Investigasi @hariankompas ini menemukan total proyek buzzer di lima "instansi" senilai Rp 1,4 triliun periode 2024-2025 (sedang berjalan donk!)
Salah satu proyek buzzer yang ditelusuri senilai Rp 100 miliar dengan perusahaan pemenang tender berada di ruko di Kembangan, Jakarta Barat. Tak ada aktivitas berarti & ruko kerap kosong. Penghuni kantor pakai sandal jepit (mirip nasabah prioritas?).
Kalau publik masih ingat proyek buzzer 100M bernama 'Orchestrating Social tasks', itulah kira-kira nama instansinya.
Salah satu bahaya dari industri buzzer ini adalah (jika) usernya pemerintah, karena akan cenderung memakai teknologi ini untuk membungkam kritik publik dan memoles citra lembaga.
Di era seterbuka ini, praktik perusahaan bodong ini tidak begitu susah diungkap oleh aparat penegak hukum. Apalagi lokasinya di Jakarta, tempat semua APH apa saja ada lengkap. Namun tampaknya mereka memilih tidak melakukan apa-apa.
Selamat datang di Era Orba 4.0
https://t.co/2zd7NZv8DT
Hanbin came back to the music industry with a sign language teaser and donated this album earnings for the children who were in need.
the reason why everyone loves him🥹