mau tau ga bedanya :
"kamu kerja probation 3 bln dulu ya." vs "kamu kontrak PKWT 3 bln dulu ya."
sama sama kerja 3 bulan tapi haknya beda. kita ulik yuk cara pandang perusahaan gimana dari kekurangan dan kelebihannya
1. "kamu kerja probation 3 bln dulu ya." :
kelebihan bagi perusahaan:
selesai masa probation 3 bulan itu ga ada uang kompensasi
kekurangan:
kontrak ga bisa diperpanjang, kali mau kontrak lagi harus angkat jadi PKWTT
2."kamu kontrak PKWT 3 bln dulu ya"
Kelebihan :
bisa kontrak 3 bulan lagi sampe berkali kali
(tapi maksimal 5 tahun ya)
kekurangan :
selesai masa kontrak PKWT ada harus ngasih uang konpensasi.
contoh :
Kontrak PKWT 3 bulan
upahnya upah minimum jakarta 2026 : Rp 5.729.876
uang kompensasi yg harus dibayarkan perusahaan:
3/12 x 5.729.876 =Rp 1.432.469
uang kompensasi yg harus dibayarkan perusahaan Rp 1.432.469
jadi gitu cara pandang perusahaan melihat sebuah status kerja. makannya perusahaan paling seneng bilang probation biar ga bayar uang konpensasi.
penting buat pekerja tau kontrak kerjanya itu pkwt atau probation🙌
Guys, Ferry Irwandi baru ngomong sesuatu yang gua rasa perlu banget didengar terutama buat kalian yang lagi bingung ngejar apa di hidup ini.
Ferry bilang hal yang bikin gua mikir keras. Worst advice yang pernah dia terima katanya adalah "keluarlah dari zona nyaman." Dan ini bukan sekadar kontra-narasi biar kelihatan beda ini ada logikanya yang sangat solid.
Pikirin deh.
Berapa banyak dari kita yang sebenernya hidupnya belum nyaman sama sekali masih struggle bayar kosan, masih bingung soal kerjaan, masih ngerasa stuck tapi tiap hari dibombardir sama quote "keluar dari zona nyaman"? Zona nyaman mana yang mau dikeluar-keluarin kalau nyamannya aja belum ketemu?
Ferry bilang yang bener itu bukan "keluar dari zona nyaman" tapi "temuin dulu kenyamanan lo." Karena kalau lo sekarang stuck, bosen, ngerasa terbelenggu itu bukan zona nyaman. Itu zona ketidaknyamanan yang lo toleransi terlalu lama. Dan yang perlu lo lakukan bukan keluar dari situ dengan cara dramatis tapi sadar bahwa lo emang belum nyaman dan mulai cari kenyamanan yang sebenarnya.
Ini juga nyambung sama keputusan Ferry keluar dari PNS Kementerian Keuangan. Orang dari luar bilang "wah berani banget keluar dari zona nyaman." Padahal menurut Ferry sendiri dia keluar justru karena tidak nyaman. Conflict of interest antara pekerjaannya dan kontennya makin besar, dan bertahan berarti memaksakan diri di situasi yang makin lama makin tidak sehat buat dirinya.
Dan yang paling gua respect dari Ferry adalah cara dia ngambil keputusan besar itu. Bukan impulsif, bukan ikut-ikutan tren quit your job yang viral di TikTok. Dia hitung dua tahun sambil jalan bareng income dari konten sudah stabil belum, pivot-nya ke mana, cost benefit analysis-nya gimana, konsultasi sama orang tua, konsultasi sama istri. Baru keluar dengan kepala dingin dan hati yang tenang.
Intinya guys hidup bukan tentang seberapa dramatis lo berani ambil risiko. Hidup tentang seberapa jelas lo tahu apa yang beneran bikin lo nyaman dan seberapa terukur langkah lo untuk sampai ke sana. Keberanian bukan berarti loncat tanpa perhitungan keberanian adalah tetap melangkah meski sudah hitung semua risikonya dan tetap milih jalan yang paling masuk akal buat hidup lo.
Pak Prabowo pamer ciptakan 1 juta lowongan dari MBG!
Sementara itu..
- 335T per tahun untuk itu apakah worth it?..
- Apakah tenaga kerja yang di PHK dampak efisiensi anggaran yang dialihkan ke MBG juga dihitung?
- Efek inflasi harga pangan + UMKM yang makin seret bagaimana?
- 1 juta itu pure dari job seekers, atau ada campuran purnawirawan, timses, dan konco nggih?
- Apakah 335T itu dijamin tidak ada korupsi dan inefisiensi penggunaan anggaran nggih?
punten, salam interaksi🙏
ORANG LUAR NEGERI KE INDONESIA
"Hello, where are you from?"
"I am from the US."
"What are you going to do here?"
"Vacation."
"Great, you just need to pay IDR 500,000 for a Visa on Arrival."
"Here."
"Have a nice vacation."
***
"Hi, you're late to the online meeting."
"Sorry, it's 2 AM here. I have to adjust my schedule."
"Where are you now?"
"I stay in Bali now. It's cheap, the living cost is only a tiny fraction of my salary. I can save A LOT, and by A LOT I mean A LOOOOT."
"Wow, you don't need a work visa for that?"
"I just stay in my room. No one knows that I am working. As long as the internet works."
"Local tax?"
"No, I am on a tourist visa."
***
"Having a nice vacation? You stayed a whole two months."
"Yeah, my visa is almost expired, so I have to leave."
"Kuala Lumpur? Must be another vacation."
"Yes, only for three days, I will be back again after that."
***
"Hello, where are you from?"
"I am from the US."
"What are you going to do here?"
"Vacation."
"Great, you just need to pay IDR 500,000 for the Visa on Arrival."
"Here."
"Have a nice vacation."
***
"Having a nice vacation? You stayed a whole two months."
"Yeah, my visa is almost expired, so I have to leave."
"Bangkok? Must be another vacation."
"Yes, only for three days, I will be back again after that."
***
"Hello, where are you from?"
"I am from the US."
"What are you going to do here?"
"Vacation."
"Great, you just need to pay IDR 500,000 for the Visa on Arrival."
"Here."
"Have a nice vacation."
***
"It's been almost two years since you stayed in Bali, how is it?"
"Amazing, cheap, and tax-free!"
ORANG INDONESIA KE LUAR NEGERI
"Halo mbak, saya perlu urus visa Schengen buat ke Belanda."
"Untuk keperluan apa?"
"Saya ada konferensi ilmiah di Rotterdam. Buat S3 saya, wajib hadir presentasi biar papernya bisa terbit."
"Oke ini jadwal yang tersedia."
"Mesti nunggu 2 bulan?"
"Iya mas, penuh soalnya."
"Aduh, mepet ya."
"Coba dulu aja mas. Ini syarat dokumennya."
***
"Kenapa uang tabungannya cuma segini? Mas perlu sekian ratus juta mengendap."
"Saya adanya cuma segini."
"Mas perlu surat pernyataan gak akan kerja di sana."
"Lah, itu surat undangan dari konferensi gak cukup?"
"Gak cukup, harus ada tabungan sama pernyataan."
"..."
***
"Ini tiket pulang pergi juga udah harus ada."
"Jadi tiket PP udah harus saya beli, tapi visa belum tentu keluar?"
"Iya"
"Hah?"
"Memang aturannya begitu."
"Kalau nanti abis visa keluar gimana?"
"Visanya bisa gak keluar."
***
"Halo, visa Anda ditolak."
"Hah kenapa?"
"Kami gak bisa kasih tahu alasannya."
"Haduh, terus paper konferensi saya gimana?"
"Maaf ya Mas. Saya harus layani antrian selanjutnya."
35 kunjungan luar negeri dalam setahun.
Hampir semua pusat kekuatan dunia sudah disambangi.
Namun keputusan investor tetap sederhana:
Vietnam dan Malaysia dianggap lebih pasti daripada Indonesia.
Diplomasi memang bisa membuka pintu, tapi kepastian hukum, stabilitas kebijakan, dan tata kelola yang menentukan apakah pintu itu benar-benar dilewati.
Orang Indonesia:
👉 Takut bercerita hasil kerjanya -> takut dikira sombong
👉 Takut berpendapat -> takut dijudge
👉 Takut bicara fakta -> takut dimusuhi
Padahal di internasional:
👉 Cerita hasil kerja -> kamu punya conviction, kamu high energy, kamu antusias
👉 Berpendapat -> kamu kerja dan ngerti kerjaanmu
👉 Bicara fakta -> kamu peduli dengan perusahaanmu
Apakah budaya kerja di Indonesia toxic?
Yang memakai segala cara untuk menertibkan keadaan, dijanjikan naik pangkat. Yang bingung harus pakai cara apa lagi untuk meminta keadilan, dibuat naik pitam. Hari ini, saya harus mulai belajar menerima fakta bahwa saya mencintai negeri ini tanpa dicintai balik
ODGJ adalah Sodara sebangsa dan setanah air, mereka juga berhak memiliki E-KTP seperti kita, agar dapat mengakses layanan kesehatan dan bantuan sosial, serta melindungi hak-hak sipilnya
📹:Perjuangan Dukcapil rekam ODGJ untuk kebutuhan EKTP
Jepang menjadi negara pertama yang lolos ke Piala Dunia 2026. Untuk kedelapan kali secara beruntun, Jepang bermain di Piala Dunia.
Tdk ada yg instan. Ini kombinasi dr visi yg jelas, sistem pengembangan pemain muda yg solid, liga yg profesional.