@yvesbintaro that kind of ustadz contributes a lot to religious trauma. women are not objects. we dont deserve to be sexualized or objectified. sexualizing women is a sin too, yet somehow the focus is always on women's sins
Bahwa perempuan harus nyamar jadi laki-laki sekedar biar bisa sampe rumah hidup-hidup harusnya jadi tanda kalo emang ada yang salah di masyarakat kita, bukan sekedar buat becandaan & bahan jualan. Cuma kalo kita bahas masalah ini, nanti ada yang ngerengek “kimi gindir wir”
💚 sumpah beneran kurang ajar, maaf banget ampe ku bawa ke base gini tapi kelakuan rezim wowo ini bener" diluar nalar, dakjal pun kayanya kalau udah keluar jadi gapunya banyak kerjaan lagi, soalnya udah hampir diangkut semua ama kelakuan dzolim mereka👎
Maka dari itu gue ga pernah topup lagi
Game gacha itu basic-nya dopamine booster. Ada reward & anticipation. Deg-degan pas gacha dan hepi bgt pas dapet card/item yang diincer
Tapi setelah itu yaudah. Kalo flasback, gue jg mikir ngapain dulu keluar duit segitu banyak
Akulah orng yg udh lepas dari jeratan ini wkwk. Selain aku gak suka fandomnya, dev nya kikir mampus wkwkwk. Jualan terus mentang2 fansnya banyak.
Bener2 tiap hari jualan. Story utama? Gak pernah dilanjut cuy kebanyakan ngedanus wkwkwk
buat kakak kakak dan adek adek yg ga tau ini namanya game judi, ya
kalo ada yg bilang ini game pacaran jgn percaya, itu km kena scam
developernya greedy dan kikir
mau konten? judi
mau pacaran? judi
mau pacaran tanpa judi? bisaaaa
tapi km cuma main gaplek dan capit capit aja
kalo mau main ini tujuannya buat pacaran sama Li km, pikir pikir dulu dan harus bijak sebelum nyebur dan tenggelam ke pergachaan akal akalan yrh ya
Mumpung isu KS lagi panas, ada baiknya kita mengingat lagi kejahatan seksual terbesar di sejarah Indonesia.
Kejahatan itu ialah Pemerkosaan Massal Mei 1998.
Pada Mei 1998, AsiaWeek melaporkan suatu mobilisasi preman yang raksasa.
Gerombolan-gerombolan preman, bandit, rampok, dan penyamun dari hutan-hutan Lampung dan Timor Timur didatangkan dalam jumlah besar pakai pesawat kargo dan kereta ke Jakarta.
Secara terencana, gerombolan preman dalam jumlah sangat besar digerakkan di seluruh wilayah Jakarta untuk menciptakan bencana kemanusiaan masif dan meluas.
Hasilnya sangat ekstrem.
Selama tiga hari nonstop, terjadi perburuan manusia di Jakarta.
Gerombolan preman dalam jumlah besar menyerbu kampung yang didiami mayoritas suku Tionghoa, mengepung gang, memasuki rumah orang random, memukuli ibu-ibu random penghuninya dengan sadis sampai mati, menelanjanginya, memerkosanya, membakarnya, membakar rumahnya, mencuri sofa dan kulkas dan TV dan lemari bajunya. Seluruh keluarga si ibu-ibu juga mati dibantai.
Kemudian gerombolan preman itu pindah ke rumah sebelah. Lalu setiap rumah di situ. Lalu ke kampung sebelah.
Ribuan orang mati dibantai.
Di jalanan Jakarta, perempuan diperkosa bergilir oleh massa dan dipukuli dengan sadis sampai mati dan rusak dengan mengerikan.
Gerombolan pencuri, penyamun, pemerkosa, dan pembunuh dalam jumlah sangat besar merongrong dan meneror seluruh wilayah Jakarta selama tiga hari nonstop.
Tidak ada aparat. Tidak ada kabar tentang apakah besok pemerkosaan massalnya sudah selesai atau masih lanjut. Soeharto lagi entah di mana di luar negeri. Orang capek.
The Rape of Jakarta.
Inilah "KS" terbesar di sejarah Indonesia. Ketika Nanking diperkosa penjajah, Jakarta malah diperkosa bangsanya sendiri, secara harfiah.
Siapapun yang bertugas melindungi Jakarta saat itu jelas gagal total.
Ternyata, di Jakarta saat itu ada tiga pasukan aktif yang besar:
1. Kostrad
2. Kodam Jaya
3. Kopassus
Pertahanan Jakarta praktis menjadi tugas mereka yang sama sekali tidak boleh gagal.
Kalau Jakarta sampai jatuh ke tangan musuh, merekalah yang tanggung jawab, karena gagal dalam tugasnya.
Kalau bukan mereka, siapa lagi yang bisa melindungi Jakarta dari musuh?
Oleh karena itu, semua anggota ketiga pasukan ini sudah bersumpah prajurit untuk melindungi rakyat tanpa gagal, bahkan jika harus mati sekalipun.
Selama tanggal 13-15 Mei 1998, ketiga pasukan ini ngapain aja?
Apa yang saat itu mereka lakukan untuk melindungi rakyat?
Selama tiga hari, para tentara ini nggak cuma gabut nontonin ratusan perempuan diperkosa bergilir dan dipukuli sampai rusak dan mati oleh massa, kan?
Tentu, tentara hanya mengikuti perintah.
Apa yang komandan-komandan ketiga pasukan lakukan selama 13-15 Mei? Apakah mereka memerintahkan pasukannya untuk melindungi rakyat?
Siapa sih komandan-komandannya saat itu?
Oh, berarti muncul 3 nama:
1. Pangkostrad saat itu
2. Pangdam Jaya saat itu
3. Pangkopassus saat itu
Tiga manusia inilah yang bertugas melindungi Jakarta selama 13-15 Mei 1998. Merekalah yang pegang pasukan.
Siapakah nama-nama ketiga orang yang spesifik itu? Tentu saja tidak boleh gw sebut.
They-Who-Must-Not-Be-Named.
Ikan busuk dari kepala. Kalau Kostrad, Kodam Jaya, dan Kopassus entah mengapa bisa-bisanya kompak gagal bersamaan, tiga orang inilah yang harus minta maaf sebagai pemimpin.
Tiga orang inilah yang harus minta maaf karena kicep gagal mencegah pemerkosaan dan pembantaian di Jakarta oleh gerombolan preman, termasuk oleh gerombolan preman dari hutan Timor Timur.
🪵 teman timun, it's a reminder. kl udah bikin orang invest perasaan dan waktu, apalagi kalian udah bawa mereka sejauh itu, tolong sekali jgn dimainin ya. mereka jg punya hati dan perasaan, no one deserves to be left. aku kasian liat temenku, lg lowest point malah mau ditinggalin
Fokus ke satu orang itu enak loh, kita ga perlu repot sembunyiin story, ga perlu delete chat atau bohong sana-sini. Kejujuran bikin hati tenang, hubungan juga bakal lebih sehat, dan rezeki juga jadi lebih dekat.
“setia itu bukan kebetulan, tapi pilihan yang kita buat sendiri”
di psikologi ada konsep “Emotional Attachment” yaitu hati sering kangen orangnya, padahal yang sebenarnya dirindukan cuma kenangannya.
Emotional Attachment (keterikatan emosional).
pas kita udah terikat secara emosional, hati dan otak ngebentuk ikatan yang kuat banget sama orang tersebut.
nahhh, gara-gara ikatan inilah otak kita suka nge prank dan bikin banyak orang susah move on 🙃
saya mau jabarin yg sebenarnya terjadi di kepala kita:
1. Euphoric Recall.
secara ga sadar otak kita bekerja untuk muter kembali highlight reel memori yang indah dan penuh dopamin, tapi sengaja ngeblur memori yang buruk... makanya masa lalu kadang kelihatan jauh lebih romantis dari realita aslinya.
2. Fading Affect Bias.
emosi negatif dari sebuah kejadian itu akan memudar jauh lebih cepet daripada emosi positif.
jadi, secara ga sadar kita lupa gimana stres atau capeknya ngadepin dia, tapi kita ingat jelas banget momen ketawa dan happy bareng dia.
3. Kangen Perasaannya, Bukan Orangnya.
seringkali kita ga kangen sama manusia yang mungkin banyak kurangnya dan nyakitin itu. sebenernya kita cuma kangen perasaannya aja seperti kangen akan ngerasa aman, nyaman, diperhatikan, atau tidak kesepian. otak kita sebenernya lagi butuh asupan rasa itu, bukan butuh orangnya.
4. Efek Withdrawal.
waktu kita punya emotional attachment yang kuat, otak kita udah terbiasa sama kehadiran dia. dan pas dia pergi, otak ngelewatin fase withdrawal.
fase ini tuh semacam sakaw lah wkwkw...
buat ngatasinnya, otak kita sengaja memutar memori manis buat dapet sedikit "dosis" perasaan bahagia dari masa lalu.
jadi, gapapa banget kalau kita kadang ngerasa rindu, yaaahh walau secara logika kita udah ga mau dia balik lagi ke hidup yg sekarang 😆.
palingan hati kita cuma lagi "homesick" sama perasaan yang nempel di kenangan itu berkat emotional attachment yang pernah ada.
semangat untuk kalian semua yang lagi di fase ini.
Coba aja laki-laki bisa segetol ini bahas kekerasan seksual kayak mereka bahas keperawanan perempuan. Atau seenggaknya segetol ini waktu bahas keperjakaan, soalnya lebih sering nemu berita perkosaan/femisida yang berangkat dari perempuan menolak ajakan seks laki-laki 🥲