Pemerintah serius soal pemindahan ibu kota negara. Sejak tahun lalu Bappenas mengkaji sisi ekonomi, sospol, dan lingkungan soal ini.
Tiga daerah siap dengan lahan 80.000, 120.000, bahkan 300.000 ha. Yang dipilih kita putuskan setelah konsultasi dengan lembaga negara terkait.
JADI:
*akun BOT jg disertakan olh kubu oposisi dlm menyerang KPU
*Kluster Hijau lebih solid dengan volume tweet Hashtag bersifat propaganda dlm volume besar
*Jejaring & influencer pd kubu ini menyerupai jejaring pendukung 02 pada masa
sebelum pemilu
Aktivitas bot ini terlihat lbh natural dlm melakukan aktifitas dgn interval waktu antar cuitan yg random, & text cuitan yg variatif, bukan duplikasi. tapi, tetap ditemukan beberapa timing cuitan yg tdk wajar. @Miqdad_2 & @dobrak_tradisi cth bot yg bertugas meRT cuitan influencer
Ditemukan akun @AdiriaArsa, tipikal akun bot yang baru lahir pada tanggal 20 Maret 2019 mampu me-reply 2 kali/detik, dalam menaikkan hashtag #BPNKawalSuaraKami. Akun @Dcukacie mampu melakukan tweet & retweet sekaligus pd detik yg sama. Akun ini baru dibuat pada 18 April 2019
Kita lihat Cara kerja BOTnya
Salah satu akun yg berperan dlm penyebaran isu “KPU Curang” adalah akun @pejalan_lambat. Akun ini baru dibuat 5 April 2019. Dalam 1 detik, akun ini bisa membuat 4 reply untuk cuitannya sendiri dengan konsisten mencantumkan #MauMenangKokMainCurang.
Persebaran akun yang mendeligitimasi KPU berasal dari Jakarta, Jogja dan Jawa Barat. Demikian lokasi akun BOT yang turut menyerang penyelenggara pemilu
Proporsi percakapan yang terindikasi dilakukan oleh akun BOT dari kluster HIJAU ini berkisar 12%. Ditemukan 11.343 akun bot yang banyak melakukan aktivitas cuitan sekaligus dalam waktu <= 30 detik, bahkan ditemukan beberapa aktivitas sekaligus dalam 1 detik. Yuk Kita intip BOTnya
Percakapan di kluster HIJAU (Kubu Prabowo) cukup tinggi dari beberapa tagar yang dimainkan dibanding kluster MERAH. diantaranya tagar #MauMenangKokMainCurang
Tampak serangan ke Jokowi & KPU lewat tagar ini sangat massif, hampir sama dgn pola percakapan sebelum pemungutan suara
Hasil grabing data wulung, tampilan SNA terkait percakapan "KPU, Perhitungan Suara & People Power" terbentuk 2 kluster yang besar
KLuster HIJAU; kelompok yg menarasikan DELEGITIMASI KPU berasal dr pendukung Prabowo. MERAH terdiri dari akun2 netral & sedkiti dr pendukung Jokowi
"What is of supreme importance in war is to attack the enemy's strategy, next best is to attack his alliances, the next best is to attack his army, the worst policy is to attack cities"
Thanks Sun Tzu...
We already did it