living aesthetic atm: noise, bad news, earth getting sick of humans, apocalypse, inflation, war, lust-oriented, too-much of everything, jargon overdose, AI cringe, repetitiveness.
mimpi basah gw want someone who supports me in everything that helps me grow, hypes me up, and makes me feel appreciated without me having to ask for it๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
aku sering dikira sebagai "girl boss high achiever gk mau nikah maunya kejar karir" type of person when i actually just trying my best to barely survive and is a certified lover girl yang sangat amat ingin menikah dan membangun keluarga dan berkebun dan memasak dan bahagia
@muuyzah This one Kak. Skechers D'Lites
Harganya lumayan pricey tapi worth buying ๐ฅน. Bener2 dibuat jalan lebih dari 10k steps ngga sakit samsek di kaki ๐ญ
Semoga nanti berjodoh sama orang yg gampang diajak baikan setiap berantem.
Ga ngungkit2, ga dendaman, ga nunggu waktu buat ngebales, ga silent treatment.
Dan semoga aku pun gampang diajak baikan.
Lowkey cap banget sih kalau ada yang bilang avoidant otomatis ga layak dicintai. Emang relationship sama avoidant bisa challenging, bisa bikin capek, bisa bikin overthinking setengah mati. Tapi dari situ juga gw belajar kalau setiap orang tetap punya hak buat dicintai, termasuk mereka yang mungkin kesulitan nunjukkin perasaan atau menerima kedekatan.
Makanya gue juga ga pernah relate sama statement "siapa yang cinta lebih besar, dia yang kalah." Lah emangnya cinta kompetisi? Hidup aja cuma sekali, waktunya pendek banget. Sedih ga sih kalau kita harus terus-terusan nahan rasa, pura-pura biasa aja, atau ngurangin ketulusan cuma karena takut keliatan lebih sayang. Gw selalu percaya kalau cinta yang gw punya bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Ketulusan itu bagian dari diri gw. Kalau ada orang yang hadir di hidup gw, gw pengen dia bisa lihat, ngerasa, dan tahu kalau dia dicintai. Bukan lewat tebak-tebakan, bukan lewat gengsi, bukan lewat permainan siapa yang paling dingin.
Kalau suatu hari gw harus kalah, kalau ternyata perjuangannya ga berakhir sesuai yang gw harapkan, at least gw ga akan nyesel karena pernah kasih cinta gue seutuhnya. Gw ga akan nyesel karena pernah jujur sama perasaan gw. Yang justru bikin nyesek adalah ketika lo udah ngasih semuanya, udah sabar, udah ngerti, udah berusaha bertahan buat seseorang yang terus menjauh setiap kali lo mendekat.
Dan mungkin itu alasan kenapa sampai sekarang yang paling susah gw lupain bukan hubungan yang gagal, tapi rasa capek karena terus mencintai seseorang yang selalu bikin gw merasa cinta gw kebanyakan. Karena ternyata yang paling sakit bukan mencintai terlalu besar, tapi mencintai orang yang belum bisa menerima besarnya cinta itu.
i wish ketemu pasangan yang bisa ngobrolin plan soal arah hidup, growth, punya pemikiran luas, mau di ajak bertukar pikiran dan mendengarkan dengan baik, punya emotional intelligence yang baik dan mindset yang positif.