani hidup normal sebagai dua individu yang terpisah,” ujar ibu Olivia dan Gianna, Ginalyn Manuel.
Menurut kepala tim bedah, Dr. Abdullah Al Rabeeah, operasi ini merupakan pemisahan kembar siam keempat terhadap pasien asal Filipina sekaligus ke-72 dalam Program Kembar Siam Arab Saudi yang telah berjalan selama 35 tahun.
pak faiz tadi ditanya audiens: “apa kalimat yang tepat, yang pengin didengerin orang2 yang lagi berduka?”
dijawab: “gak ada. gak perlu. mereka gak butuh itu. diam saja. kalau mau membantunya, pastikan aja kalau kamu selalu ada.”
Prof Komaruddin Hidayat, Ketua @dewanpers memberikan kesan2 di acara syukuran HUT ke-84 tahun Pak @Pak_JK . Semoga sehat selalu dan diberkahi Allah SWT ya Pak JK dan Bu Mufidah😊