Aku akan upload novel karyaku sendiri, aku yakin suatu hari nanti pasti akan viral. Novel diangkat dari kisah nyata dan ditambah sedikit drama untuk menyempurnakan ceritanya
Semoga teman” terhibur 🥰🥰
“Baik Mas Jacob terimakasih, sebentar saya kirim.”
telfon pun dimatikan, aku mulai membaca kasus yang sudah dikirimkan, sembari dalam hati aku berpikir
“sepertinya aku gak bisa sendirian, aku perlu orang lain untuk membantuku menemukan kebenaran kasus ini.”
TAMAT
Diujung suara sana seorang laki laki tegas berbicara.
“Mas Jacob, saya punya kasus yang mungkin membutuhkan bantuan anda.”
“Baik Pak saya siap bantu, tolong saya diinfo kasus apa.” jawabku dengan tenang
Seminggu kemudian aku sedang berada dimakam membawa setangkai bunga. “Om sekarang udah tenang ya, semua fakta sudah terbukti, maaf ya Om sudah terlalu lama menunggunya.”
Tiba-tiba telfonku berdering muncul panggilan dari nomer yang gak dikenal.
“Ternyata waktu memang tidak pernah lupa membawa kebenaran kembali.”
Minggu depan aku akan ke makam Om Artur deh setelah perjuangan yang kami lakukan.
——
Siang itu saat jam istirahat tiba, aku masih scroll instagram dan muncul satu berita
“Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan mantan direktur RSUD, Harwono Kuncoro sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan gedung rumah sakit yang baru”
Kami memilih memviralkan kasus ini supaya mendapat keadilan dan dukungan dari masyarakat. Tapi gak ku sangka dukungan itu makin deras dan tekanan publik ke aparat semakin kuat.
Epilog
3 bulan berlalu, aku kembali ke rutinitasku sebagai pekerja kantoran. bagiku kasus Om Artur belum selesai, tapi semua orang sekarang sudah tau apa itu arti kebenaran dan keadilan.
Hari itu aku belajar satu hal, kami menemukan kebenaran, kami bertarung, tapi itu belum cukup untuk memenangkan pertandingan. Menyakitkan tapi itulah faktanya kita hidup dinegeri ini. Tapi ketika rakyat bergerak bersama maka kekuasaan bisa kita runtuhkan bersama.
SELESAI
Kesedihan masih merasuk diriku, sedikit lagi perjuanganku berakhir bahagia tapi ternyata semua tidak seindah kenyataanya. Pak Harwono bisa saja membayar hukumannya dengan pengacara hebat, atau suap. Tapi aku yakin satu Indonesia akan mengetahui kasus ini.
Didepan cermin kamarku, suara hatiku mengingat semua usaha yang pernah aku perjuangkan.
“Om, aku sudah menepati janjiku, tapi ternyata aku belum bisa membuat pelakunya masuk penjara.”
Saat terdakwa akan digiring keluar sidang, aku sempat melihat betapa bengisnya senyuman Pak Harwono dan kesombongan dari raut mukanya.
Kami hanya bisa mengiklaskan atas apa yang kami dapatkan.
———
“Menimbang bukti-bukti dipersidangan, menimbang keterangan saksi-saksi selama persidangan, kami memutuskan bahwa Saudara Harwono Kuncoro dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan dari segala tuntutan.” ucap hakim ketua.
Keluarga besarku, Kevin dan Vania sudah hadir diruang sidang. Sekilas aku juga bertatap muka dengan Dokter Iqbal dengan senyum ramahnya yang syarat makna, dan ternyata hadir juga Mas Dika dibelakang ruangan.
Kami sempat ragu untuk pembacaan putusan hari ini, karena selama persidangan pengacara Pak Harwono berhasil mematahkan keterangan para saksi dan menyerang validitas barang buktinya. tapi kami masih yakin keadilan pasti kami dapatkan.
“Ya itu kan hak semua orang mas, tapi tenang aja bulan depan kasusnya sudah masuk meja persidangan.” Jawab sang polisinya.
Kami kecewa tapi kami lega, akhirnya keadilan untuk Om Artur akhirnya terkuak.
——