@Vaniawardhani Semua harus belajar managing up, office politics, dan yang paling penting belajar sombong
Biar ga berlarut larut kena kondisi seperti ini, No Baper Just Work 😎
[Threads]
Berhenti pakai prompt seperti:
❌ "Tulis seperti manusia."
❌ "Buat terdengar lebih natural."
❌ "Humanize tulisan ini."
Prompt yang terlalu umum biasanya menghasilkan tulisan yang juga terasa umum.
Coba gunakan 7 prompt berikut
🧵
Lo hapus chat WhatsApp, storage tetap penuh.
Bukan bug.
WhatsApp sengaja simpen semua foto/video di 4 folder tersembunyi.
Gue kira udah bersih,
ternyata masih nyangkut 14,7GB.
Ini cara bersihinnya:
STOP NGANDELIN DUOLINGO DOANG! CHATGPT JAUH LEBIH CRAZY BUAT BELAJAR BAHASA INGGRIS
Gue bocorin 8 cheat code prompt biar lo bisa lancar bahasa Inggris bareng ChatGPT.
Tanpa bayar les mahal. Tanpa stres. Tanpa buka buku grammar yang ngebosenin...
in this economy
yang masih punya pekerjaan, jaga baik2 pekerjaanmu, yang penting masih bisa makan dan bisa bayar2 dulu. turunin ego kalau ada niat untuk resign sebelum nemu pekerjaan lain sebagai opsi
-rupiah udah 18rb dan keliatan masih akan melemah
-harga kebutuhan pokok naik
Pulang pulang buka pintu liat suami dalam keadaan nangis dan gemeter, pandangan kosong. Susah d ajak ngobrol. Rupanya kena orderan fiktif lanjut lagi di scam. Di telfonin gak bisa, dia ngelapor ke pihak shopee tiba tiba berbarengan ada telfon masuk inisial Greater Jakarta.
Dengan kondisi yg kalut di angkat nya lah telfon itu, yg katanya dari pihak shopee, lanjut lah ke chat suruh kirim bukti, abis di kirim bukti, setelah itu mereka kirim link form pengisian pengaduan yg ternyata setelah sadar itu adalah link alfamart, dengan kondisi kalut d klick lah sama suami, stelah itu muncul notif saldo telah di tarik dari akun anda.
Di kerjain dua kali di menit yg sama. Gk tau kalian orang nyari duit itu susah dari tengah pagi sampe tengah malem, dari panas sampe hujan. Ada anak istri yg harus di biayai. Ada bayi yg selalu nunggu ayahnya pulang d rumah yg harus di lengkapi kebutuhannya.
cc:threadfldzhmh
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
Sekarang udah nggak butuh modal besar untuk mulai bisnis.
Yang kalian butuhkan: laptop, internet, dan Claude.
Ini 5 ide bisnis yang bisa langsung dieksekusi, dengan potensi penghasilan Rp6 - Rp10 juta sebulan.
Jangan lupa di-save 🧵
Banyak orang gagal interview, bukan karena mereka ga kompeten.
Tapi karena ga siap jawab pertanyaan yang itu-itu lagi.
Gw udah kumpulin template cheatsheet yang isinya pertanyaan interview yang paling sering ditanya recruiter.
Isinya:
- List pertanyaan yang hampir selalu muncul di berbagai role
- Bisa dipakai buat latihan sebelum interview
- Biar lo ga blank pas ditanya
Kali ini udah ada update dari versi sebelumnya, ada Bahsa Indonesia dan Bahasa Inggris
Download di sini:
https://t.co/kvBAZZIYLf
Kalau ngerasa ini kepake, bantu like dan repost ya.