“Aku Salah Kostum ke Pengajian”
“Aku datang ke pengajian itu dengan niat baik. Niat untuk belajar, untuk kembali. Tapi aku salah kostum. Aku tahu. Bajuku tak sepanjang yang mereka harapkan, rambutku belum tertutup rapi. Tapi bukankah niat harusnya lebih utama?
Aku duduk di sudut, menunduk. Sambil mendengarkan ceramah. Tapi mata-mata itu menatap tajam. Bisik-bisik mulai terdengar. Ada yang menjauhiku. Ada yang menyindir pelan, tapi cukup jelas untuk membuat dadaku sesak. Ustad itu malah melihat kepadaku, dan menghardik: “mbak, kamu mau ke pengajian apa ke mall, rambut kok kelihatan”. Lalu seorang ibu mendekat, menyuruhku keluar dengan alasan “tak sopan”.
Aku keluar dengan gemetar. Malu. Hancur. Aku lepaskan kerudung yg asal melilit di kepalaku. Aku ingin pulang, tapi langkahku malah membawaku ke bar kecil di pinggir jalan. Aku masuk. Bukan untuk mabuk—aku hanya ingin menenangkan hati yang gemetar.
Aku pesan minuman. Tapi karena tanganku masih bergetar, gelas itu tumpah.
Aku kaget. Panik. Tapi bartendernya hanya tersenyum tenang. “Gak apa-apa, Miss.” Ia beri kode ke pelayan. Meja dilap. Gelas diganti. Minuman baru disajikan. Tanpa ribut. Tanpa sindiran. Tanpa tatapan menghakimi.
Aku terdiam. Terpukul. Bukan karena kebaikan mereka, tapi karena aku tak menemukannya di tempat yang katanya rumah Tuhan.
Sejak itu, aku tak pernah ke masjid lagi.
Aku tahu, bar bukan tempat mencari cahaya. Tapi anehnya, di tempat yang mereka sebut penuh dosa, aku diperlakukan sebagai manusia. Tak dihakimi. Tak dipermalukan. Tak diusir.
Tapi dari semua tempat yang kulewati malam itu, hanya satu yang menolakku: tempat yang kucari untuk menemukan-Nya. Aku dinistakan justru di rumah-Nya. Tapi aku dilayani dan diperlakukan sebagai manusia justru di tempat yang katanya penuh maksiat.”
Renungan:
Dakwah itu merangkul, bukan memukul. Dakwah itu memanusiakan kembali kemanusiaan kita. Bukan malah menistakan, menghakimi dan menghardik. Ketika perbuatan kita malah membuat orang menjauh dari Islam, siapakah yang sebenarnya salah? Dan satu lagi, jangan putus asa dari rahmat Allah. Tetaplah kembali ke rumah-Nya 🙏🏻
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Di depan hidungnya, investor nikel menghabisi pulau-pulau kecil. Padahal secara hukum, pulau kecil tak boleh ditambang. Warga yang protes, justru dikriminalisasi.
Kini dia bicara keadilan hukum ke polisi. Padahal polisi hanya menjalankan perintahnya agar mengamankan investor.
Ini salah satu proyek renovasi paling seru yang pernah saya kerjakan. Bangunan tua, respon terhadap banjir, lebar lahan yang cuma 4,5 meter dan banyak lagi cerita yang akan saya bahas.
A Thread
From this to this
Konsorsium Pembaruan Agraria mengutuk keras tindakan kekerasan dan penembakan yang dilakukan oleh personel BRIMOB di kebun sawit warga Dusun Mambuk, Desa Segar Wangi, Kec. Tumbang Titi, Kab. Ketapang, Kalbar (28/5)
NERAKA DI TANGGA SURGA (Repost + Update).
Fakta Dibalik Kasus Dugaan Kejahatan Seksual di Lingkungan Ponpes Shiddiqqiyah.
sumber gambar: Radio Andika
https://t.co/ZiOHLFBjOI
Senin 14/ 03/2022
Rakyat Mepago Menolak Pemekaran Daerah Otonomi Baru di Kantor Bupati Paniai.
Mereka menilai pemekaran merupakan cara baru pendudukan & kepentingan investasi pemerintahan @jokowi di Papua.
Sebab jumlah penduduk papua 4,3 juta orang asli papua 2,3 juta.
Bukan gedung resepsi, bukan pula bajunya dirancang oleh siapa, atau MUA-nya siapa.
Berikut hal-hal yang perlu dibicarakan dengan calon pasanganmu sebelum menikah. 🌻
*lanjut di utas ya*
Aku selalu dibuli karena ga bisa bikin alis yang sama kanan dan kiri.
Tapi aku ga patah semangat, aku terus belajar.
Dan usaha ga akan mengkhianati.
See the result.
Alisku kanan dan kiri kini sama 😊
Kalian semua juga semangat ya 🥰