#intinyadeh dugaan pemerkosaan di salah satu KDMP oleh rekan kerja (40 thn, udh nikah & punya anak), berulang kali.
Diancam dibunuh & dipermalukan klo cerita. Pelaku punya power, tangan kanan bos.
Cerita ke polisi, dibilang "klo sampe 3x mah bkn diperkosa neng, tp doyan"
(1/2)
Jalani hidup nothing to lose.
Seperti kata marcus aurelius:
"What are you afraid of losing, when nothing in the world belongs to you?"
Be happy setiap hari.
Usaha aja dulu, kalo gagal coba lagi.
Kalo masih gagal, coba ganti.
Jangan banyak takut gagal, nanti keduluan ajal.
Ternyata lawan kesepian bukan keramaian.
Tapi, PERASAAN TERKONEKSI.
Percuma ikut komunitas, nonton konser, nongkrong sana-sini, tapi tidak punya "ikatan" dengan itu semua.
Tetap saja membatin,
"Kok rasanya kosong ya?"
Tapi, ketika bertemu seseorang yang bisa mengerti kamu, dan kamu mengerti dia, semua sepi itu lenyap.
Butuh 1 orang saja.
Untuk membuat perasaan itu menyambung.
Lalu, bagaimana jika belum bertemu 1 orang itu?
Bagaimana cara mengusir kesepian?
Bisa jadi ada 1 sosok yang kamu belum terkoneksi.
Ya, itu DIRIMU SENDIRI.
Belum kenal diri sendiri.
Belum tahu maunya sendiri itu apa.
Belum mengakui takut yang bikin cemas.
Kamu mencari ke sana-sini,
ternyata selama ini menghindari diri sendiri.
Dear Gen Z,
Buat kamu yang sudah mati-matian nyelesain pendidikan, pontang-panting cari kerja, sampai rela ikut bootcamp dan magang gratisan buat nambah pengalaman, bahkan harus keluarin uang lagi cuma buat memoles CV supaya dilirik perusahaan.
Kamu yang berbulan-bulan berjuang, akhirnya diterima kerja.
Tapi ternyata tempat kerjanya toxic dan punya atasan yang bikin mental breakdown.
Setiap hari harus desak-desakan di transportasi umum, berangkat subuh, pulang malam, kamu tetap bertahan. Karena kamu tahu, cari kerja sekarang susahnya bukan main.
Semua dijalani demi gaji yang sebenarnya nggak seberapa, mengingat harga-harga sekarang semua serba mahal.
Kamu lalui hari-harimu sambil pura-pura kuat, meski kadang duduk di pojokan buat nenangin kepala yang rasanya mau pecah.
Saat terima gaji, kamu merasa senang tapi sedikit mengelus dada, karena nominalnya berkurang agak lumayan akibat potongan pajak.
Kamu coba ikhlas sambil berdoa, semoga pajakmu benar-benar terpakai untuk pembangunan. Kamu sedikit bangga karena ikut berkontribusi.
Sampai di bulan Januari 2026, kamu baca berita:
Indonesia memutuskan bergabung dengan Board of Peace, dan Indonesia ikut iuran Rp17,9 triliun, uang dari sebagian besar APBN untuk disetor ke Trump.
Ya, sebagian yang disetor itu adalah uang kamu.
Gimana perasaan kamu?
Saya males solat jamaah di masjid kalau imamnya baca surat setelah Al-Fatihah, malah surat panjang banget dan bacaannya terkesan dipanjangin atau dimerduin
Di belakang sana ada jamaah yg nahan berak, ada kepentingan lain, anaknya nangis rewel, bahkan lagi berhadapan sama kondisi darurat.
Solat berjamaah bukan lomba murrotal.
Lagipula, bacaan setelah Al-Fatihah gak wajib dan baca 3 ayat (misal Al-Kautsar) aja udah sah.
Beda mungkin sama kalo solat sendiri, tahajud, atau special occasion mungkin
Ini tweet serius ya, artinya harus direspon serius.
Sebenernya ini trust me bro sangat, gak beda sama broadcast WA di grup keluarga
Tapi.. Ini bisa diubah dengan:
1. Memberikan alasan kenapa, bukan cuma nyuruh
2. Kasih komparasinya dengan penyebab penipisan (cont)
Pernyataan Alex Pastoor yang sempat bikin geger karena menyebut lolos ke Piala Dunia sebagai hal “tidak logis” ternyata punya makna lebih dalam. Di balik kontroversinya, ada kritik tajam soal visi jangka panjang sepak bola Indonesia, apakah kita siap menerima kenyataan itu?
Obrolan orang yg gak sengaja lu dengerin pun, akan terasa sangat offensif.
Postingan orang selandai apapun, seharmless apapun, kalau kepalamu sudah berisik duluan, beuhhhh, tinggal kau kulik2 seakan dia jahat betul.